himpuh.or.id

Kemenhaj Susun Modul Pengendalian Ekonomi Haji, Awasi Rantai Pasok hingga Produk Nasional

Kategori : Berita, Ditulis pada : 09 Maret 2026, 06:00:08

d3170b40-f56e-4374-8430-c4ec5a5be95a-1772957564265.jpeg

HIMPUHNEWS — Kementerian Haji dan Umrah tengah menyusun modul pengendalian ekosistem ekonomi haji untuk memantau aktivitas ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan ibadah haji. Modul ini dirancang sebagai pedoman bagi petugas dalam mengawasi berbagai rantai pasok yang terlibat dalam layanan haji, mulai dari produk nasional hingga kinerja mitra penyedia layanan.

Penyusunan modul tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Bogor pada 6–8 Maret yang melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU).

Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi mengatakan pengendalian ekosistem ekonomi haji penting agar berbagai aktivitas ekonomi dalam penyelenggaraan haji dapat memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian Indonesia.

“Pengendalian ekosistem ekonomi haji sangat penting agar seluruh rantai pasok yang terlibat dalam penyelenggaraan haji dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi Indonesia. Modul ini akan menjadi panduan bagi petugas di lapangan untuk memantau penggunaan produk nasional, kinerja mitra, serta memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel,” ujar Jaenal.

Awasi Rantai Pasok Produk Nasional

Dalam modul tersebut, pemerintah akan menetapkan sejumlah fokus pengendalian dalam ekosistem ekonomi haji.

Beberapa di antaranya mencakup pengendalian rantai pasok produk Indonesia, pengawasan supplier dan mitra ekosistem, serta monitoring ekspor produk nasional yang digunakan untuk kebutuhan jemaah haji.

Selain itu, modul juga akan mengatur optimalisasi perputaran ekonomi di sektor hotel dan kawasan haji, serta pengendalian terhadap keuangan operasional penyelenggaraan haji.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa berbagai aktivitas ekonomi yang muncul dari penyelenggaraan ibadah haji memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Gunakan Indeks Pemberdayaan Ekonomi Haji

Sebagai alat ukur dampak ekonomi, pemerintah akan menggunakan Indeks Pemberdayaan Ekonomi Haji.

Indikator ini akan digunakan untuk melihat sejauh mana aktivitas ekonomi dalam penyelenggaraan haji memberikan manfaat bagi ekonomi Indonesia.

Pengukuran tersebut mencakup sejumlah komponen layanan utama dalam penyelenggaraan haji, seperti konsumsi, akomodasi, transportasi, asuransi, layanan kesehatan, telekomunikasi, hingga logistik.

Ke depan, pemantauan ekosistem ekonomi haji juga akan diperkuat melalui sistem digital agar proses pengumpulan data dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Jaenal menjelaskan sistem ini memungkinkan pemantauan aktivitas ekonomi dilakukan secara real time.

"Data tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam menilai kinerja penyedia layanan di Arab Saudi sekaligus memantau perkembangan kontribusi ekonomi haji bagi Indonesia," pungkasnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id