himpuh.or.id

Serangan Bandara Saudi Picu 1.485 Pembatalan Penerbangan dalam Dua Hari

Kategori : Berita, Ditulis pada : 13 Oktober 2026, 10:28:46

WhatsApp Image 2026-10-13 at 10.30.05.jpeg

HIMPUHNEWS — Hampir 1.500 penerbangan dibatalkan di tiga bandara utama Arab Saudi setelah serangan rudal menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada akhir pekan, 10–11 Oktober 2026. Gangguan tersebut berdampak pada penerbangan di Riyadh, Jeddah, dan Dammam, termasuk perjalanan penumpang yang hendak melaksanakan ibadah umrah.

Data Flightradar24 yang ditinjau Gulf Business pada Senin (12/10/2026) menunjukkan, sebanyak 871 penerbangan dibatalkan pada Minggu (11/10/2026). Jumlah tersebut bertambah 614 pembatalan pada Senin, sehingga totalnya mencapai 1.485 penerbangan dalam dua hari.

Angka tersebut merupakan akumulasi pembatalan yang tercatat di tiga bandara, dengan kemungkinan tumpang tindih pada penerbangan yang menghubungkan ketiga bandara tersebut.

Riyadh Catat Pembatalan Terbesar

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi titik dengan gangguan paling parah. Pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 655 penerbangan dibatalkan, setara dengan 98 persen dari seluruh penerbangan yang dijadwalkan.

Pada Senin (12/10/2026), data sekitar pukul 05.30 waktu setempat mencatat 436 pembatalan penerbangan di bandara tersebut. Angka ini setara dengan 64 persen dari layanan yang dijadwalkan.

Operasional bandara sempat ditangguhkan sementara setelah serangan pada Sabtu (10/10/2026). Situasi semakin rumit ketika serangan kembali dilaporkan terjadi pada Minggu.

Dampak gangguan juga meluas ke Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Bandara tersebut mencatat 158 pembatalan dan 393 penundaan penerbangan pada Minggu. Sehari berikutnya, 115 penerbangan tercatat dibatalkan.

Sementara itu, Bandara Internasional King Fahd di Dammam mencatat 58 pembatalan dan 115 penundaan pada Minggu. Pada Senin, jumlah pembatalan yang tercatat mencapai 63 penerbangan.

Data tersebut memperlihatkan bahwa dampak serangan tidak terbatas pada Riyadh, tetapi juga mengganggu pergerakan pesawat di dua pusat penerbangan utama Arab Saudi lainnya.

Perjalanan Umrah Ikut Terdampak

Gangguan penerbangan turut memengaruhi perjalanan keagamaan, termasuk ibadah umrah. Sejumlah penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan dilaporkan terjebak akibat pembatalan penerbangan.

Televisi pemerintah Arab Saudi juga merilis rekaman yang memperlihatkan puluhan jemaah bersiap naik pesawat di Bandara Riyadh pada Sabtu. Serangan yang terjadi saat itu memicu kepanikan di dalam terminal.

Dampak terhadap penumpang internasional turut disoroti pemerintah Bangladesh. Kementerian Kesejahteraan Ekspatriat Bangladesh menyatakan sekitar 500 penumpang asal negara tersebut terdampar di Riyadh setelah serangan.

Situasi ini menambah tantangan bagi penumpang yang harus mengatur ulang perjalanan, termasuk mereka yang menggunakan penerbangan lanjutan melalui bandara-bandara Arab Saudi.

Terminal Riyadh dan Bandara Dammam Disorot

Serangan di Bandara Riyadh dilaporkan terjadi lebih dari sekali dalam beberapa hari. Laporan yang menjadi rujukan Gulf Business menyebut serangan pada Sabtu menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Sementara itu, serangan pada Minggu dilaporkan menghantam Terminal 4 Bandara Riyadh dan menyebabkan satu orang meninggal dunia serta 11 orang terluka, menurut otoritas penerbangan Saudi.

Bandara Dammam juga dilaporkan menjadi sasaran pada Minggu malam. Otoritas Saudi menyatakan penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan masih berlangsung.

Rangkaian kejadian tersebut membuat operasional penerbangan di kawasan itu menghadapi ketidakpastian, terutama selama penutupan sementara dan pemeriksaan keselamatan masih dilakukan.

Maskapai Internasional Ubah Jadwal

Sejumlah maskapai internasional turut menyesuaikan layanan mereka sebagai respons terhadap situasi keamanan tersebut.

Lufthansa Group sebelumnya mengumumkan penangguhan penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober 2026. Sejumlah maskapai asal India juga dilaporkan membatalkan layanan penerbangan mereka.

Selain penyesuaian jadwal oleh maskapai, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan peringatan keselamatan yang meminta operator AS berhati-hati saat terbang menuju atau melintasi wilayah udara Arab Saudi.

Peringatan itu mempertimbangkan aktivitas militer dan potensi gangguan pada sistem navigasi. Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, peringatan FAA berlaku hingga 10 Desember 2026.

Dengan jumlah pembatalan yang terus bertambah, penumpang yang memiliki jadwal penerbangan menuju atau melalui Arab Saudi perlu memeriksa status penerbangan secara langsung kepada maskapai. Jemaah umrah juga perlu berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan untuk mengetahui perubahan jadwal serta opsi penanganan yang tersedia.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id