5 Mihrab Bersejarah di Masjid Nabawi yang Menyimpan Jejak Panjang Peradaban Islam
HIMPUHNEWS — Masjid Nabawi di Madinah menyimpan banyak elemen bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Islam. Salah satunya adalah deretan mihrab yang berada di berbagai bagian masjid dan memiliki latar belakang sejarah berbeda.
Mihrab pada dasarnya merupakan bagian penting dalam arsitektur masjid yang menunjukkan arah kiblat sekaligus menjadi tempat imam memimpin salat. Di Masjid Nabawi, sejumlah mihrab juga memiliki keterkaitan dengan sejarah Nabi Muhammad SAW dan perkembangan arsitektur masjid dari masa ke masa.
Menurut catatan sejarah dalam bahan sumber, perkembangan mihrab di Masjid Nabawi telah berlangsung setidaknya sejak masa Sultan Qaytbai pada 888 Hijriah. Pada era berikutnya, Raja Fahd bin Abdul Aziz melakukan renovasi terhadap lengkungan mihrab pada 1404 Hijriah setelah bentuk dan keindahannya dinilai mulai berubah.
Berikut lima mihrab penting yang terdapat di Masjid Nabawi.
1. Mihrab Nabawi
Mihrab Nabawi menjadi salah satu mihrab paling dikenal di Masjid Nabawi. Lokasinya berada di tempat yang dikaitkan dengan posisi Nabi Muhammad SAW ketika memimpin salat.
Hingga kini, posisi tersebut tetap memiliki arti penting dalam pelaksanaan ibadah di Masjid Nabawi. Imam masjid disebut masih memimpin salat dari kawasan yang sama.
Keberadaan Mihrab Nabawi karena itu bukan hanya memiliki fungsi arsitektural, tetapi juga mengandung nilai sejarah yang kuat karena berkaitan dengan aktivitas ibadah Nabi Muhammad SAW.
2. Mihrab Tahajjud
Mihrab Tahajjud berada di sisi utara kawasan tersebut. Mihrab ini dikaitkan dengan tempat Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat Tahajjud.
Sejarawan juga mencatat keberadaan mihrab ini pada sekitar 643 Hijriah pada masa Ibn Najjar, meski kemudian sempat dihilangkan.
Pada masa Ottoman, mihrab tersebut direnovasi menggunakan batu berwarna merah. Ayat yang berkaitan dengan Tahajjud juga disebut diukir menggunakan warna emas pada bagian mihrab.
Keberadaan Mihrab Tahajjud menjadi salah satu pengingat atas tradisi ibadah malam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.
3. Mihrab Fatimah
Mihrab Fatimah berada di dalam kawasan kamar Nabi Muhammad SAW. Bentuknya disebut memiliki kemiripan dengan Mihrab Nabawi.
Mihrab ini dibangun pada era Mamluk dan menjadi salah satu bagian arsitektur bersejarah yang bertahan di kompleks Masjid Nabawi.
Kedekatan lokasinya dengan kawasan kamar Nabi membuat Mihrab Fatimah memiliki nilai historis tersendiri dibandingkan mihrab lainnya.
4. Mihrab Utsmani
Mihrab Utsmani berada pada dinding yang menghadap kiblat di Masjid Nabawi.
Mihrab ini pertama kali dibangun pada masa Al-Walid bin Abdul Malik. Pada 888 Hijriah, Sultan Qaytbai kemudian melakukan renovasi dan memberikan bentuk baru pada mihrab tersebut.
Perjalanan renovasi itu menunjukkan bahwa arsitektur Masjid Nabawi terus mengalami perkembangan mengikuti perubahan zaman, tanpa kehilangan nilai historis yang melekat pada bangunan tersebut.
5. Mihrab Suleimani
Mihrab Suleimani berada di pilar ketiga di sebelah barat mimbar Masjid Nabawi. Mihrab ini diperkirakan dibangun pada paruh kedua abad kesembilan Hijriah.
Pada 948 Hijriah, Sultan Suleiman Khan melakukan pembangunan kembali sekaligus renovasi terhadap mihrab tersebut.
Sejak saat itu, mihrab tersebut dikenal sebagai Mihrab Suleimani. Sultan Suleiman Khan juga menambahkan batu bermotif bunga berwarna putih dan hitam pada bagian mihrab.
Elemen tersebut disebut masih dapat ditemukan hingga sekarang.
Jejak Sejarah di Dalam Masjid Nabawi
Lima mihrab tersebut memperlihatkan bagaimana Masjid Nabawi tidak hanya berkembang sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai bangunan yang terus mengalami renovasi dan penyempurnaan sepanjang sejarah.
Setiap mihrab menyimpan cerita dari periode yang berbeda, mulai dari jejak ibadah Nabi Muhammad SAW hingga renovasi pada masa Mamluk, Ottoman, dan pemerintahan modern Arab Saudi.
Bagi jemaah yang berkunjung ke Masjid Nabawi, keberadaan mihrab-mihrab tersebut menjadi bagian dari kekayaan sejarah yang dapat memperdalam pemahaman tentang perjalanan panjang salah satu masjid paling penting dalam Islam.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

