Mau ke Komplek Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd di Madinah? Simak Jadwal Terbarunya!

HIMPUHNEWS - Madinah kembali menjadi magnet jemaah dan wisatawan religi pada awal 2026. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd, percetakan mushaf terbesar di dunia. Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, pengelola menetapkan jadwal kunjungan terbaru agar aktivitas edukasi tetap berjalan tertib dan nyaman.
Berdasarkan jadwal terbaru, kunjungan dibuka hampir sepanjang hari dengan pengaturan sesi pagi dan sore/malam. Khusus hari Jumat, jam kunjungan dibuat terbatas menyesuaikan aktivitas ibadah.
Ini Jadwal Lengkap Kunjungan Terbaru
Pengunjung yang ingin melihat langsung proses pencetakan mushaf Al-Qur’an perlu memperhatikan jam operasional berikut:
Ahad–Kamis
-
Sesi pagi: pukul 07.00–12.00
-
Sesi sore/malam: pukul 14.00–21.00
Jumat
-
Sesi sore/malam: pukul 15.00–21.00
Sabtu
-
Sesi pagi: pukul 08.00–12.00
-
Sesi sore/malam: pukul 15.00–21.00
Kompleks ini berlokasi sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi dan telah beroperasi lebih dari empat dekade sejak diresmikan Raja Fahd bin Abdul Aziz pada 1984.
Ribuan Pengunjung, Kuota Masuk Dibatasi
Setiap harinya, jumlah pengunjung Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Meski demikian, pengelola membatasi kunjungan ke dalam area produksi demi menjaga ketertiban dan kesucian proses pencetakan.
Dalam satu rombongan, jumlah pengunjung dibatasi sekitar 15–20 orang dengan durasi kunjungan kurang lebih 15 menit. Pengunjung diperbolehkan melihat langsung proses produksi, namun tidak diizinkan menyentuh mushaf yang sedang dicetak.
Menariknya, setiap pengunjung akan mendapatkan mushaf Al-Qur’an secara gratis.
“Para pengunjung dapat satu Al-Qur’an gratis,” kata Abdurrahman.
Bagi yang ingin membawa lebih banyak, tersedia juga fasilitas pembelian mushaf dengan berbagai ukuran. Untuk ukuran standar, harganya sekitar 23 riyal, termasuk opsi pembelian dalam jumlah besar.
Percetakan 24 Jam, Produksi Jutaan Mushaf
Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd beroperasi 24 jam penuh dengan dukungan sekitar 1.100–1.300 pekerja dan mesin cetak berkapasitas besar. Setiap tahunnya, percetakan ini mampu memproduksi sekitar 18 juta eksemplar Al-Qur’an, atau sekitar 80 ribu mushaf per hari.
Tak hanya untuk kebutuhan Arab Saudi, mushaf Al-Qur’an dari kompleks ini didistribusikan ke puluhan negara dalam 78 bahasa, termasuk versi braille untuk tunanetra serta terjemahan bahasa isyarat—yang disebut sebagai yang pertama di dunia.
Kini, kompleks yang berdiri di atas lahan sekitar 250 ribu meter persegi tersebut dikelola sebagai wisata edukasi religi, lengkap dengan masjid, perpustakaan, pusat ilmiah, hingga fasilitas pendukung lainnya. Meski terbuka untuk umum, pengunjung tetap harus mengikuti prosedur resmi dan perizinan sebelum masuk ke area produksi.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
