himpuh.or.id

Buka Pelatihan Keorganisasian, Ketum HIMPUH Sampaikan Pesan Penting dan Menyentuh

Kategori : Kegiatan, Berita, Topik Hangat, Ditulis pada : 23 Oktober 2026, 19:15:07

FotoJet - 2026-10-23T193604.278.jpg

HIMPUHNEWS — Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Muhammad Firman Taufik, menyampaikan pesan mendalam kepada para pengurus dan anggota saat membuka Pelatihan Keorganisasian HIMPUH di Grand Zuri, Tangerang Selatan, Rabu (21/10/2026).

Dalam sambutannya, Firman mengingatkan pentingnya membangun perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah yang tidak bergantung pada satu orang, melainkan ditopang sistem kerja yang kuat, tim yang kompeten, serta pembagian tanggung jawab yang jelas.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, tersebut diselenggarakan secara hybrid, dengan peserta mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom. Program ini diikuti pengurus dan anggota HIMPUH serta diampu oleh tim pelatihan ESQ.

Firman mengatakan, pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk terus belajar dan membuka diri terhadap pengetahuan baru, terlepas dari pengalaman maupun kemampuan yang telah dimiliki.

“Karena ini sifatnya belajar, maka mudah-mudahan kita semua bersedia membuka diri bahwa apa pun ilmu yang telah kita miliki ternyata tidak pernah cukup,” ujarnya.

Menurut Firman, penguatan organisasi bukan hanya diperlukan dalam lingkup asosiasi, tetapi juga menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap perusahaan yang bergerak di industri penyelenggaraan haji dan umrah.

FotoJet - 2026-10-23T193741.325.jpg

Ia menekankan bahwa menjalankan usaha di sektor layanan ibadah bukanlah pekerjaan sederhana. Para pelaku usaha tidak hanya mengelola bisnis, tetapi juga membangun kepercayaan, mengelola sumber daya manusia, mengikuti perubahan regulasi, menjaga kualitas layanan, serta memikul tanggung jawab terhadap jemaah yang mempercayakan perjalanan ibadahnya.

Perusahaan Kuat Tak Bergantung pada satu Orang

Firman menyoroti pola pengelolaan perusahaan yang pada tahap awal sering kali bertumpu pada pendiri atau pemilik usaha. Seluruh keputusan dan penyelesaian persoalan cenderung terpusat pada satu orang.

Pola tersebut, menurutnya, mungkin dapat berjalan ketika perusahaan masih dalam tahap awal. Namun, seiring pertumbuhan usaha dan meningkatnya kompleksitas tantangan, ketergantungan pada pimpinan justru dapat menjadi hambatan.

“Namun sampai kapan pola seperti ini dapat kita pertahankan?” kata Firman, mengajak peserta mengevaluasi sistem pengelolaan perusahaan masing-masing.

Ia kemudian menyampaikan sebuah anekdot yang menurutnya relevan untuk menggambarkan pentingnya delegasi dalam kepemimpinan.

“Apabila di sebuah perusahaan, Anda adalah orang yang paling sibuk, maka pasti Anda bukanlah CEO-nya,” ujarnya mengutip anekdot yang pernah dibacanya.

Bagi Firman, perusahaan yang kuat bukanlah perusahaan yang pemimpinnya harus mengerjakan segala sesuatu sendiri. Sebaliknya, perusahaan yang sehat adalah perusahaan yang mampu berjalan dengan baik karena didukung sistem kerja, tim yang solid, dan pembagian tanggung jawab yang terstruktur.

Karena itu, ia menilai pemahaman tentang keorganisasian menjadi bekal penting bagi para pemilik dan pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) maupun Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Penguatan organisasi perlu dilakukan melalui kepemimpinan yang efektif, pendelegasian kewenangan, pengembangan kualitas sumber daya manusia, komunikasi internal yang baik, serta budaya kerja profesional.

Firman menegaskan, keberhasilan perusahaan tidak semata-mata diukur dari jumlah jemaah yang berhasil diberangkatkan atau banyaknya pendaftar. Kualitas pengelolaan perusahaan dan konsistensi pelayanan juga menjadi ukuran penting keberhasilan usaha.

Siapkan Organisasi Menghadapi Transformasi Industri

Lebih lanjut, Firman mengingatkan bahwa industri haji dan umrah tengah menghadapi perubahan yang menuntut para pelaku usaha untuk terus beradaptasi.

Perubahan kebijakan, perkembangan teknologi, digitalisasi layanan, persaingan usaha, hingga meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui kesiapan organisasi.

Menurutnya, perusahaan yang tidak mempersiapkan sistem dan sumber daya manusianya akan kesulitan mengikuti perubahan. Sebaliknya, perusahaan dengan tata kelola yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta kepemimpinan yang terbuka terhadap perubahan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara berkelanjutan.

Ia pun mendorong peserta menjadikan pelatihan tersebut sebagai momentum untuk mengevaluasi kondisi internal perusahaan masing-masing.

Firman mengajak para peserta mencermati sejumlah hal mendasar, mulai dari efektivitas pembagian tugas, pemahaman karyawan terhadap tanggung jawabnya, keteraturan sistem kerja, hingga kesiapan menyiapkan generasi penerus yang mampu melanjutkan dan mengembangkan perusahaan.

“Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin sederhana, tapi jawabannya akan sangat menentukan usaha kita,” tuturnya.

HIMPUH Harus Jadi Ruang Belajar dan Pengembangan Kapasitas

Dalam kesempatan tersebut, Firman menitipkan tiga hal penting yang diharapkan menjadi perhatian peserta selama mengikuti pelatihan keorganisasian.

Pertama, membangun kepemimpinan yang efektif. Kedua, mengembangkan organisasi yang sehat dan profesional. Ketiga, memperkuat budaya kolaborasi dan pembelajaran.

Ia menilai para pelaku usaha PPIU dan PIHK memiliki pengalaman berharga yang dapat dibagikan satu sama lain, baik mengenai keberhasilan, kesalahan, maupun tantangan dalam mengelola perusahaan.

Pengalaman tersebut, apabila dibagikan dan dipelajari bersama, dapat menjadi sumber pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha.

Di sinilah, menurut Firman, HIMPUH memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi wadah berhimpun dan memperjuangkan aspirasi anggota.

“HIMPUH bukan saja jadi wadah berhimpun PPIU dan PIHK yang memperjuangkan aspirasi anggota, tapi juga harus menjadi ruang belajar, pengembangan kapasitas, dan penguatan profesionalisme para pelaku usaha,” pungkasnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id