Jangan Tunggu Haus! Ini Cara Jemaah Haji Hindari Dehidrasi di Tanah Suci
HIMPUHNEWS - Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan serius bagi jemaah haji. Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga tubuh tetap terhidrasi agar ibadah di Tanah Suci dapat dijalani dengan optimal tanpa gangguan kesehatan.
Dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, menekankan bahwa pemenuhan cairan tubuh menjadi kunci utama selama menjalani rangkaian ibadah haji. Ia menyebut, kondisi lingkungan dengan suhu tinggi berisiko memicu dehidrasi jika tidak diantisipasi sejak awal.
“Kebutuhan cairan orang dewasa sekitar 30 ml sampai 35 ml per kilogram berat badan per hari. Jadi, orang dewasa dengan berat badan 60 kg kebutuhan cairannya berkisar 1,8 liter sampai 2,1 liter per hari,” ujarnya dilansir antara Senin (06/04)
Kebutuhan cairan tersebut, lanjutnya, bisa dipenuhi dari asupan minuman maupun makanan sehari-hari
Jangan Tunggu Haus, Ini Tanda Awal Dehidrasi
Dr. Tan mengingatkan bahwa rasa haus bukan indikator awal tubuh kekurangan cairan. Ia menegaskan, banyak orang keliru memahami sinyal tubuh terkait dehidrasi.
"Bukan haus. Haus tanda akhir dehidrasi," ujarnya.
Menurutnya, tanda awal dehidrasi justru dapat dilihat dari warna urine. Jika urine berwarna jernih hingga kuning muda, itu menandakan tubuh terhidrasi dengan baik. Sebaliknya, urine berwarna kuning pekat menjadi sinyal awal tubuh mulai kekurangan cairan.
Selain itu, ia menyarankan jemaah untuk mencukupi kebutuhan minum, namun tetap membatasi konsumsi kopi dan teh. Kedua jenis minuman tersebut dinilai dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga mempercepat kehilangan cairan tubuh.
Hindari Minuman dan Makanan Tinggi Gula
Sementara itu, ahli gizi sekaligus dosen ilmu kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengingatkan pentingnya menjaga pola konsumsi selama persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji.
"Minuman yang tambahan gulanya banyak mulai dihindari agar metabolik tetap sehat," kata Rita kepada ANTARA pada Rabu.
Ia juga menyoroti konsumsi makanan tinggi gula yang perlu dibatasi.
"Donat, roti-roti coklat, kemudian biskuit-biskuit yang banyak krimnya, itu mulai dikurangi atau bahkan jangan dikonsumsi dulu selama satu bulan ini untuk menghindari asupan gula berlebih supaya metaboliknya tetap sehat," tuturnya.
Rita menyarankan jemaah mulai membiasakan pola makan sehat dengan memilih makanan yang minim proses pengolahan.
"Lebih baik mulai melatih konsumsi makanan real food agar tubuh lebih siap," katanya.
Secara umum, jemaah haji dianjurkan untuk menjaga kondisi fisik melalui pola makan bergizi seimbang dan kecukupan cairan. Hal ini penting agar tubuh tetap bugar selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci yang membutuhkan stamina tinggi.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
