Nasib 38 Jemaah Umrah Riau Gagal Berangkat, Travel Ternyata Belum Berizin
HIMPUHNEWS - Sebanyak 38 calon jemaah umrah melalui Travel PT Brilian Mega Wisata (BMW) gagal berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal yang telah ditentukan. Para jemaah sebelumnya telah datang ke bandara pada 5 September 2026 dengan mengenakan pakaian lengkap untuk perjalanan umrah.
Kasus tersebut kini ditindaklanjuti Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau. Dari hasil pemeriksaan awal, Kemenhaj Riau menemukan bahwa PT BMW belum memiliki izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Kepala Kanwil Kemenhaj Riau Defizon mengatakan pihaknya menerima laporan dari para jemaah yang gagal berangkat dan merasa dirugikan. Laporan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti dengan memanggil pihak travel untuk dimintai keterangan.
“Informasi yang disampaikan sebanyak 38 jemaah gagal berangkat. Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan memanggil pihak travel untuk dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi,” ujarnya, Ahad (4/10).
Defizon menjelaskan, berdasarkan data Kemenhaj Riau, PT BMW belum terdaftar sebagai travel yang memiliki izin penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Travel tersebut memang pernah mengajukan berkas perizinan PPIU ke Kanwil Kemenhaj Riau, tetapi prosesnya belum selesai.
“Setelah kami cek, PT BMW ini sudah pernah mengajukan berkas perizinan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau. Namun tetap belum memiliki izin karena belum dilakukan proses visitasi travel,” jelasnya.
Menurut Defizon, pengajuan dokumen maupun rekomendasi dari kantor wilayah belum otomatis membuat sebuah travel berstatus sebagai PPIU. Legalitas baru dinyatakan setelah izin resmi diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Dengan demikian, meski PT BMW telah mengajukan proses perizinan di Kanwil Kemenhaj Riau, status izinnya sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah belum terbit.
Pemeriksaan Dalami Kronologi 38 Jemaah
Kemenhaj Riau kini melakukan pemeriksaan terhadap pihak travel. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui kronologi gagalnya keberangkatan, mekanisme pendaftaran dan pembayaran, hingga memastikan hak-hak para jemaah yang terdampak.
“Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Laporan sudah kami terima dan pihak travel sudah kami panggil. Saat ini proses pemeriksaan dan pendalaman sedang dilakukan,” jelasnya.
Defizon menegaskan pemerintah berkewajiban memastikan masyarakat memperoleh pelayanan perjalanan ibadah umrah yang aman, nyaman, dan sesuai ketentuan.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. Prinsipnya, masyarakat harus mendapatkan kepastian dan perlindungan dalam melaksanakan ibadah umrah,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah tergiur tawaran perjalanan umrah dengan harga murah ataupun janji keberangkatan dalam waktu cepat.
“Pastikan travel tersebut memiliki izin resmi sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Jangan hanya melihat harga atau promosi. Cek legalitasnya terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran,” pesan Defizon.
Ia berharap kasus yang dialami 38 calon jemaah tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih teliti sebelum memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah.
Travel BMW Klaim Sedang Upayakan Keberangkatan
Sementara itu, Direktur Travel BMW Megawati mengatakan pihaknya telah menyampaikan seluruh persyaratan untuk memperoleh izin kepada pihak terkait. Ia menyebut pengajuan izin telah dilakukan sejak tahun sebelumnya, ketika kewenangan masih berada di Kementerian Agama.
“Permohonan untuk izin sudah dimasukkan sejak tahun lalu. Dulu masih Kemenag, sekarang sudah Kementerian Haji, jadi ada perubahan ini juga,” ujarnya.
Terkait 38 jemaah yang gagal berangkat, Megawati mengaku telah meminta maaf. Ia menyebut keterlambatan keberangkatan terjadi karena kesalahan teknis dan mengklaim tengah melakukan berbagai upaya agar para jemaah dapat diberangkatkan.
“Sementara untuk jemaah ini, sebelumnya saya sudah meminta maaf kepada para jemaah karena keterlambatan keberangkatan ada kesalahan teknis. Namun saat ini saya sedang berusaha untuk memberangkatkan mereka. Berbagai upaya sedang saya lakukan,” ujarnya.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

