Pemerintah Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Renovasi Lounge Haji Umrah di Bandara Soetta
HIMPUHNEWS - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), mengalihkan layanan penerbangan di Terminal 2F bandara itu sebagai pelayanan utama bagi penumpang jemaah haji dan umrah.
Pemindahan layanan itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan di area Terminal 3 yang sebelumnya dijadikan terminal haji dan umrah.
Terminal 2F didesain khusus dan dilengkapi fasilitas untuk mendukung perjalanan ibadah haji dan umrah. Fasilitas yang ada di Terminal 2F, antara lain, masjid dengan luas sekitar 3.000 meter persegi, area manasik, hingga lounge haji umrah.
Khusus untuk lounge haji dan umrah, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp1 triliun untuk peningkatan fasilitas sebagai persiapan angkutan haji yang dimulai 2 Mei 2025 mendatang.
“Lounge haji dan umroh pada lebaran ini sudah mulai berfungsi, tetapi kita harus antisipasi juga buat haji tanggal 2 Mei sudah mulai. Untuk itulah, kita melakukan percepatan-percepatan,” kata Menteri BUMN Erick Tohir, Sabtu (1/3/2025).
Ia menjelaskan bahwa peningkatan fasilitas dan layanan terhadap jemaah calon haji dan umrah menjadi prioritas dalam peningkatan layanan kebandarudaraan di Soekarno-Hatta. Hal ini seiring dengan jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahunnya.
“Penting sekali kita memanusiakan bangsa kita sendiri. Kita harus memuliakan turis-turis asing, tetapi kita juga ingin memastikan pelayanan terhadap masyarakat Indonesia bisa maksimal, salah satunya haji dan umroh,” ujar Erick.
Ia menyebutkan, saat ini kapasitas lounge haji dan umrah baru mencapai 3,6 juta penumpang. Sementara, untuk jemaah umrah saja sudah menembus 241 ribu jemaah.
“Paling tidak, dengan fasilitas hari ini checking sudah bagus, lalu ada ruang tunggu, ada AC dan non-AC. Di bawah kita lihat untuk fasilitas publik Damri sudah masuk," ucap Erick.
"Nanti yang parkir bisa di depan, memang ada beberapa kekurangan, contoh akses sebelah kanan yang dekat low cost itu belum maksimal. Kita coba renovasi setelah ini selesai baru kita fokus yang low cost," ujarnya menambahkan.
Dengan fokus terhadap peningkatan layanan low cost ini, Erick menyebut hanya membelanjakan uang negara Rp1 triliun. “Karena memang tadi kita tidak jadi bangun Terminal 4, efisiensi Rp14 triliun, yang Rp1 triliun kita fokuskan disini supaya kapasitas yang 56 juta bisa tembus 100 juta," ucapnya.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku