himpuh.or.id

RI Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Kebutuhan Konsumsi Haji

Kategori : Berita, Ditulis pada : 24 Februari 2026, 07:00:45

stok-beras-pemerintah-di-gudang-bulog-dok-kementan-1748849678731_169.jpeg

HIMPUHNEWS - Indonesia bersiap menorehkan babak baru dalam perdagangan pangan global. Untuk pertama kalinya, beras produksi dalam negeri akan dikirim langsung ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji. Langkah ini menandai perubahan pola pasok yang selama ini mengandalkan negara lain, sekaligus membuka peluang ekspor berkelanjutan bagi komoditas strategis nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia akan mengekspor beras ke Arab Saudikhusus untuk keperluan jemaah haji. Volume ekspor pada periode haji tahun ini ditetapkan sebanyak 2.280 ton dan menjadi pengiriman perdana.

“Perdana ya, untuk perdana ini kira-kira 2.280 ton ya, nanti lanjut akan Malaysia dan lain-lain. Tanggal 28 ini kira-kira sudah akan diberangkatkan,” kata Zulhas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2).

Nilai Ekspor Rp 150 Miliar, Dikirim Lewat Tanjung Priok

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan nilai ekspor beras tersebut mencapai Rp 150 miliar. Pengapalan akan dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Jeddah, dengan tanggung jawab pengurusan di pelabuhan tujuan berada pada pihak importir.

“Sampai di Pelabuhan Jeddah itu ditanggung oleh importir, ada dua importir. Angkanya sekitar Rp 150 miliar (2.280 ton),” kata Rizal.

Pengiriman dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan pada 28 Februari untuk memenuhi kebutuhan petugas haji yang lebih awal tiba. Tahap kedua direncanakan pada 4 Maret 2026. Rizal menyebut waktu tempuh pengapalan berkisar satu bulan satu minggu hingga satu bulan setengah.

Bulog Siapkan Gudang Beras di Kampung Haji

Selain ekspor, Bulog juga mematangkan rencana pembangunan gudang beras di Arab Saudi. Rizal mengungkapkan survei lahan telah dilakukan di kawasan Kampung Haji, dengan luas sekitar 2–3 hektare dan kapasitas minimal 1.000 ton.

“Belum di land clearing, (tempatnya) di Kampung Haji, nanti menjadi kawasan berikat rencananya. Jadi kawasan berikat jadi itu tidak kena pajak, lebih cepat lagi bagus, as soon as possible. (Kapasitas) Ya minimal 1.000 ton satu gudang,” ujarnya.

Sebelumnya, Rizal mengusulkan agar Bulog memiliki gudang permanen di Arab Saudi untuk menopang suplai pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, selama Indonesia berada dalam kondisi swasembada pangan, ekspor beras untuk kebutuhan haji berpeluang terus dilakukan.

Dengan skema tersebut, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada beras dari Thailand dan Vietnam untuk konsumsi jemaah haji.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri Haji, kami mohon diberikan space di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan, untuk bisa bangun gudang Bulog di sana. Sehingga nanti beras-beras kita ataupun daging-daging kita, ikan-ikan kita bisa kita simpan di gudang Bulog yang di Kampung Haji,” katanya.

Ritel Besar Saudi Siap Serap Beras RI

Minat pasar Arab Saudi terhadap beras Indonesia juga tercermin dari ketertarikan dua jaringan ritel besar, yakni BinDawood dan LuLu Hypermarket. Keduanya disebut telah mengonfirmasi kesiapan menyerap beras asal Indonesia, khususnya pada periode haji.

Beras Indonesia dinilai diminati masyarakat setempat, seiring tingginya jumlah warga Indonesia yang berkunjung ke Tanah Suci setiap tahun, dengan estimasi mencapai 2 juta orang.

“Di antaranya untuk ritel-ritel modern yang sudah konfirmasi adalah dari BinDawood dan LuLu. Ini sudah konfirmasi dan akan menyerap beras kita dalam waktu dekat setelah kegiatan musim haji,” tutur Rizal.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id