himpuh.or.id

Bukan Cuma Bangun Hotel, Transformasi Makkah Kini Masuk Era AI dan Smart City

Kategori : Berita, Ditulis pada : 28 September 2026, 09:00:27

WhatsApp Image 2026-09-28 at 06.55.35.jpeg

HIMPUHNEWS — Lebih dari 19,5 juta jemaah dan pengunjung internasional mendatangi Makkah sepanjang 2025, mempertegas besarnya tekanan sekaligus peluang ekonomi yang muncul dari pertumbuhan arus jemaah ke kota suci tersebut.

Dari jumlah itu, 18,03 juta merupakan jemaah umrah dan sekitar 1,5 juta lainnya adalah jemaah haji. Jumlah jemaah umrah bahkan meningkat 114 persen dibandingkan 2022.

Pertumbuhan tersebut berjalan beriringan dengan transformasi perkotaan dan ekonomi Makkah yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kota, kualitas pelayanan, serta kesiapan menghadapi jumlah jemaah dan pengunjung yang terus bertambah.

Berdasarkan laporan Pilgrim Experience Program 2025, sebanyak 87 inisiatif telah dijalankan dengan melibatkan lebih dari 60 entitas. Tingkat kepatuhan pelaksanaan program tersebut tercatat mencapai 100 persen.

Kepuasan Jemaah Lampaui Target

Transformasi layanan juga tercermin dari tingkat kepuasan pengguna layanan. Tingkat kepuasan jemaah haji mencapai 91 persen, sedangkan jemaah umrah tercatat 94 persen.

Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam Saudi Vision 2030.

Selain penguatan layanan utama, pengembangan kawasan bersejarah dan destinasi budaya juga terus dilakukan. Jumlah situs sejarah dan destinasi budaya yang telah dikualifikasi di Makkah dan Madinah mencapai 87 lokasi, dengan total lebih dari 55 juta kunjungan.

Di sisi pelayanan jemaah, sebanyak 184.569 relawan tercatat terlibat dalam berbagai layanan selama periode tersebut.

Sementara itu, jumlah visa yang diterbitkan untuk umrah, kunjungan, dan keperluan lainnya mencapai 15,03 juta. Sekitar 83 persen di antaranya merupakan visa umrah.

Proyek Besar Ubah Wajah Kota

Perubahan wajah Makkah didorong oleh sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan kawasan Masar, Jabal Omar, serta program peningkatan lingkungan permukiman.

Proyek-proyek tersebut meningkatkan daya tampung kota, memperbaiki jaringan jalan dan fasilitas publik, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Dekan College of Business and Economics Umm Al-Qura University, Dr. Musab bin Kamal Al-Subhi, menilai perkembangan tersebut telah mendorong Makkah menuju ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Transformasi perkotaan juga dinilai meningkatkan daya tarik investasi dan membuka peluang ekonomi baru seiring bertambahnya jumlah jemaah.

Sementara itu, Dekan College of Engineering and Architecture Umm Al-Qura University, Dr. Omar Osrah, menekankan bahwa karakter religius dan historis Makkah membutuhkan pendekatan perencanaan dan rekayasa yang mampu menyeimbangkan ekspansi kota dengan pelestarian identitas Islam.

Penggunaan teknologi pintar turut menjadi bagian penting dalam pengelolaan fasilitas, pergerakan massa, dan berbagai layanan kota.

AI dan Data Dorong Makkah Jadi Kota Pintar

Transformasi digital menjadi salah satu pilar dalam pengembangan Makkah. Kota tersebut bergerak menuju model smart city dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta analisis data dalam pengelolaan fasilitas dan pelayanan.

Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pengambilan keputusan, serta memperkuat keamanan bagi penduduk maupun pengunjung.

Pertumbuhan jemaah juga semakin tersebar secara geografis. Data Pilgrim Experience Program menunjukkan Pakistan, Indonesia, dan Mesir menjadi tiga negara teratas berdasarkan jumlah warga yang datang menggunakan visa umrah pada 2025.

Kondisi tersebut memperkuat kebutuhan akan sistem operasional yang mampu mengikuti pertumbuhan arus jemaah internasional.

Ekonomi Jemaah Buka Peluang Baru

Pembangunan perkotaan tidak hanya berdampak pada layanan jemaah, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi.

Investasi dan aktivitas usaha meningkat pada sektor perumahan, perhotelan, ritel, dan logistik. Pembangunan juga menciptakan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung serta mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

Perkembangan tersebut meningkatkan kontribusi sektor-sektor yang melayani kebutuhan jemaah terhadap perekonomian lokal.

Transformasi itu ikut mengangkat posisi Makkah di tingkat global. Dalam laporan tahunan Pilgrim Experience Program, Makkah menempati peringkat kelima dunia sebagai kota dengan jumlah pengunjung internasional terbanyak.

Posisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi Makkah tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik. Perencanaan kota, digitalisasi, penguatan ekonomi, pelayanan jemaah, dan aspek keberlanjutan kini bergerak secara bersamaan untuk menyiapkan kota menghadapi pertumbuhan kunjungan pada masa mendatang.

 

SUMBER: Ajel.Sa

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id