Tiket Pulang Tak Kunjung Diberikan Travel, 32 Jemaah Umrah Masih Tertahan di Jeddah

HIMPUHNEWS — Puluhan jemaah umrah dari sebuah biro perjalanan di Tebet, Jakarta Selatan, masih tertahan di Jeddah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Arab Saudi. Dari total 93 jemaah yang berangkat pada 22 September 2026, sekitar 32 orang disebut belum dapat kembali ke Indonesia karena tiket kepulangan belum diserahkan pihak travel.
Salah seorang jemaah, Jihan (bukan nama sebenarnya), mengatakan dirinya dan puluhan jemaah lainnya masih menunggu kepastian kepulangan. Informasi mengenai tiket yang sebelumnya disebut telah tersedia untuk penerbangan 3 Oktober 2026 ternyata belum terealisasi.
“Sekitar 32 orang kalau saya hitung dari kopernya, belum bisa pulang karena pihak travel belum membelikan tiket pulang,” kata Jihan dikutip dari Kompas.com, Selasa (6/10/2026).
Jemaah Diminta Beli Tiket Sendiri
Situasi tersebut kemudian membuat pihak travel menawarkan solusi agar jemaah membeli tiket pesawat menggunakan biaya pribadi terlebih dahulu. Biaya tersebut dijanjikan akan diganti kemudian melalui mekanisme penggantian atau reimburse.
Menurut Jihan, pihak pengacara travel membuat perjanjian mengenai pengembalian biaya tiket. Dalam perjanjian itu, jemaah disebut akan mendapatkan penggantian biaya tiket dalam rentang waktu tertentu.
“Jadi di-reimburse. Pengacaranya bikin perjanjian, bahwa dalam waktu 1 sampai 1,5 bulan uang tiket akan diganti sebesar Rp 8 juta,” tutur Jihan.
Sejumlah jemaah disebut telah lebih dulu meninggalkan Arab Saudi menggunakan biaya sendiri. Jihan juga berencana pulang ke Indonesia dengan tiket pesawat seharga Rp9,4 juta. Untuk membeli tiket tersebut, dia mengaku harus meminjam uang kepada kerabatnya.
“Ini saya beli tiket pulangnya ngutang dulu ke temen. Semoga bisa selamat sampai tujuan, supaya bisa bayar utang tiketnya,” kata dia.
Paket Tur Berubah, Jemaah Sempat Tak Punya Penginapan
Persoalan kepulangan bukan satu-satunya masalah yang diceritakan Jihan. Sebelum berangkat, para jemaah disebut membayar paket yang mencakup ibadah umrah sekaligus tur ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Namun, rencana perjalanan tersebut berubah menjadi tur ke Turkiy. Pada akhirnya, perjalanan ke negara lain itu juga tidak terlaksana. Para jemaah hanya menjalani rangkaian ibadah umrah di Arab Saudi. Sebagai pengganti, mereka dijanjikan tambahan oleh-oleh berupa air zam-zam dan 20 paket suvenir.
Masalah lain muncul ketika rombongan tiba di Madinah. Jihan mengatakan para jemaah sempat tidak mendapatkan tempat untuk menginap sehingga harus menunggu di trotoar ketika pihak travel mencari solusi.
Saat ditanyakan kepada tour leader (TL), para jemaah mendapat informasi bahwa pihak travel diduga mengalami persoalan dengan agen yang bekerja sama di Arab Saudi.
“Aku tanya TL, katanya Ibu owner itu kena bohong sama agen yang di sini, udah dibayar tapi ternyata sama mereka belum dibayarin,” kata Jihan.
Kondisi tersebut membuat para jemaah harus beberapa kali berpindah penginapan selama berada di Madinah dan Makkah. Di Makkah, mereka juga sempat mendapat informasi untuk meninggalkan penginapan ketika masih menjalani kegiatan di kota lain.
Menurut Jihan, para jemaah kemudian dibantu TL untuk membereskan barang dan meninggalkan hotel tersebut.
Kantor Travel di Tebet Terlihat Tutup
Kompas.com telah berupaya meminta konfirmasi kepada pemilik travel terkait persoalan yang dialami para jemaah. Namun, belum ada jawaban resmi yang disampaikan.
Kantor travel di Tebet juga didatangi untuk memperoleh informasi. Namun, tidak terlihat aktivitas di dalam kantor yang pagarnya tertutup rapat. Sejumlah perempuan sempat datang ke depan kantor, tetapi kemudian pergi setelah melihat kondisi kantor yang terkunci.
Salah seorang jemaah lama travel tersebut, Dwi, datang untuk memastikan kondisi kantor karena tetangganya berencana menggunakan jasa travel tersebut untuk keberangkatan umrah bulan depan.
“Iya saya ke sini buat mastiin lagi, soalnya ini tetangga saya mau berangkat bulan depan,” kata Dwi.
Dwi mengaku sebelumnya pernah menggunakan jasa travel tersebut pada 2024 dengan membawa lima anggota keluarganya. Saat itu, dia menilai pelayanan travel tersebut cukup memuaskan sehingga tidak ragu merekomendasikannya kepada tetangganya.
Dwi kemudian menghubungi pemilik travel untuk menanyakan kondisi kantor. Menurutnya, pemilik travel menyampaikan bahwa kantor akan kembali buka keesokan harinya.
“Ini udah balas, katanya besok kantornya buka,” kata Dwi.
Kondisi kantor yang tertutup juga menjadi perhatian warga sekitar. Pagar kantor terlihat digembok dengan rantai dan terdapat sebuah mobil hitam yang terparkir di depannya.
Seorang pedagang di seberang kantor mengatakan kantor tersebut telah tutup sejak Sabtu. Pada Senin (5/10/2026), sekelompok pria berbadan besar juga disebut datang ke lokasi.
“Katanya dari saudaranya, nagih utang gitu. Tapi saya juga enggak tahu pastinya gimana,” kata pedagang bernama Asep (bukan nama sebenarnya).
Perwakilan kelompok tersebut kemudian ditemui seorang pria dari kantor. Keduanya sempat berbincang sebelum kelompok pria itu meninggalkan lokasi.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
