A+ A A-

Bercanda Bawa Bom, Jamaah Umroh Ditahan di Jeddah

  • Published in Umrah

Dua jamaah umroh asal Kabupaten Pasuruan, Umi Widiyani (56) dan Triningsih Kamsir (50) ditahan otoritas Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi setelah bercanda dengan pramugari di dalam pesawat Royal Brunei Airline, yang menyebut kata bom. Crew pesawat pun langsung menunda keberangkatan dan kembali memeriksa seluruh barang bawaan jamaah umroh.

Hingga hari ke enam, kedua jamaah tersebut masih ditahan kepolisian Arab Saudi. Kedua jamaah tersebut ditemani Lyan Widya (35), anak Umi Widiyani, yang turut serta dalam rombongan jamaah umroh yang diberangkatkan biro travel Hijrah Tour, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Suryono Pane, penasehat hukum keluarga jamaah umroh, mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan untuk mengetahui perkembangan jamaah yang masih ditahan di Jeddah. Sayangnya, Kemenag Kabupaten Pasuruan belum mengetahui nasib kedua jamaah tersebut.

"Kemenag tidak mendapat konfirmasi tentang keberadaan jamaah umroh yang masih ditahan di Jeddah. Mereka beralasan, Hijrah Travel tidak mendaftarkan jamaah umrohnya melalui Kemenag Kabupaten Pasuruan. Sementara Hijrah Travel justru saling lempar tanggung jawab dalam memberikan penjelasan kepada pihak keluarga," kata Suryono Pane kepada wartawan, Selasa (17/1/2017).

Menurutnya, pihak keluarga berharap agar Kemenlu RI pro aktif memperjuangkan kebebasan dan memulangkan kedua WNI ke tanah air. Meski dianggap menyalahi SOP penerbangan, kedua jamaah umroh tersebut tidak terbukti membawa bom di dalam kopernya. "Kami sudah melakukan komunikasi intensif dengan Kemenlu RI yang menyatakan keduanya sudah tidak ada masalah. Kami berharap agar Kemenlu dan Kemenag segera memproses kepulangan jamaah umroh agar bisa kembali berkumpul bersama keluarganya," pungkasnya.

Sementara itu, Berlian, anak dari Umi Widiyani berharap agar ibunya segera dipulangkan ke tanah air. Menurutnya, penahanan jamaah umroh ini terjadi karena kesalahanpahaman pramugari dan perbedaan bahasa saja. Tiada maksud apapun atas ungkapan kata bom tersebut untuk menakuti pramugari yang berdarah Melayu itu. "Ibu saya tentu tidak bermaksud menakut-nakuti. Mungkin karena terlalu senang, ia menyebut bahwa tas kopernya tentu berisi oleh-oleh, masa dari Arab Saudi, berisi bom," kata Berlian. Saat ini, ketiga jamaah umroh yang masih ditahan di Jeddah masih dalam keadaan sehat wal afiat. Berlian mengaku masih bisa berkomunikasi dengan kakaknya, Lyan, yang mendampingi ibu dan saudaranya. Hanya saja, persoalan penguasaan bahasa Arab yang minim menjadi kendala dalam penyelesaian di kepolisian Arab Saudi.