himpuh.or.id

Kemenhaj RI Ungkap 14.115 Jemaah Umrah Berpotensi Alami Keterlambatan Kepulangan

Kategori : Berita, Topik Hangat, Ditulis pada : 12 Maret 2026, 06:38:47

FotoJet - 2026-03-12T064307.264.jpg

HIMPUHNEWS — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengungkapkan sebanyak 14.115 jemaah umrah Indonesia berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan di tengah gangguan penerbangan internasional di kawasan Timur Tengah.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, berdasarkan data per 11 Maret 2026, saat ini masih terdapat 50.374 jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi.

“Kami sudah memanggil seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang terkait untuk memastikan penanganan terhadap jemaah yang berpotensi tertahan,” kata Irfan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya pada 28 Februari 2026 tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia berada di Arab Saudi. Namun tidak semuanya mengalami keterlambatan kepulangan.

Sebagian jemaah masih dapat kembali ke Indonesia menggunakan penerbangan langsung dari Jeddah maupun Madinah yang tetap beroperasi, seperti penerbangan milik Garuda Indonesia, Saudia, Lion Air, dan AirAsia.

Selain itu, sebagian jemaah juga belum dijadwalkan pulang karena masih menjalankan rangkaian ibadah umrah di Tanah Suci.

Imbau Tunda Keberangkatan Umrah

Sejak 28 Februari 2026, Kementerian Haji dan Umrah telah mengimbau para penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) serta calon jemaah agar menunda keberangkatan sementara waktu hingga kondisi penerbangan kembali kondusif.

Imbauan tersebut sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

“Pertimbangan utama kami adalah menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah,” ujar Irfan.

Tim Siaga di Bandara

Untuk membantu jemaah yang terdampak, pemerintah melalui Kantor Urusan Haji Jeddah bersama KJRI Jeddah menurunkan tim di empat terminal bandara di Jeddah dan Madinah.

Tim tersebut bertugas melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan untuk memastikan kepastian jadwal keberangkatan, menyediakan konsumsi dan kebutuhan dasar bagi jemaah yang menunggu penerbangan, serta membantu penyelesaian administrasi perjalanan.

Pemantauan juga dilakukan secara bergiliran selama 24 jam guna mengantisipasi potensi penumpukan jemaah di bandara.

Selain itu, pemerintah turut membantu memperpanjang visa jemaah yang masa berlakunya habis akibat keterlambatan kepulangan agar tidak tercatat sebagai pelanggaran imigrasi.

Upaya pemulangan jemaah terus dilakukan secara bertahap. Hingga 9 Maret 2026, tercatat 20.581 jemaah umrah Indonesia telah berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Sementara itu, keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia masih berlangsung melalui penerbangan langsung menuju Arab Saudi dengan jumlah sekitar 2.000 hingga 3.000 jemaah per hari.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah Indonesia yang menjalankan ibadah di Tanah Suci.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id