himpuh.or.id

Indonesia Beli Hotel di Mekkah Rp9,5 Triliun, Intip Fasilitasnya!

Kategori : Berita, Ditulis pada : 22 Oktober 2026, 11:17:39


pt-danantara-investment-management-dim-hari-ini-mengumumkan-penyelesaian-akuisisi-bidang-lahan-seluas-44-hektare-di-kawasan-th-1792465915586_169.jpeg

HIMPUHNEWS — Indonesia kini memiliki aset properti di Kota Mekkah, Arab Saudi. Melalui Danantara, pemerintah mengakuisisi Hotel Novotel Thakher Mekkah yang memiliki 1.461 kamar beserta 14 kavling pengembangan di kawasan Thakher Mekkah.

Nilai transaksi aset tersebut mencapai sekitar 2 miliar riyal Saudi atau setara Rp9,5 triliun.

Mengutip Arab News, Thakher Development selaku pengembang utama Thakher Mekkah telah menyerahkan dokumen kepemilikan kepada Danantara. Serah terima tersebut menandai rampungnya transaksi pembelian hotel dan aset pengembangan di sekitarnya.

Akuisisi hotel dilakukan setelah proses serah terima Novotel Thakher Mekkah pada 11 Agustus 2026. Danantara kemudian menyelesaikan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan tersebut.

Hotel 1.461 Kamar Berjarak 2,5 Km dari Masjidil Haram

Novotel Thakher Mekkah merupakan hotel bintang empat yang berada di Distrik Al Andalus, kawasan Thakher Makkah.

Hotel tersebut memiliki kapasitas 1.461 kamar dan dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang kebutuhan para tamu.

Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain restoran, pusat kebugaran, serta gedung pertemuan.

Lokasinya juga relatif dekat dengan pusat ibadah. Hotel ini berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.

Dengan kapasitas tersebut, hotel milik Indonesia ini nantinya diproyeksikan dapat menampung sekitar 4.400 jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.

Jadi Bagian dari Ekosistem Haji dan Umrah

Kepemilikan Novotel Thakher Mekkah bukan sekadar investasi hotel. Aset tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem haji dan umrah yang disebut Kompleks Bait Jemaah.

Kawasan Thakher Mekkah akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang mencakup perhotelan, ritel, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Bagi Indonesia, aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penyediaan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah dari Tanah Air.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan kuota haji terbesar di dunia. Pada 2026, Indonesia mendapatkan kuota haji reguler sebanyak 203.320 jemaah.

Selain jemaah haji, sekitar 1,5 juta warga Indonesia disebut menunaikan ibadah umrah setiap tahun.

Besarnya jumlah jemaah tersebut membuat kebutuhan akomodasi di Arab Saudi menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah.

Indonesia Jadi Negara Asing Pertama yang Punya Properti di Mekkah

Akuisisi tersebut juga menjadi tonggak baru bagi investasi Indonesia di Arab Saudi. Indonesia tercatat sebagai negara asing pertama yang memiliki aset properti di Mekkah setelah Arab Saudi memberlakukan Undang-Undang Kepemilikan Real Estat oleh Non-Saudi pada Januari 2026.

Aturan tersebut membuka kesempatan bagi investor asing untuk memiliki properti di Arab Saudi.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan target Arab Saudi untuk meningkatkan kapasitas layanan bagi jemaah umrah. Negeri tersebut menargetkan dapat menerima hingga 30 juta jemaah umrah setiap tahun pada 2030.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan jumlah jemaah umrah yang tercatat sekitar 8,5 juta orang pada 2019.

CEO Thakher Development Faisal Shaker menyebut penyelesaian transaksi tersebut sebagai momentum bersejarah bagi pengembangan Thakher Mekkah sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor internasional.

Kurangi Ketergantungan Sewa Hotel Musiman

Bagi Indonesia, kepemilikan hotel di Mekkah juga berpotensi mengubah strategi penyediaan akomodasi jemaah.

Selama ini, kebutuhan penginapan jemaah haji sangat bergantung pada mekanisme penyewaan akomodasi di Arab Saudi, khususnya saat musim haji.

Dengan memiliki aset sendiri, Indonesia memiliki peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap penyewaan akomodasi musiman sekaligus mengamankan sebagian kapasitas penginapan bagi jemaah.

Aset tersebut juga membuka peluang pengembangan investasi perhotelan Indonesia dalam jangka panjang di Arab Saudi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut akuisisi tersebut sebagai bagian dari pembangunan platform investasi perhotelan jangka panjang Indonesia di Arab Saudi.

"Langkah ini merupakan langkah konkret dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi," ujar Rosan.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id