Gara-Gara Fisik Tak Layak, Menhaj Ungkap 345 Jemaah Batal Naik Haji di Menit Terakhir

HIMPUHNEWS — Fakta mengejutkan diungkapkan oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, terkait penyelenggaraan ibadah haji.
Menhaj membeberkan bahwa terdapat 345 calon jemaah haji tahun lalu yang terpaksa batal berangkat ke Tanah Suci di menit-menit terakhir akibat tidak lolos pemeriksaan istithaah kesehatan akhir saat sudah berada di embarkasi.
"Ada 345 calon jemaah haji yang sudah berada di embarkasi, tetapi tidak bisa berangkat. Tidak bisa diloloskan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan karena dinilai tidak layak kesehatannya," ungkap Menhaj saat membuka Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan manasik haji di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026).
Menhaj menegaskan bahwa peristiwa gagal berangkatnya ratusan jemaah tersebut harus menjadi perhatian serius dan pelajaran berharga bagi seluruh calon jemaah, khususnya jemaah asal Bali yang diproyeksikan berangkat pada musim haji 1448 H/2027 M.
Ia menjelaskan bahwa kendala kesehatan tidak hanya menghentikan langkah jemaah di embarkasi, tetapi sebelumnya juga menyebabkan sejumlah calon jemaah gagal melakukan pelunasan biaya haji. Bahkan, terdapat kasus di mana jemaah yang sempat dinyatakan memenuhi syarat di tahap awal, justru dinyatakan tidak layak berangkat saat pemeriksaan ulang di embarkasi karena kondisi fisiknya menurun.
Pemeriksaan kesehatan ditegaskan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan benteng utama untuk memastikan jemaah sanggup menghadapi tantangan fisik dan suhu ekstrem di Arab Saudi yang dapat menembus di atas 40 derajat Celsius.
Oleh karena itu, Menhaj mengimbau calon jemaah untuk mulai membangun ketahanan fisik sejak dini, menjaga pola hidup sehat, serta rutin berolahraga sebelum pemberangkatan yang dijadwalkan mulai pertengahan April 2027.
"Tetap jaga kesehatan. Belajar berolahraga, belajar berpanas-panas seperti sekarang ini. Mudah-mudahan setelah persiapan, nanti bulan April pertengahan kita sudah mulai memberangkatkan jemaah, dan mereka benar-benar siap secara fisik," ujarnya.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bakal segera mengumumkan tahapan pelunasan biaya haji 2027. Sesuai aturan, calon jemaah diwajibkan menjalani dan dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum diizinkan melunasi biaya perjalanan ibadah haji.
Selain faktor kebugaran fisik, Menhaj meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memberikan pembekalan manasik secara maksimal agar jemaah memiliki kemandirian dalam beribadah.
"Manasik ini bukan formalitas, tetapi sekolah pertama calon jemaah haji. Jemaah harus memahami rukun dan wajib haji, larangan ihram, Arafah, Muzdalifah, Mina, tawaf, dan sai," tegasnya.
Menhaj menekankan bahwa kemandirian berarti jemaah memiliki pemahaman fiqih yang baik sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pendamping. Melalui persiapan kesehatan dan manasik yang matang, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Indonesia siap secara fisik maupun mental, dapat beribadah dengan lancar, serta selamat hingga kembali ke Tanah Air.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
