Lakukan Efisiensi Konsumsi Haji hingga Rp123 M, Kemenhaj Minta Diberikan Insentif

HIMPUHNEWS - Kementerian Haji (Kemenhaj) RI mengaku telah berhasil melakukan efisiensi biaya konsumsi jemaah haji tahun 1447 H/2026 M hingga lebih dari Rp123 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR RI, pada Rabu (21/1/2026) di Jakarta.
Menurut Dahnil, meski efisiensi biaya konsumsi dilakukan, namun hal itu tidak mengurangi kualitas dan gramasi makanan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
“Jadi konsumsi itu dari sebelumnya 40 Saudi Arabia Riyal (SAR) menjadi 36 SAR [per hari per jemaah]. Namun gramasinya meningkat, misal nasi dari sebelumnya 150 gram, menjadi 170 gram, begitu juga lauknya,” kata Dahnil.
Atas keberhasilan ini, Dahnil memohon Komisi VIII DPR menyiapkan skema insentif bagi para ASN Kemenhaj. Ia menilai skema insentif ini bisa menjadi semacam tameng bagi mereka untuk tidak menggunakan dana hasil efisiensi itu untuk program karangan dan tidak relevan.
“Kami berharap ada pembahasan secara khusus [mengenai insentif ini] terutama di Rancangan UU Keuangan Haji. Karena nanti saat selesai musim haji dana efisiensi ini akan dikembalikan ke BPKH, tapi selama ini yang terjadi adalah seperti yang saya bilang tadi, diada-adakan program yang tidak seharusnya,” jelas Dahnil.
“Jadi di satu sisi kami berkomitmen zero tolerance pada praktik korupsi rente, di sisi lain kami punya PR bagaimana caranya bisa bisa menyediakan insentif yang cukup bagi ASN Kemenhaj,” pungkas Dahnil.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
