himpuh.or.id

Bakal Mencapai 1 Kilometer, Jeddah Tower Segera Rebut Gelar Gedung Tertinggi di Muka Bumi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 08 Oktober 2026, 11:15:25

FotoJet - 2026-10-08T112244.862.jpg

HIMPUHNEWS — Megaproyek Jeddah Tower terus menunjukkan kemajuan pesat dan kian mendekati rekor baru. Gedung megah di Arab Saudi ini diproyeksikan bakal merampas gelar bangunan tertinggi di muka bumi dari genggaman Burj Khalifa, seiring laju konstruksi yang terus memanjat hingga ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2028.

Chief Executive Jeddah Economic Company (JEC), Fabien Toscano, mengungkapkan bahwa hingga akhir September, konstruksi gedung telah menembus lantai ke-116 dengan ketinggian mencapai 466 meter. Saat ini, tim pengerjaan di lapangan tinggal menyisakan 41 lantai lagi dari total 157 lantai yang direncanakan. Pernyataan tersebut disampaikan Toscano dalam ajang Saudi Mega Projects 2026 summit di Riyadh (28–30 September).

Lampaui Petronas, Incar Rekor Dunia

Dengan ketinggian yang kini menyentuh 466 meter, Menara Jeddah telah resmi melewati rekor Menara Kembar Petronas di Malaysia (452 meter) sejak awal September lalu.

Begitu seluruh fase konstruksi rampung, Jeddah Tower akan berdiri menjulang setinggi 1.008 meter—melampaui batas psikologis 1 kilometer. Ketinggian ini secara drastis bakal mengungguli Burj Khalifa di Dubai (828 meter) yang telah memegang rekor gedung tertinggi di dunia sejak 2010. Menariknya, kedua mahakarya arsitektur ini lahir dari tangan dingin arsitek yang sama, Adrian Smith, melalui firma Smith and Gordon Gill Architecture.

Penyesuaian Target dan Tekanan Biaya

Meskipun progres fisik berjalan sangat cepat, JEC menggeser target penyelesaian akhir dari jadwal semula di bulan Agustus 2028 ke akhir tahun 2028. Penyesuaian ini dipicu oleh tekanan biaya pengadaan (procurement) dan material konstruksi yang membengkak di kawasan Arab Saudi. Sejumlah analisis industri juga mengaitkan eskalasi biaya operasional ini dengan dampak ketegangan dan konflik politik di wilayah Teluk.

Penundaan tenggat waktu ini turut memengaruhi rencana komersialisasi proyek. Penjualan unit apartemen (off-plan sales) yang tadinya dijadwalkan mulai pada 2026 kini bergeser ke tahun 2027.

Proyek bernilai 7,2 miliar riyal (sekitar Rp30 triliun) hasil kerja sama JEC dan Saudi Binladin Group ini sempat terhenti total selama enam tahun sejak 2018 di lantai ke-63. Namun, sejak pengerjaan kembali dimulai pada Oktober 2024 dan dilanjutkan intensif pada Januari 2025, ritme pembangunannya melesat pesat:

  • Januari: Mendekati lantai 80.

  • April: Tembus lantai 100 dengan ketinggian 400 meter (dikonfirmasi Thornton Tomasetti).

  • Juli: Mencapai ketinggian 430 meter saat ditinjau Pangeran Alwaleed bin Talal.

  • Awal September: Mencapai 454 meter (113 lantai).

  • Akhir September: Bertambah 12 meter dan 3 lantai hingga mencapai 466 meter (116 lantai).

Di luar pembangunan struktur beton inti (concrete core), pengerjaan fasad kaca luar serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) juga tengah berlangsung secara simultan.

Simbol Kemewahan Baru di Laut Merah

Selain menjadi pencakar langit memecah rekor, Menara Jeddah akan difungsikan sebagai kawasan terpadu yang merangkum hunian mewah, ruang komersial, Hotel Four Seasons, serta fasilitas observation deck tertinggi di dunia yang menyajikan pemandangan lanskap Kota Jeddah dan Laut Merah.

Kelanjutan proyek ini akan terus dipantau lewat tiga indikator utama hingga 2028: penyelesaian 41 lantai tersisa, percepatan pemasangan fasad kaca, dan pembukaan penjualan apartemen pada 2027. Jika konsistensi ini terjaga, era baru rekor gedung tertinggi di muka bumi resmi dimulai di akhir 2028.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id