Lewati ke konten utama

Tak Hanya Wisata Religi, Makkah Punya Kawasan Pesisir dengan Lanskap yang Memikat

Kategori: Berita,Destinasi · Ditulis pada: 05 November 2026, 18:00:00

WhatsApp Image 2026-11-05 at 05.47.47.jpeg

HIMPUHNEWS - Makkah selama ini identik dengan Ka'bah, Masjidil Haram, dan perjalanan ibadah yang menjadi impian umat Islam. Namun, kawasan yang lebih luas di wilayah Makkah juga menyimpan lanskap alam yang berbeda dari hiruk-pikuk kota suci. Di sepanjang pesisir Laut Merah, pulau-pulau kecil menghadirkan perairan biru, garis pantai berkelok, serta formasi batuan yang membentuk pemandangan unik jika dilihat dari udara.

Laporan Saudi Press Agency (SPA) menyoroti bentang alam pulau-pulau di pesisir wilayah Makkah yang memperlihatkan perpaduan daratan berpasir, tepian berbatu, dan teluk-teluk kecil. Dari sudut pandang udara, sejumlah formasi daratan bahkan menyerupai ikan yang bergerak di laut hingga burung elang dengan sayap terbentang. Siluet alami itu menjadi daya tarik tersendiri, seolah memperlihatkan bagaimana alam membentuk lanskap tanpa perlu sentuhan manusia.

Bagi wisatawan yang tertarik pada keindahan bahari, kawasan ini memperlihatkan sisi lain Arab Saudi yang tak selalu masuk dalam rute perjalanan religi. Laut, pulau, dan ekosistem pesisir menjadi bagian dari kekayaan alam yang berpotensi melengkapi pengalaman perjalanan ke Tanah Suci.

Jabal Al-Lith, Perairan Jernih yang Memikat Pencinta Selam

jabal_al_lith_saudi_arabia_2.jpg

Salah satu pulau yang menarik perhatian di pesisir wilayah Makkah adalah Jabal Al-Lith. Pulau ini dikenal memiliki perairan jernih dan menjadi tujuan bagi penggemar aktivitas menyelam. Kejernihan airnya memberikan daya tarik bagi mereka yang ingin menikmati lanskap bawah laut Laut Merah, yang memiliki ekosistem laut beragam.

Daya tarik kawasan ini tidak hanya terletak pada warna airnya. Perpaduan daratan dan laut membentuk panorama yang berubah mengikuti sudut pandang. Dari udara, garis pantainya terlihat berkelok, dengan bagian-bagian daratan yang menjorok ke laut dan teluk kecil yang tersembunyi di antara bentangan pesisir.

Bagi wisatawan yang terbiasa dengan perjalanan religi, lanskap semacam ini menawarkan pengalaman berbeda: menikmati alam terbuka dan mengenal kekayaan bahari Arab Saudi. Meski demikian, kegiatan menyelam maupun wisata pulau tetap memerlukan perencanaan tersendiri, termasuk memastikan ketersediaan operator resmi, akses transportasi laut, dan kondisi cuaca.

Marmar dan Shughayb, Kekayaan Alam di Pesisir Laut Merah

NgnBoR8m7OP8hDL0zrM0bUXy50PRXMD8WiWNGhCg.jpg

Selain Jabal Al-Lith, pesisir wilayah Makkah juga memiliki Pulau Marmar yang dikenal dengan keragaman ekosistem darat dan laut. Keberadaan kedua lingkungan tersebut menjadikan pulau ini bagian dari bentang alam pesisir yang memiliki nilai ekologis, sekaligus memperlihatkan bahwa daya tarik Laut Merah tidak terbatas pada panorama permukaannya.

Ada pula Pulau Shughayb, yang dikenal sebagai pulau karang. Formasi karang dan struktur daratan di kawasan pesisir menjadi bagian dari karakter alam yang membedakan satu pulau dengan pulau lainnya. Jika dilihat dari udara, bentuk garis pantai, warna air, dan tekstur batuan menciptakan pola-pola alami yang menarik.

Keragaman tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan pariwisata bahari. Namun, keindahan pulau-pulau kecil juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kelestarian lingkungan, terutama karena ekosistem pesisir dan laut dapat rentan terhadap aktivitas wisata yang tidak dikelola dengan baik.

Cagar Alam Umm Al-Qamari, Tempat Merpati Liar Mencari Perlindungan

62f645713eeb-163792.jpg

Daya tarik pesisir Makkah tidak berhenti pada pantai berbatu dan air laut yang jernih. Kawasan ini juga mencakup Pulau Umm Al-Qamari Al-Barraniyah dan Umm Al-Qamari Al-Fawqaniyah, yang bersama-sama membentuk Cagar Alam Kepulauan Umm Al-Qamari.

Nama kepulauan tersebut berkaitan dengan banyaknya merpati liar yang menjadikannya tempat berlindung. Kehadiran burung-burung ini menambah dimensi lain pada lanskap pesisir: bukan sekadar pemandangan laut, melainkan juga habitat satwa yang memiliki peran dalam kekayaan keanekaragaman hayati setempat.

Keberadaan kawasan konservasi mengingatkan bahwa wisata alam bukan hanya tentang menikmati pemandangan. Pengunjung juga perlu menghormati habitat satwa, menjaga kebersihan, dan mematuhi ketentuan yang berlaku di kawasan lindung.

Dari Wisata Religi ke Wisata Bahari, Ada Sisi Lain Arab Saudi

Potensi alam di pesisir wilayah Makkah menjadi salah satu aset yang dapat mendukung pengembangan pariwisata bahari Arab Saudi. Saudi Red Sea Authority berperan dalam pengembangan sektor tersebut melalui pengaturan aktivitas wisata laut dan pesisir.

Bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia, pulau-pulau ini bisa menjadi inspirasi untuk mengenal Arab Saudi dari perspektif yang lebih luas. Negeri yang menjadi tujuan utama perjalanan ibadah umat Islam itu juga memiliki bentang alam, habitat satwa, dan kekayaan bahari yang menarik untuk dipelajari.

Meski begitu, perjalanan ke pulau-pulau tersebut tidak otomatis menjadi bagian dari paket haji atau umrah. Jemaah yang ingin mengunjunginya perlu memeriksa jarak dari lokasi menginap, akses perjalanan, izin yang diperlukan, serta ketersediaan layanan wisata resmi. Informasi mengenai jam operasional, biaya, dan aturan kunjungan juga perlu dipastikan sebelum berangkat.

Pada akhirnya, pesona pesisir Makkah menunjukkan bahwa pengalaman mengenal Tanah Suci dapat diperluas melalui pemahaman terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Laut Merah dengan pulau-pulau, karang, dan habitat burungnya menghadirkan cerita lain tentang Arab Saudi—sebuah lanskap yang menyimpan kekayaan di luar destinasi religi yang selama ini paling dikenal.

Bagikan:

Komentar

Mohon login atau registrasi untuk mengirimkan komentar Anda.

Komentar yang sudah Anda ketik tetap tersimpan selama proses login.

Belum ada komentar pada posting ini.