himpuh.or.id

Kemlu RI Konfirmasi Dua WNI Jadi Korban Serangan di Bandara Riyadh, Bukan Jemaah Umrah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 15 Oktober 2026, 08:00:11

9f8e67fd-8a3e-4756-99d0-69a6730b2eda.jpeg
HIMPUHNEWS - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat serangan di Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada 11 Oktober 2026. Kedua korban dipastikan bukan jemaah umrah, melainkan WNI yang memiliki izin tinggal tetap di Arab Saudi.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan informasi mengenai dua korban tersebut diterima dari Kemlu Arab Saudi pada Selasa (13/10).

“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, 11 Oktober 2026,” kata Heni merespons wartawan melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.

Heni mengidentifikasi kedua korban sebagai RM (45) dan ET (32). Keduanya mengalami luka ringan dalam insiden serangan di bandara tersebut dan sempat mendapatkan perawatan medis di RS Sulaiman Habib, Riyadh.

Meski demikian, Kemlu tidak merinci jenis luka yang dialami kedua WNI tersebut. Heni kembali menegaskan bahwa keduanya bukan warga negara Indonesia yang sedang menjalankan ibadah umrah.

“Mereka bukan jamaah umrah,” tambahnya.

Informasi ini menjadi klarifikasi mengenai identitas korban WNI dalam insiden di Bandara Internasional Raja Khalid. Dengan demikian, dua WNI yang mengalami luka ringan tersebut merupakan penduduk Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, bukan jemaah yang sedang melakukan perjalanan ibadah.

KBRI Riyadh Koordinasi dengan Otoritas Setempat

Sebelum konfirmasi Kemlu RI disampaikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan korps diplomatik di Riyadh. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan keamanan serta memastikan keselamatan WNI setelah serangan.

Dalam pernyataan tertulis pada 12 Oktober, KBRI Riyadh juga menyebut telah berkoordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Organisasi tersebut memiliki anggota yang bekerja di sejumlah rumah sakit di Riyadh. KBRI turut menjalin komunikasi dengan komunitas WNI yang bekerja di Bandara Internasional Raja Khalid.

Selain pemantauan kondisi warga, KBRI Riyadh telah memberikan bantuan kepada tiga pekerja migran Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan di bandara tersebut pada 11 Oktober.

Koordinasi dengan berbagai pihak itu dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi WNI di lokasi terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan bantuan yang diperlukan.

Serangan Berulang di Bandara Riyadh

Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh dilaporkan menjadi sasaran serangan kelompok Ansar Allah atau Houthi dari Yaman.

Sputnik melaporkan, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan serangan pada 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sementara itu, serangan pada 11 Oktober dilaporkan menewaskan satu orang dan menyebabkan 11 orang lainnya terluka.

Serangan tersebut mengenai dua terminal penumpang dan memicu kebakaran. Insiden itu juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan di bandara, termasuk tiga pekerja migran Indonesia yang menerima bantuan dari KBRI Riyadh akibat gangguan penerbangan.

Berdasarkan catatan Kemlu Arab Saudi, terdapat sekitar 581.000 WNI yang berada di negara tersebut. Jumlah itu terdiri atas 351.070 pemegang izin tinggal atau iqamah dan 229.350 pengunjung atau peziarah.

Besarnya jumlah WNI di Arab Saudi membuat pemantauan situasi keamanan dan koordinasi perlindungan warga menjadi penting, terutama ketika terjadi insiden yang berdampak pada fasilitas umum seperti bandara.

Kemlu RI melalui perwakilan diplomatiknya di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh perkembangan informasi mengenai kondisi WNI setelah serangan tersebut.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id