Gejolak di Arab Saudi, HIMPUH Imbau PPIU dan Jemaah Umrah Terus Pantau Status Penerbangan

HIMPUHNEWS — Wakil Ketua Umum HIMPUH Bidang Umrah, Fatma Kartika Sari, mengimbau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci ataupun sebaliknya, akan kembali ke Tanah Air untuk terus memantau status penerbangan mereka.
Hal ini penting menyusul terjadinya serangan terhadap sejumlah bandara udara di Arab Saudi, terutama Bandara King Khalid di Ibu Kota Riyadh, yang berimbas pada penutupan sementara bandara tersebut.
"Jadi kami mengimbau untuk terus memantau status penerbangannya. Pastikan jadwal penerbangan masih sesuai sebelum menuju bandara," ujar Fatma kepada Himpuh News.
Selain itu, Fatma mengingatkan PPIU dan jemaah khususnya yang masih berada di Arab Saudi untuk mengikuti perkembangan situasi keamanan dan arahan resmi dari otoritas terkait.
Ia mengimbau agar PPIU dan jemaah menjadikan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta pemerintah Arab Saudi sebagai acuan dalam mengambil langkah.
HIMPUH mengharapkan seluruh pihak untuk tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, sembari mengutamakan keselamatan jemaah dalam setiap tahapan perjalanan ibadah umrah.
Sebelumnya, Gulf News melaporkan bahwa beberapa maskapai asal Uni Emirat Arab (UEA) telah membatalkan dan menyesuaikan jadwal penerbangan menuju sejumlah kota di Arab Saudi pada Jumat (9/10/2026) dan Sabtu (10/10/2026).
Emirates membatalkan tiga penerbangan rute Dubai–Riyadh, yakni EK815, EK819, dan EK817, selama Jumat dan Sabtu. Maskapai tersebut berfokus menjadwalkan ulang penerbangan bagi penumpang yang terdampak.
Sementara itu, Etihad Airways membatalkan delapan penerbangan dari Abu Dhabi menuju Riyadh. Pembatalan mencakup enam penerbangan pada Jumat dan dua penerbangan pada Sabtu.
Maskapai flydubai juga menghentikan sementara penerbangan dari Dubai menuju Riyadh dan Yanbu hingga 10 Oktober, serta rute menuju Abha hingga 11 Oktober. Adapun Air Arabia melaporkan keterlambatan penerbangan menuju Riyadh dan membatalkan sejumlah penerbangan ke Abha dan Tabuk.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
