himpuh.or.id

Fenomena Kalender 2039: Dua Haji dan Tiga Hari Raya dalam Satu Tahun Masehi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 06 Oktober 2026, 09:00:48

WhatsApp Image 2026-10-06 at 07.11.32.jpeg

HIMPUHNEWS - Tahun 2039 diperkirakan menjadi salah satu periode yang tidak biasa dalam kalender Islam. Dalam satu tahun Gregorian, umat Islam berpotensi merayakan tiga hari raya, yakni dua Idul Adha dan satu Idul Fitri. Pada tahun yang sama, rangkaian ibadah haji dari dua tahun Hijriah berbeda juga diproyeksikan berlangsung.

Fenomena tersebut terjadi karena kalender Hijriah menggunakan perhitungan berbasis siklus Bulan. Satu tahun Hijriah terdiri dari sekitar 354 hari, lebih pendek dibandingkan tahun Gregorian yang umumnya mencapai 365 hari.

Perbedaan sekitar 10 hingga 11 hari itu membuat tanggal-tanggal dalam kalender Islam bergeser lebih awal setiap tahun terhadap kalender Masehi. Dalam siklus sekitar 33 tahun, bulan-bulan Hijriah pun bergerak melewati berbagai musim dan posisi yang berbeda dalam kalender Gregorian.

Dua Musim Haji dalam Satu Tahun Masehi

Berdasarkan kalender Umm al-Qura sebagaimana dikutip dari theislamicinformation, rangkaian haji pertama yang berkaitan dengan 10 Zulhijah 1460 diperkirakan berlangsung pada awal Januari 2039. Sementara itu, rangkaian haji berikutnya, yang merupakan Zulhijah 1461, diproyeksikan terjadi pada Desember tahun yang sama.

Zulhijah 1460 sendiri diperkirakan dimulai pada 27 Desember 2038. Hari Tarwiyah atau 8 Zulhijah diproyeksikan jatuh pada 3 Januari 2039, kemudian wukuf di Arafah pada 4 Januari dan Idul Adha pada 5 Januari 2039. Rangkaian hari-hari haji berlanjut hingga 13 Zulhijah pada 8 Januari.

Setelah itu, Zulhijah 1461 akan kembali datang pada akhir 2039. Wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada 25 Desember, sementara Idul Adha jatuh pada 26 Desember.

Dengan demikian, dua rangkaian haji yang berlangsung pada 2039 berasal dari dua tahun Hijriah berbeda, yakni 1460 H dan 1461 H. Artinya, tidak ada satu tahun Hijriah yang memiliki dua kali haji. Fenomena itu muncul karena perbedaan panjang dan posisi antara kalender lunar dan solar.

Tiga Kali Lebaran pada 2039

Tidak hanya musim haji, pergeseran kalender Hijriah juga membuat 2039 diproyeksikan menjadi tahun dengan tiga perayaan Idulfitri dan Iduladha dalam pengertian jumlah hari raya.

Urutannya dimulai dengan Idul Adha pada Januari, yang bertepatan dengan 10 Zulhijah 1460. Berikutnya umat Islam akan merayakan Idul Fitri pada 19 Oktober 2039, bertepatan dengan 1 Syawal 1461.

Beberapa bulan kemudian, Idul Adha kembali tiba pada 26 Desember 2039 atau 10 Zulhijah 1461.

Urutannya menjadi:

Januari 2039 — Idul Adha
Oktober 2039 — Idul Fitri
Desember 2039 — Idul Adha

Bukan Pertama Kali Kalender Islam Beririsan

Fenomena seperti ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Karena tahun Hijriah lebih pendek dibandingkan tahun Gregorian, tanggal-tanggal dalam kalender Islam secara berkala dapat menghasilkan susunan yang tidak biasa ketika dipetakan ke kalender Masehi.

Pada 2030, misalnya, diproyeksikan terdapat dua awal Ramadan dalam satu tahun Gregorian. Ramadan pertama diperkirakan dimulai pada Januari, sedangkan Ramadan berikutnya diperkirakan dimulai pada Desember. Namun, Ramadan kedua berlanjut hingga 2031 sehingga Idul Fitri-nya dirayakan pada tahun berikutnya.

Kondisi pada 2039 berbeda karena dua rangkaian utama haji dari dua tahun Hijriah diproyeksikan sama-sama berlangsung dalam tahun Gregorian yang sama.

Masih Proyeksi, Bukan Tanggal Resmi

Tanggal-tanggal tersebut belum bersifat final. Seluruhnya merupakan proyeksi berdasarkan kalender Umm al-Qura.

Penetapan bulan Hijriah secara tradisional berkaitan dengan pengamatan hilal. Karena itu, terdapat kemungkinan perbedaan satu hari bergantung pada sistem kalender, metode penentuan awal bulan, serta pengumuman resmi.

Arab Saudi akan menetapkan tanggal resmi untuk haji dan Idul Adha menjelang pelaksanaannya. Dengan demikian, tanggal 5 Januari dan 26 Desember 2039 untuk Idul Adha masih harus diperlakukan sebagai tanggal perkiraan, bukan keputusan final.

Fenomena tiga hari raya dan dua rangkaian haji dalam satu tahun Gregorian tersebut pada dasarnya merupakan konsekuensi dari perbedaan panjang kalender Hijriah dan Gregorian. Pada 2039, pergerakan bulan-bulan Hijriah diproyeksikan menempatkan dua Zulhijah dari tahun yang berbeda dalam kalender Masehi yang sama.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id