Saudi Siapkan 12 Mega Proyek di Dekat Masjid Haramain, dari Hotel hingga Kawasan Budaya

HIMPUHNEWS - Transformasi besar tengah berlangsung di dua kota suci Arab Saudi. Sebanyak 12 proyek pembangunandisiapkan di Makkah dan Madinah, mulai dari kawasan perhotelan raksasa, permukiman, pusat perdagangan, distrik budaya, hiburan hingga wisata kesehatan.
Melansir theislamicinformation, Proyek-proyek tersebut berada di kawasan yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Makkah. Pengembangannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung sekaligus penduduk lokal di tengah meningkatnya aktivitas wisata religi dan pembangunan perkotaan.
Salah satu proyek terbesar berada di Madinah melalui Rua Al Madinah, yang menargetkan pembangunan 47.000 kamar hotel pada 2030. Sementara di Makkah, tahap baru program Developed Neighbourhoods mencakup investasi lebih dari SAR 16,3 miliar.
Madinah Bersiap Jadi Pusat Hotel hingga Wisata Kesehatan

Salah satu proyek utama di Madinah adalah Knowledge Economic City (KEC). Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat industri berbasis pengetahuan, pariwisata, serta kehidupan perkotaan berkelanjutan.
Di dalam kawasan tersebut direncanakan proyek hunian sebanyak 2.700 apartemen yang berlokasi dekat pusat komersial Multaqa Madinah. Proyek hunian itu diperkirakan memiliki pendapatan sebesar SAR 4 miliar.
Tak jauh dari Masjid Nabawi, proyek Rua Al Madinah juga menjadi salah satu pembangunan terbesar di kota tersebut. Kawasan seluas sekitar 1,5 juta meter persegi itu dibangun di sebelah timur Masjid Nabawi oleh Rua Al Madinah Holding yang sepenuhnya dimiliki Public Investment Fund (PIF).

Proyek tersebut menargetkan pembangunan 47.000 kamar hotel pada 2030 dan disebut sebagai proyek hospitality terbesar di dunia. Pengembangannya juga dikaitkan dengan target Arab Saudi untuk menerima 30 juta jemaah umrah per tahun pada 2030.
Di dalam kawasan Rua Al Madinah juga hadir pengembangan Fairmont Residences Rua Al Madinah. Pendaftaran pembelian telah dibuka untuk 120 hunian mewah yang berada di dekat Masjid Nabawi.
Jabal Uhud Masuk Peta Wisata Kesehatan

Transformasi Madinah tidak hanya bertumpu pada akomodasi dan perumahan. Kawasan Jabal Uhud juga masuk dalam pengembangan melalui proyek Qalb Jabal Uhud.
Proyek tersebut merencanakan sebuah wellness resort di kawasan Jabal Uhud. Tahap pertama mencakup kompleks kafe dan restoran, kompleks klinik, serta fasilitas di puncak gunung dengan panorama Madinah.
Pengembangan ini menambah fungsi kawasan Jabal Uhud yang memiliki nilai sejarah penting dalam Islam karena berkaitan dengan Perang Uhud, salah satu peristiwa besar dalam sejarah awal Islam.

Sementara itu, Multaqa Madinah Knowledge City akan berfungsi sebagai pusat komersial Knowledge Economic City. Kawasan ini mencakup boulevard bagian dalam dan luar, taman publik seluas 45.000 meter persegi, fasilitas hiburan, restoran, kafe, serta kawasan heritage.
Setelah seluruh tahap pembangunan selesai, Multaqa Madinah dirancang menjadi salah satu titik pertemuan utama bagi penduduk maupun pengunjung Madinah.
Budaya Dunia Islam hingga Kota Hiburan

Proyek lain di Madinah adalah Jadat Al Alam Al Islami, yang membentang di sepanjang King Abdulaziz Road, dekat Stasiun Haramain High Speed Railway dan berada di sebelah timur Masjid Nabawi.
Dengan luas sekitar 1 juta meter persegi, kawasan tersebut dirancang sebagai ruang yang mempertemukan budaya dari berbagai negara di dunia Islam dalam satu kawasan.
Sektor hiburan juga mendapat porsi tersendiri. Perusahaan milik PIF, SEVEN, tengah membangun destinasi hiburan senilai SAR 1,3 miliar di dekat King Fahd Central Park.
Kawasan tersebut memiliki area terbangun seluas 84.000 meter persegi dengan enam zona yang terdiri dari hiburan keluarga, bowling, Discovery Adventures, Play-Doh, bioskop AMC, dan karting.
Makkah Punya King Salman Gate dan Masar

