Gaji UMR Tetap Bisa Umrah, Ini Strategi Menabung yang Efektif!
HIMPUHNEWS - Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai negara memadati Kota Makkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah umrah. Indonesia menjadi salah satu penyumbang jemaah terbesar di dunia. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa umrah bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang ingin diwujudkan banyak keluarga Muslim.
Data General Authority for Statistics (GASTAT) Arab Saudi menunjukkan lebih dari 15,2 juta orang melaksanakan umrah hanya dalam tiga bulan pertama 2025. Angka tersebut meningkat sekitar 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat sebanyak 1,8 juta jemaah asal Indonesia menunaikan umrah sepanjang 2024. Indonesia bahkan menempati posisi kedua dunia sebagai negara pengirim jemaah umrah terbanyak pada musim 2025.
Di balik besarnya minat tersebut, masih banyak masyarakat yang menganggap biaya umrah terlalu mahal sehingga harus menunggu "nanti kalau sudah kaya". Padahal, dengan perencanaan keuangan yang tepat, impian berangkat ke Tanah Suci dapat dimulai dari nominal yang relatif kecil, bahkan sekitar Rp300 ribu per bulan.
Kuncinya bukan terletak pada besarnya penghasilan, melainkan konsistensi menabung dan kemampuan mengelola keuangan secara disiplin.
Tentukan Target Sejak Awal
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan target keberangkatan. Menentukan tahun atau bulan keberangkatan akan memudahkan dalam menghitung kebutuhan dana yang harus disiapkan setiap bulan.
Saat ini, paket umrah reguler berdurasi sekitar sembilan hari umumnya berada pada kisaran Rp25 juta hingga Rp35 jutaper orang. Setelah ditambah biaya paspor, vaksin meningitis, perlengkapan ibadah, serta uang saku selama di Tanah Suci, total kebutuhan dana berkisar Rp30 juta hingga Rp46 juta, bergantung pada fasilitas, nilai tukar mata uang, maskapai penerbangan, serta musim keberangkatan.
Dengan mengetahui target biaya tersebut, calon jemaah dapat menghitung besaran tabungan bulanan yang harus disisihkan.
Pisahkan Rekening Khusus Umrah
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mencampurkan tabungan umrah dengan rekening operasional sehari-hari. Akibatnya, dana yang sudah terkumpul perlahan habis untuk kebutuhan lain tanpa disadari.
Karena itu, sebaiknya gunakan rekening khusus untuk tabungan umrah, misalnya melalui tabungan haji dan umrah di bank syariah atau fitur kantong tabungan pada layanan perbankan digital.
Akan lebih baik jika rekening tersebut tidak dilengkapi kartu debit sehingga dana tidak mudah diambil untuk kebutuhan konsumtif.
Dahulukan Menabung, Bukan Menunggu Sisa
Banyak orang baru menabung setelah seluruh kebutuhan bulanan terpenuhi. Padahal, pola tersebut justru membuat tabungan sulit berkembang.
Cara yang lebih efektif adalah menerapkan prinsip pay yourself first, yakni menyisihkan dana tabungan segera setelah menerima gaji atau penghasilan.
Fitur autodebet dapat dimanfaatkan agar proses menabung berlangsung otomatis setiap bulan tanpa harus diingatkan.
Terapkan Gaya Hidup Lebih Hemat
Mewujudkan impian umrah juga membutuhkan perubahan kebiasaan.
Pengeluaran kecil yang tampak sepele, seperti membeli kopi setiap hari, makan di luar terlalu sering, berlangganan layanan hiburan yang jarang digunakan, atau belanja impulsif, apabila dikumpulkan selama satu bulan ternyata dapat menjadi tambahan tabungan yang cukup besar.
Mengurangi pengeluaran konsumtif bukan berarti menghilangkan kenyamanan hidup, melainkan mengalihkan sebagian pengeluaran untuk tujuan yang lebih bernilai.
Manfaatkan Investasi Syariah
Selain menabung, masyarakat juga dapat mempertimbangkan instrumen investasi syariah agar nilai dana tidak tergerus inflasi.
Beberapa pilihan yang banyak digunakan antara lain tabungan emas, deposito syariah, maupun reksa dana syariah yang dikelola oleh manajer investasi berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Meski demikian, setiap instrumen investasi memiliki risiko sehingga calon investor perlu memahami karakteristik produknya sebelum memutuskan berinvestasi.
Tambah Penghasilan Bila Memungkinkan
Apabila kemampuan menabung masih terbatas, meningkatkan pendapatan dapat menjadi solusi.
Saat ini tersedia banyak peluang usaha sampingan yang dapat dijalankan dari rumah maupun secara daring. Penghasilan tambahan tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk kebutuhan konsumsi, melainkan langsung dialokasikan ke rekening tabungan umrah.
Strategi sederhana ini dapat memangkas waktu pencapaian target secara signifikan.
Pilih Waktu Keberangkatan yang Tepat
Tidak banyak calon jemaah yang menyadari bahwa waktu keberangkatan turut memengaruhi biaya umrah.
Keberangkatan pada musim sepi seperti setelah Idulfitri, pasca-Iduladha, atau awal tahun umumnya menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan Ramadan maupun musim liburan akhir tahun.
Melakukan pemesanan beberapa bulan sebelum keberangkatan juga dapat membantu memperoleh harga tiket pesawat dan paket perjalanan yang lebih terjangkau.
Simulasi Menabung Menuju Umrah
Dengan target dana sekitar Rp30 juta, berikut gambaran waktu yang dibutuhkan berdasarkan nominal tabungan bulanan:
| Setoran per Bulan | Perkiraan Waktu Mencapai Rp30 Juta |
|---|---|
| Rp300 ribu | sekitar 100 bulan |
| Rp500 ribu | sekitar 60 bulan |
| Rp1 juta | sekitar 30 bulan |
| Rp1,5 juta | sekitar 20 bulan |
| Rp2 juta | sekitar 15 bulan |
Simulasi tersebut belum memperhitungkan potensi imbal hasil investasi maupun kenaikan biaya umrah di masa mendatang.
Hindari Tiga Kesalahan Ini
Dalam perjalanan menabung umrah, terdapat beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Pertama, menabung dari sisa pengeluaran. Cara ini sering membuat target tidak pernah tercapai karena selalu ada kebutuhan lain yang lebih dulu menghabiskan uang.
Kedua, mudah tergiur paket umrah dengan harga yang jauh di bawah harga pasar. Calon jemaah perlu memastikan biro perjalanan telah memiliki izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Kementerian Agama.
Ketiga, memaksakan keberangkatan dengan utang konsumtif yang justru berpotensi membebani kondisi keuangan setelah pulang dari Tanah Suci.
Konsistensi Adalah Kunci
Berangkat ke Tanah Suci bukan hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga soal komitmen. Menabung Rp300 ribu setiap bulan memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan menyisihkan Rp1 juta atau Rp2 juta. Namun, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan jauh lebih bermakna daripada menunggu kondisi keuangan yang dianggap sempurna.
Pada akhirnya, perjalanan menuju Baitullah dimulai sejak seseorang menata niat, memperbaiki perencanaan keuangan, dan menjaga kedisiplinan dalam menabung. Ketika ikhtiar itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, impian menunaikan ibadah umrah bukan lagi sekadar angan, melainkan target yang semakin dekat untuk diwujudkan.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

