Jemaah Umrah Pulang Beli Tiket Sendiri, Travel Janji Reimburse Rp 8 Juta dalam 45 Hari

HIMPUHNEWS - Persoalan kepulangan jemaah umrah dari Arab Saudi kembali menjadi sorotan setelah sejumlah jemaah yang menggunakan jasa travel asal Tebet, Jakarta Selatan, harus membeli tiket pesawat secara mandiri. Salah satu jemaah bahkan mengaku harus berutang Rp 9,4 juta untuk mendapatkan tiket pulang ke Indonesia.
Pihak travel As Syifa akhirnya memberikan penjelasan mengenai rangkaian persoalan tersebut. Kuasa hukum pemilik travel, Azman, mengatakan masalah bermula dari pembengkakan biaya penyelenggaraan perjalanan yang disebut terjadi setelah adanya konflik di Timur Tengah.
“Avtur naik, harga tiket naik, yang membuat harga dasar jadi semua naik. Kalau memang itu dipaksakan lagi sama klien kami, akan lebih membengkak lagi biayanya,” ungkap Azman saat ditemui Kompas.com di Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Paket Umrah Sempat Berubah
Menurut Azman, travel tersebut sebelumnya menawarkan paket promo ulang tahun pada Maret 2026 dengan harga khusus. Selain perjalanan umrah, paket awal juga mencantumkan kunjungan ke Dubai, Uni Emirat Arab.
Rencana perjalanan kemudian mengalami sejumlah perubahan. Destinasi Dubai diganti menjadi Turki, sebelum akhirnya paket tersebut tidak lagi mencantumkan destinasi tambahan.
Sebagai pengganti, jemaah disebut akan memperoleh tambahan oleh-oleh berupa paket air zam-zam dan 20 suvenir.
Persoalan juga terjadi pada akomodasi selama jemaah berada di Tanah Suci. Hotel yang sebelumnya telah disiapkan sempat dibatalkan sehingga pemilik travel, Mulyati, harus mencari penginapan pengganti dalam waktu yang terbatas.
“Uangnya dibalikin, tapi cari hotel lagi di situasi mendadak itu kan susah, mahal,” kata Azman.
Jemaah kemudian mendapatkan hotel pengganti. Namun, menurut penjelasan pihak travel, mereka kembali harus berpindah penginapan beberapa kali karena persoalan serupa.
Tiket Pulang Jadi Masalah Utama
Masalah kemudian berlanjut ketika tiket pesawat untuk kepulangan jemaah tidak dapat dibelikan hingga melewati batas waktu kepulangan.
Pihak travel akhirnya meminta jemaah membeli tiket sendiri dengan janji biaya tersebut akan diganti setelah mereka kembali ke Indonesia. Nilai penggantian yang disepakati disebut sekitar Rp 8 juta lebih dan akan dibayarkan dalam waktu paling lambat 45 hari.
“Eakhirnya kami pun bicara sama para jemaah, beli tiket sendiri, nanti kami reimburse di sini. Reimburse itu sekitar 8 jutaan lebih lah ya sesuai kesepakatan,” ujar dia.
Salah satu jemaah, Jihan (bukan nama sebenarnya), mengatakan dirinya harus meminjam uang kepada kerabat untuk membeli tiket pulang. Tiket tersebut dibelinya dengan harga Rp 9,4 juta dan ia akhirnya kembali ke Indonesia pada Selasa (6/10/2026) malam.
“Ini saya beli tiket pulangnya ngutang dulu ke temen. Semoga bisa selamat sampai tujuan, supaya bisa bayar utang tiketnya,” kata Jihan saat dihubungi lewat pesan singkat, Selasa.
Meski harus menanggung biaya tiket terlebih dahulu, Jihan mengatakan dirinya masih menunggu penggantian dari pihak travel sesuai kesepakatan 45 hari. Selama menunggu kepulangan, kebutuhan akomodasi jemaah disebut tetap ditanggung travel, termasuk penginapan dan makan sehari-hari.
Travel Disanksi Tak Boleh Beroperasi
Azman mengatakan seluruh jemaah yang sebelumnya tertahan kini telah kembali ke Tanah Air. Menurutnya, tiket kepulangan akhirnya dicarikan oleh tim travel yang berada di Arab Saudi.
Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian Kementerian Haji dan Umrah. Azman dan Mulyati dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait persoalan yang terjadi.
Travel tersebut dikenai sanksi tidak boleh beroperasi sampai perkara selesai. Sanksi itu berdampak pada rencana keberangkatan jemaah berikutnya.
Calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 20 Oktober akan diundang untuk membicarakan penyelesaian perjalanan mereka. Pihak travel menawarkan dua opsi, yakni pengembalian dana atau penundaan keberangkatan.
“Apakah mereka mau ada refund, kami siap. Atau jadwalnya dimundurkan, boleh,” ujar dia.
Sementara itu, pihak travel masih mengupayakan agar calon jemaah yang dijadwalkan berangkat pada 7 November dapat tetap berangkat sesuai rencana.
Kasus ini sebelumnya mencuat di media sosial setelah muncul cerita mengenai jemaah yang tidak dapat pulang karena tiket pesawat belum tersedia. Pada saat yang hampir bersamaan, kantor travel di Tebet juga disebut sempat didatangi sejumlah orang yang diduga menagih utang.
Seorang pedagang di sekitar kantor tersebut, Asep (bukan nama sebenarnya), mengatakan sekitar 20 pria datang pada Senin (5/10/2026). Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang dibawa kelompok tersebut.
“Katanya dari saudaranya, nagih utang gitu. Tapi saya juga enggak tahu pastinya gimana,” kata Asep saat ditemui di lokasi, Selasa (6/10/2026).
Pihak travel menyatakan persoalan jemaah saat ini sedang diupayakan penyelesaiannya, termasuk penggantian biaya tiket yang telah dikeluarkan secara mandiri oleh jemaah.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
