Lewati ke konten utama

Mengenal Hijir Ismail dan Keutamaan Berdoa di Dalamnya

Kategori: - · Ditulis pada: 05 November 2026, 07:16:00

567b36400c1650cdf8841360e63607c0.jpg

HIMPUHNEWS - Bangunan Ka'bah yang berdiri megah di pusat Masjidil Haram memiliki sejarah panjang serta keutamaan spiritual bagi jutaan jemaah haji maupun umrah dari seluruh dunia.

Di sebelah utara Ka'bah, terdapat area berbentuk setengah lingkaran yang dibatasi oleh dinding setinggi badan orang dewasa, yang dikenal luas dengan nama Hijir Ismail. Tempat ini menjadi salah satu lokasi favorit yang paling diburu para jemaah untuk mendirikan shalat sunnah dan melantunkan doa.

Secara etimologi dalam bahasa Arab, kata hijir berarti tempat atau kamar. Pada masa awal pembangunannya, lokasi ini merupakan tempat beristirahat bagi Nabi Ismail 'Alaihissalam bersama ibunya, Siti Hajar.

Bangunan Ka'bah yang utuh, termasuk area Hijir Ismail, awalnya dibangun secara sempurna oleh Nabi Ibrahim 'Alaihissalam dan Nabi Ismail 'Alaihissalam.

Namun, catatan sejarah menunjukkan adanya perubahan bentuk fisik Ka'bah pada tahun 606 Masehi. Kala itu, dinding Ka'bah mengalami kerobokan akibat peristiwa kebakaran dan terjangan banjir.

Kaum Quraisy kemudian merobohkan sisa dinding Ka'bah untuk melakukan renovasi total. Dalam proses pemugaran tersebut, kaum Quraisy menetapkan syarat ketat bahwa biaya pembangunan hanya boleh bersumber dari dana yang halal. Mereka menolak segala bentuk dana dari hasil pelacuran, transaksi riba, maupun hasil menzalimi orang lain.

Sayangnya, kaum Quraisy mengalami kekurangan dana halal untuk menyempurnakan seluruh fondasi asli Ka'bah yang dirancang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Akibat keterbatasan biaya tersebut, mereka terpaksa mengeluarkan area Hijir dari bagian dalam bangunan utama Ka'bah dan menggantinya dengan dinding pendek sebagai penanda bahwa area tersebut sejatinya adalah bagian tak terpisahkan dari Ka'bah.

Status Hijir Ismail sebagai bagian sah dari Ka'bah ditegaskan secara langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadis shahih yang diriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha. Ketika Aisyah bertanya apakah dinding Hijir termasuk bagian dari Ka'bah, Rasulullah SAW membenarkannya dan menjelaskan bahwa kaum Quraisy terpaksa tidak memasukkannya ke dalam bangunan utama karena kekurangan biaya. Oleh karena itu, beribadah dan shalat di dalam Hijir Ismail hukumnya sunnah dan nilainya setara dengan beribadah di dalam bangunan Ka'bah.

Keterkaitan erat antara Hijir Ismail dan Ka'bah juga berpengaruh langsung pada keabsahan ibadah tawaf. Jemaah haji dan umrah diwajibkan mengelilingi Hijir Ismail saat melakukan tawaf. Tawaf seseorang dianggap tidak sah apabila ia memotong jalur dengan berjalan di antara Ka'bah dan Hijir Ismail tanpa mengelilingi dinding setengah lingkaran tersebut.

Secara arsitektur, dinding setengah lingkaran Hijir Ismail membentang sepanjang 21,57 meter. Garis tengah yang menghubungkan Rukun Hajar Iraqi dan Rukun Syami berjarak 11,94 meter, sementara jarak dari dinding luar Ka'bah ke bagian dinding dalam Hijir mencapai 8,42 meter.

Bangunan ini memiliki dua celah pintu dengan lebar masing-masing 2,29 meter dan panjang dari pintu ke pintu sebesar 8,77 meter. Pemugaran marmer pertama pada pilar Hijir Ismail dilakukan oleh Khalifah Abu Ja'far Manshur dari Bani Abbasiyah pada tahun 140 Hijriyah.

Meskipun seluruh kawasan Masjidil Haram merupakan tempat dikabulkannya doa, area Hijir Ismail memiliki keistimewaan tersendiri. Di lokasi ini, jemaah dari berbagai negara saling berebut untuk masuk dan memanjatkan hajat. Di antara area Hijir Ismail, posisi tepat di bawah talang air (mizab) diyakini sebagai titik berdoa yang paling mustajab. (MHS)

Bagikan:

Komentar

Mohon login atau registrasi untuk mengirimkan komentar Anda.

Komentar yang sudah Anda ketik tetap tersimpan selama proses login.

Belum ada komentar pada posting ini.