Gelombang pembangunan berskala besar juga berlangsung di Makkah. Salah satu proyek paling menonjol adalah King Salman Gate, yang diluncurkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada Oktober 2025.
Proyek itu memiliki area terbangun seluas 12 juta meter persegi di dekat Masjidil Haram. Pengembangannya berada di bawah Rua Al Haram Al Makki, perusahaan yang dewan direksinya dipimpin Mohammed bin Salman.
King Salman Gate juga masuk dalam kawasan Makkah yang telah disetujui dalam kerangka aturan baru kepemilikan properti bagi umat Islam.
Selain King Salman Gate, terdapat Masar Makkah yang memiliki luas 1.247.056 meter persegi di sisi barat Makkah. Kawasan ini membentang dari Third Ring Road, melintasi First Ring Road di tepi barat Jabal Omar, hingga mencapai kawasan di sekitar Masjidil Haram.
King Abdulaziz Road menjadi koridor utama proyek tersebut.

Royal Commission for Makkah City and Holy Sites menyebut kawasan Masar menyediakan akomodasi, jalur pejalan kaki, ruang budaya dan olahraga, serta hunian. Pengembangnya adalah Umm Al Qura for Development and Construction.
Kawasan Masar juga dilayani sistem Masar Bus Rapid Transit, yang menghubungkan stasiun kereta Haramain dengan pusat Kota Makkah.
Kawasan Lama Makkah Dibangun Ulang, Investasi SAR 16,3 Miliar

Pembangunan lain yang memiliki nilai investasi besar adalah Developed Neighbourhoods Programme.
Royal Commission for Makkah City and Holy Sites meluncurkan program tersebut pada 20 Januari 2026 untuk membenahi kawasan permukiman tidak terencana di Makkah. Program ini bertujuan membangun kembali kawasan tersebut sekaligus meningkatkan layanan kota, kesehatan, sosial, dan wajah perkotaan.
Tahap baru kemudian diluncurkan pada 24 Juni 2026 dan mencakup tujuh lokasi, yakni South Jurhum, Al Hajlah, Al Khalidiyah, East Hindawiyah, South Hindawiyah, West Hindawiyah, dan Al Zuhur.
Secara keseluruhan, tujuh kawasan tersebut memiliki luas lebih dari 4,4 juta meter persegi dengan nilai investasi di atas SAR 16,3 miliar.
Thakher Makkah, Indonesia Sudah Masuk

Di kawasan lain, proyek Thakher Makkah dikembangkan di area seluas 320.000 meter persegi, sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram.
Thakher Development selaku master developer menyebut kawasan tersebut akan memiliki sekitar 100 kavling untuk hotel, hunian, pertokoan, dan berbagai fasilitas layanan.
Sejumlah jaringan hotel seperti Radisson, Park Inn, dan Novotel menjadi bagian dari pengembangan tersebut. Novotel di kawasan ini disebut sebagai hotel Novotel terbesar di dunia berdasarkan jumlah kamar.
Total nilai proyek Thakher Makkah mencapai SAR 26 miliar.
Indonesia juga telah mengakuisisi kompleks Novotel Thakher City sebagai bagian dari rencana penyediaan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah.
Hunian Baru hingga Pusat Belanja Raksasa

Pengembangan Makkah juga bergerak ke sektor perumahan melalui Makkah Gate, kawasan hunian pertama yang diluncurkan National Housing Company (NHC) di Makkah pada Juni 2024.
Kawasan tersebut memiliki luas lebih dari 5 juta meter persegi di bagian barat Makkah dan masih berada dalam batas kawasan Haram.
Rencananya, Makkah Gate akan menyediakan lebih dari 8.300 vila, townhouse, dan apartemen bagi lebih dari 38.000 penduduk. Kawasan ini juga dilengkapi 38 taman dengan luas keseluruhan lebih dari 730.000 meter persegi.
Tahap pertama menyediakan lebih dari 2.300 unit hunian.
Sementara sektor perdagangan dikembangkan antara lain melalui Al Huda Park, destinasi retail dan gaya hidup yang berada di Fourth Ring Road Makkah.
Proyek yang dikembangkan Hamat tersebut memiliki lebih dari 50.000 meter persegi area sewa dan lebih dari 300 toko.
Berdasarkan pengajuan Al Andalus Real Estate di Tadawul, pembangunan proyek tersebut telah mencapai sekitar 68 persen pada akhir April 2026. Pembukaannya ditargetkan pada kuartal pertama 2027.
Deretan proyek tersebut menunjukkan pembangunan Makkah dan Madinah bergerak jauh melampaui tambahan hotel untuk jemaah. Infrastruktur hunian, transportasi, perdagangan, budaya, kesehatan, hingga hiburan kini berkembang bersamaan di sekitar dua kota suci tersebut.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
