Ditutup Mulai 17 Oktober, Penerbangan dari North Terminal Jeddah Kini Beroperasi di Terminal 4 dan Terminal Haji

HIMPUHNEWS – Jemaah umrah yang terbang melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, perlu lebih cermat memeriksa terminal keberangkatan dan kedatangan. Pasalnya, seluruh penerbangan yang sebelumnya menggunakan North Terminal kini telah dipindahkan ke fasilitas terminal lain.
Pemindahan tersebut mulai berlaku secara penuh pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekaligus menandai berakhirnya proses transfer penerbangan yang telah dilakukan secara bertahap sejak 27 September.
Dengan perubahan ini, North Terminal yang telah melayani penerbangan selama 45 tahun resmi ditutup.
Penerbangan Dialihkan ke Dua Terminal
Seluruh penerbangan yang sebelumnya menggunakan North Terminal kini beroperasi melalui Terminal 4 dan Kompleks Terminal Haji dan Umrah.
Namun, pihak bandara belum merinci maskapai mana saja yang ditempatkan di masing-masing terminal. Karena itu, penumpang diminta memeriksa informasi terminal berdasarkan penerbangan masing-masing.
Informasi mengenai perubahan tersebut disampaikan melalui akun resmi bandara pada 16 Oktober.
Terminal 4 sendiri sebelumnya dikenal sebagai South Terminal. Terminal tersebut telah ditutup untuk penumpang sejak 2020 sebelum kemudian dikembangkan kembali dan dibuka untuk operasional, terutama bagi maskapai penerbangan internasional berbiaya rendah.
Terminal 4 Berkapasitas 15 Juta Penumpang
Terminal 4 memiliki luas sekitar 97.000 meter persegi dengan kapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun.
Fasilitas yang tersedia antara lain 62 konter check-in, termasuk area khusus untuk proses check-in kelompok. Terminal ini juga memiliki 66 konter pemeriksaan paspor.
Selain itu, Terminal 4 dilengkapi sistem penanganan bagasi, lounge First dan Business, serta koneksi menuju Terminal 1 bagi penumpang yang melakukan penerbangan lanjutan.
Meski seluruh penerbangan telah dipindahkan, pihak bandara belum menjelaskan apakah bangunan North Terminal akan ditutup permanen, dialihfungsikan, atau kembali digunakan untuk penerbangan pada masa mendatang.
Pemindahan Dilakukan Bertahap
Perpindahan penerbangan dari North Terminal maupun area lain menuju Terminal 4 dilakukan secara bertahap.
Pada 27 September, Wizz Air, AJet, dan SalamAir menjadi maskapai pertama yang pindah ke Terminal 4.
Sehari kemudian, 28 September, Fly Jinnah berpindah dari area B3 di Kompleks Terminal Haji dan Umrah. Pada hari yang sama, Nesma Airlines dipindahkan dari North Terminal.
Berikutnya, 29 September, Akasa Air berpindah dari area B3 ke Terminal 4.
Pada 1 Oktober, SyrianAir dan Pegasus dijadwalkan berpindah dari North Terminal. Sementara pada 3 Oktober, giliran Azerbaijan Airlines dan Tunisair yang dijadwalkan melakukan perpindahan.
Proses tersebut kemudian dinyatakan selesai pada 17 Oktober, ketika seluruh penerbangan yang sebelumnya ditangani di North Terminal telah dipindahkan.
Jadwal tersebut merupakan jadwal perpindahan yang dipublikasikan dan bukan daftar lengkap mengenai terminal akhir setiap maskapai.
Bandara Jeddah Kejar Kapasitas Lebih Besar
Jeddah Airports Company sebagai pengelola bandara menyebut pemindahan ini dilakukan untuk menyebarkan arus penumpang ke berbagai fasilitas yang tersedia.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk membuat operasional lebih lancar sekaligus meningkatkan kemampuan bandara dalam menangani jumlah penumpang yang lebih besar.
Bandara Internasional King Abdulaziz mencatat rekor 53,4 juta penumpang pada 2025. Rencana pengembangannya menargetkan kapasitas lebih dari 90 juta penumpang per tahun pada 2030.
Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Saudi Vision 2030 dan National Transport and Logistics Strategy.
Jemaah Umrah Diminta Cek Terminal
Perubahan terminal ini penting diperhatikan jemaah umrah, terutama mereka yang masih mengandalkan informasi penerbangan lama.
Penumpang sebaiknya tidak menganggap penerbangannya masih menggunakan North Terminal. Informasi terminal perlu diperiksa kembali melalui tiket, aplikasi atau situs resmi maskapai, maupun situs dan akun media sosial resmi bandara.
Bagi jemaah yang bepergian dalam rombongan, lokasi check-in juga perlu dikonfirmasi kepada operator perjalanan atau maskapai.
Sementara bagi penumpang yang melakukan penerbangan lanjutan, terminal kedatangan dan keberangkatan perlu diperiksa secara terpisah. Waktu yang cukup juga perlu disiapkan untuk perpindahan antarterminal.
Informasi pada tiket atau detail pemesanan lama juga tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya acuan karena perubahan terminal berlangsung secara bertahap selama periode pemindahan.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
