Kampung Haji Indonesia di Makkah Mulai Digarap, 13 Tower Dibangun Mulai Akhir Tahun Ini

HIMPUHNEWS - Pemerintah Indonesia bersiap masuk ke tahap pembangunan fisik Kampung Haji Indonesia (KHI) di Makkah, Arab Saudi. Sebanyak 13 tower direncanakan berdiri di atas lahan yang telah dibeli pemerintah dengan luas hampir 5,4 hektare.
Rencana tersebut diungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, saat memberikan sambutan dalam pelantikan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026-2031 di Semarang, Jumat (2/10/2026).
Menurut Rosan, lokasi lahan tersebut berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Masjidil Haram. Saat ini, desain pembangunan 13 tower tengah dipersiapkan sebelum konstruksi dimulai.
"Kita sudah membeli hotel sebanyak 1.461 kamar dan juga sudah membeli tanah seluas hampir 5,4 hektare yang akan dibangun 13 tower, dan jaraknya, karena itu ada tolnya, kurang lebih 1,5 Kilometer dari Masjidil Haram," kata Roeslani.
"Jadi sekarang sedang digambar. Insyaallah nanti pembangunannya bisa kita mulai di akhir tahun ini atau awal bulan depan," lanjutnya.
13 Tower Ditargetkan Rampung 2029
Pembangunan 13 tower tersebut ditargetkan selesai dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah berharap seluruh bangunan yang direncanakan untuk KHI dapat rampung pada 2029.
"Jadi, tapi paling tidak harapan kami Insyaallah di 2029, 13 tower yang rencananya kami bangun itu sudah bisa selesai," tutur Roeslani.
Pembangunan tower menjadi bagian dari pengembangan kawasan KHI yang selama ini dinantikan Indonesia. Menurut Rosan, pemerintah telah menunggu terwujudnya kawasan tersebut selama sekitar 30 hingga 35 tahun.
Kini, pemerintah menyebut salah satu tahapan penting telah terwujud setelah Arab Saudi mengeluarkan surat hak milik tanah untuk Indonesia di Makkah dan Madinah.
Indonesia Disebut Sudah Kantongi Hak Milik Tanah
Rosan mengatakan status kepemilikan lahan tersebut berbeda dengan skema sewa. Ia menyebut Pemerintah Arab Saudi telah memberikan hak milik kepada Indonesia melalui surat resmi yang ditujukan kepada Pemerintah Indonesia dan Danantara.
"Karena sudah secara resmi Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan surat kepada Pemerintah Indonesia, kepada Danantara, untuk memiliki hak milik, bukan sewa, hak milik untuk memiliki tanah di Makkah dan Madinah," bebernya.
Status tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam rencana pengembangan KHI. Selain lahan untuk pembangunan tower, pemerintah juga disebut telah membeli sebuah hotel dengan total 1.461 kamar.
Menampung Kebutuhan Jemaah Indonesia
Rencana pembangunan KHI didorong oleh besarnya jumlah masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan ibadah ke Arab Saudi.
Rosan menyebut jumlah jemaah umrah asal Indonesia setiap tahun mencapai hampir 2 juta orang. Sementara jumlah jemaah haji Indonesia berada di kisaran 220.000 hingga 240.000 orang per tahun.
"Karena jemaah kita yang umrah setiap tahunnya itu hampir 2 juta jiwa. Yang haji kurang lebih 220 sampai 240.000 setiap tahunnya," ungkapnya.
Dengan jumlah jemaah yang besar tersebut, keberadaan kawasan khusus Indonesia di Makkah diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan fasilitas bagi masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah haji maupun umrah.
Jika sesuai target, pembangunan 13 tower akan dimulai pada akhir 2026 atau awal bulan berikutnya dan ditargetkan selesai pada 2029. Dengan demikian, proyek tersebut menjadi salah satu tahapan konkret setelah penantian panjang Indonesia untuk mewujudkan Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
