Dubes Saudi Pastikan Jemaah Umrah Aman di Tengah Ketegangan Kawasan
HIMPUHNEWS - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi, memastikan keamanan warga negara, pengunjung, dan jemaah umrah tetap menjadi prioritas pemerintah Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.
Faisal mengatakan pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menyiapkan langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan seluruh pihak yang berada di wilayahnya. Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Jumat malam.
"Kerajaan Arab Saudi tentu akan mengambil tindakan-tindakan yang semestinya dalam rangka mengamankan warga Arab Saudi, para pengunjung, dan juga jamaah umrah," kata Faisal dilansir dari Antara (17/10/2026).
Meski menghadapi serangkaian serangan yang dilakukan kelompok Houthi, Faisal memastikan kondisi di dalam negeri Arab Saudi saat ini tetap kondusif, stabil, dan aman.
Menurut dia, pemerintah Arab Saudi tetap mengedepankan perdamaian dalam menghadapi perkembangan situasi keamanan di kawasan. Pada saat yang sama, langkah pengamanan tetap dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan pengunjung.
Faisal juga menegaskan Arab Saudi memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayahnya berdasarkan hukum internasional.
Hak tersebut, lanjut dia, termasuk upaya memberikan perlindungan kepada warga negara Arab Saudi maupun ekspatriat yang tinggal di negara tersebut.
Bagi masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan umrah, perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Jemaah dan calon jemaah umrah dapat mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait untuk mengetahui kondisi terkini serta arahan perjalanan yang berlaku.
Dengan adanya jaminan dari pemerintah Arab Saudi, keamanan warga, pengunjung, dan jemaah umrah tetap menjadi perhatian di tengah dinamika keamanan yang berkembang di kawasan.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

