himpuh.or.id

Diteriaki Askar Saat Haji? Jangan Panik, Ini Arti Kode-Kodenya yang Wajib Jemaah Ketahui

Kategori : Berita, Ditulis pada : 08 April 2026, 10:39:15

HCGpdPIXMAAzyrh.jpeg

HIMPUHNEWS — Keberadaan askar di Tanah Suci kerap jadi perhatian jemaah haji dan umrah. Namun di balik ketegasan mereka, ada sejumlah “kode” atau istilah yang justru penting dipahami agar jemaah tidak kebingungan saat berada di area ibadah.

Askar merupakan petugas keamanan yang disiagakan pemerintah Arab Saudi di berbagai titik strategis, seperti Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Mereka berperan mengatur pergerakan jemaah hingga memastikan ibadah berjalan tertib, terutama saat musim haji yang dipadati jutaan orang.

Istilah askar sendiri berasal dari bahasa Arab عَسْكَر (Askar) yang berarti tentara, pengawal, atau pasukan keamanan.

Jangan Bingung, Ini “Kode” Askar yang Sering Terdengar

Dalam praktiknya, askar kerap menggunakan instruksi singkat dalam bahasa Arab. Bagi jemaah yang belum familiar, hal ini bisa membingungkan dan berpotensi menghambat pergerakan.

Beberapa istilah yang sering digunakan antara lain:

  • Sur'ah: cepat
  • Syuwaiyya: pelan-pelan
  • Ta'al: kemari/ke sini
  • Thooriq: jalan
  • Khuruj: keluar
  • Ruuh: pergi
  • Mamnuu': tidak boleh/dilarang
  • Halal: boleh
  • Haram: jangan/tidak boleh
  • Maafii: tidak ada
  • Yala yala: ayo
  • Qum qum: bangun/berdiri
  • Moya: air
  • Kholas: sudah
  • Mabruk: selamat

Selain itu, askar juga kerap memanggil jemaah dengan sebutan Haji (laki-laki) atau Hajjah (perempuan).

Pemahaman istilah ini dinilai krusial agar jemaah bisa merespons instruksi dengan cepat, terutama saat kondisi padat.

Peran Askar Tak Sekadar Keamanan

Tidak hanya menjaga ketertiban, askar juga membantu jemaah yang mengalami kesulitan, seperti tersesat atau membutuhkan arahan di dalam area masjid.

Mereka bertugas selama 24 jam secara bergiliran untuk memastikan seluruh aktivitas ibadah berjalan sesuai aturan. Dalam kondisi tertentu, askar juga mengatur arus masuk dan keluar jemaah guna mencegah kepadatan berlebih.

Dengan pengaturan tersebut, pergerakan jemaah menjadi lebih terarah dan potensi insiden dapat ditekan.

Askar tidak hanya terdiri dari laki-laki, tetapi juga perempuan. Askar wanita biasanya ditempatkan di area khusus jemaah perempuan.

Mereka dikenal tegas, terutama saat terjadi kepadatan di dalam masjid. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.

Dari sisi penampilan, askar wanita mengenakan abaya hitam longgar dan niqab yang menutup wajah, serta tanda pengenal dengan warna tertentu sesuai tugasnya.

Sebagian askar juga mendapatkan pelatihan bahasa asing selain bahasa Arab. Pelatihan ini bertujuan mempermudah komunikasi dengan jemaah internasional.

Program tersebut diselenggarakan oleh Kantor Urusan Pintu-pintu Masjid Nabawi, termasuk pembekalan menghadapi situasi darurat dan teknik interaksi dengan jemaah.

Dalam kondisi masjid penuh, askar biasanya akan mengingatkan jemaah dengan kalimat sederhana seperti, “Penuh... penuh!” untuk mencegah penumpukan.

Jangan Coba-coba Foto Askar

Satu hal penting yang wajib diperhatikan jemaah adalah larangan mengambil foto atau video askar saat bertugas, termasuk objek tertentu seperti gedung pemerintahan.

Pada musim haji 2025, sempat terjadi insiden jemaah yang hampir dikenai sanksi karena memotret askar.

"Mohon diinfokan ke jemaah, agar tidak mengambil foto atau video askar (polisi),"

Pesan tersebut juga menyebutkan:

"Tadi kami mendapatkan jamaah yang hampir difoto paspornya oleh Askar, sampai diancam deportasi. Akhirnya setelah melobi askarnya masih memaafkan ibunya."

Kejadian ini menjadi pengingat agar jemaah mematuhi aturan selama berada di Tanah Suci demi kelancaran ibadah.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id