Risiko Pneumonia pada Jamaah Haji dan Umrah Masih Sering Diabaikan

HIMPUHNEWS - Kesadaran masyarakat terhadap risiko pneumonia selama perjalanan haji dan umrah masih tergolong rendah. Survei YouGov menunjukkan hanya 11 persen responden yang mengetahui bahwa berada di tengah kerumunan merupakan salah satu kondisi yang membuat seseorang lebih rentan mengalami pneumonia serius.
Temuan itu menjadi perhatian karena perjalanan haji dan umrah identik dengan kepadatan jamaah dalam jumlah besar. Pada saat yang sama, sebanyak 43 persen responden Muslim dalam survei tersebut mengaku berencana menunaikan haji atau umrah dalam dua tahun ke depan.
Menariknya, sebagian besar responden sudah menyadari sejumlah risiko kesehatan lain selama perjalanan ibadah. Sebanyak 69 persen mengantisipasi cuaca panas, 65 persen mewaspadai dehidrasi, dan 57 persen memperkirakan adanya risiko penyakit pernapasan.
Namun, perhatian khusus terhadap pneumonia masih jauh lebih rendah.
Kerumunan Jadi Faktor yang Belum Banyak Dipahami
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Joyce Bratanata, mengatakan kondisi selama haji dan umrah perlu menjadi perhatian, khususnya bagi jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
“Haji dan umrah mempertemukan jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, dalam cuaca panas, ruang yang padat dan sering kali dengan waktu istirahat yang sangat terbatas,” ujar Joyce di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Kondisi tersebut membuat persiapan kesehatan sebelum keberangkatan menjadi penting. Menurut Joyce, jamaah dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sekaligus memahami risiko penyakit pernapasan yang mungkin dihadapi selama perjalanan.
Mau Konsultasi Tinggi, yang Sudah Melakukan Masih Sedikit
Survei juga memperlihatkan adanya kesenjangan antara niat masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan praktik yang benar-benar dilakukan.
Sebanyak 77 persen responden menyatakan kemungkinan besar akan berkonsultasi dengan dokter mengenai cara melindungi diri dari penyakit pernapasan serius. Namun, hanya 24 persen yang mengaku pernah melakukan konsultasi tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran mengenai pentingnya perlindungan kesehatan sudah mulai muncul, tetapi belum sepenuhnya diwujudkan dalam tindakan sebelum keberangkatan.
Pneumonia Banyak Ditemukan pada Jamaah Rawat Inap
Dalam evaluasi kesehatan haji 2025 yang tercantum dalam materi, infeksi saluran pernapasan menjadi keluhan rawat jalan terbanyak.
Sementara itu, pneumonia tercatat sebagai diagnosis terbanyak di antara jamaah yang menjalani rawat inap. Lebih dari delapan dari 10 jamaah yang dirawat juga diketahui memiliki sedikitnya satu penyakit kronis, seperti hipertensi atau diabetes.
Data tersebut memperlihatkan bahwa gangguan pernapasan masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian dalam perjalanan haji.
Survei YouGov Indonesia dilakukan terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas. Khusus pertanyaan mengenai rencana menunaikan haji atau umrah, survei menggunakan basis 860 responden Muslim.
Di tengah temuan tersebut, Pfizer Indonesia meluncurkan kampanye edukasi Lindungi Napasmu Jaga Momen Berartiuntuk mendorong masyarakat agar lebih memahami risiko penyakit pernapasan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
