A+ A A-

Kemenag Lepas Keberangkatan Perdana Jemaah Haji Khusus HIMPUH

  • Published in News

Direktur Pembinaan Haji Khusus dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim berharap proses pemberangkatan 297 Jemaah Haji Khusus dari Anggota Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) berjalan dengan lancar hingga akhir pemberangkatan 17 Agustus 2018 mendatang. 

"Kami juga berharap proses keberangkatan berjalan dengan baik tanpa kendala apa pun," kata Arfi usai melepas jamaah di Terminal tiga Ultimate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (29/7/2018). Selain itu, ia mengimbau selama menjalankan ibadah di  Madinah maupun Mekkah agar jemaah menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. 

Arfi juga berpesan agar jemaah memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, jaga kesehatan, keselamatan dan ikuti petunjuk yang diterima saat manasik. "Jika semua berjalan lancar, Insya Allah, ketika pulang nanti akan meraih predikat mabrur," tuturnya.

Mengenai keberangkatan jemaah haji khusus, Ketua Umum HIMPUH H Baluki Ahmad mengatakan, persiapan jemaah saat ini sudah maksimal, baik akomodasi dan pelayanan selama berada di Arab Saudi. Sesuai standar aturan pelayanan minimal jemaah yang ditentukan Kemenag, pada umumnya 80% jemaah haji khusus anggota HIMPUH akan berada di Ring I.

"Jadi harus dibedakan pemondokan itu ada dua. Yang satu untuk transit tidak diukur dengan jarak dan satunya lagi untuk tempat tinggal utama jemaah selama melaksanakan ibadah. Itulah yang diukur dengan jarak sesuai ketentuan tidak boleh lebih dari 500 meter. Dan kita sudah menempatkan jemaah berada di Ring I di sekitar Masjidil Haram,” jelas Baluki.

Termasuk juga, lanjutnya, dengan bintang pelayanannya, sesuai ketentuan yang berlaku, Haji Khusus menggunakan bintang empat dan bintang lima. Untuk itu, Baluki bersyukur karena diatur sistem e-hajj ini menjadikan sesuatu hal yang sangat tertib dan baik karena yang tersistem di situ adalah hotel-hotel berbintang lima. Jadi, tidak ada lagi jemaah yang berangkat kesana tidak punya kamar hotel.

Semua, ujarnya, sudah mendapatkan hotel karena sudah masuk ke dalam sistem e-hajj tersebut. Ketika tidak masuk ke sistem, maka jemaah itu tidak akan mendapatkan visa. "Nah, dengan adanya sistem e-hajj ini mengatur kita untuk berbuat tertib dan meningkatkan pelayanan kita terhadap jamaah,” tandas Baluki.

Tahun ini jemaah haji khusus mendapat kuota 17.000 jamaah. Sedangkan anggota HIMPUH sendiri mendapatkan 9.765 kuota atau 58% dari seluruh kuota haji khusus dan sudah terproses e-hajj 95%. Untuk yang sudah mendapatkan visa sebanyak 60% dan akan biberangkatkan 90 PIHK yang tergabung dalam HIMPUH serta seluruhnya akan menempatkan jemaah di enam Maktab di Majr Kabs, daerah yang posisinya sangat dekat dengan Jamarat.

http://krjogja.com/web/news/read/73255/Kemenag_Lepas_Keberangkatan_Perdana_Jemaah_Haji_Khusus_HIMPUH