himpuh.or.id

Mengenal Mukhtar Alam, Kaligrafer di Balik Keindahan Kiswah Ka'bah

Kategori : Berita, Khazanah, Ditulis pada : 15 Juni 2026, 07:27:32

FotoJet (28).jpg

HIMPUHNEWS - Setiap tahun, jutaan pasang mata umat Islam dari seluruh dunia tertuju kepada Ka'bah, bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam.

Selain kemegahan dan kesakralannya, perhatian jamaah juga kerap tertuju pada Kiswah, kain hitam yang menyelimuti Ka'bah dengan hiasan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang disulam menggunakan benang emas dan perak.

Di balik keindahan kaligrafi yang menghiasi Kiswah tersebut, terdapat sosok yang mungkin tidak banyak dikenal publik. Ia adalah Mukhtar Alam Shaqdar, kaligrafer utama Kiswah Ka'bah yang selama lebih dari dua dekade berperan menjaga kualitas dan keindahan tulisan pada kain penutup Baitullah.

Meski memiliki darah keturunan Bangladesh, Mukhtar Alam lahir dan besar di Arab Saudi. Kecintaannya terhadap seni kaligrafi Arab tumbuh sejak usia muda dan terus berkembang melalui proses belajar yang panjang. Selama bertahun-tahun, ia mendalami berbagai kaidah penulisan kaligrafi hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu kaligrafer yang memiliki kemampuan tinggi dalam bidang tersebut.

Perjalanan hidupnya berubah pada tahun 1422 Hijriah ketika ia bertemu dengan Muhammad Salem Bajnaid, seorang pengusaha sekaligus seniman kaligrafi yang cukup dikenal di Jeddah. Saat melihat karya-karya Mukhtar Alam, Bajnaid terkesan dengan kualitas kaligrafinya dan melihat potensi besar yang dimiliki pria tersebut.

Dari pertemuan itulah jalan menuju salah satu profesi paling bergengsi dalam dunia kaligrafi Islam mulai terbuka.

Portofolio dan hasil karya Mukhtar Alam kemudian diajukan kepada pihak yang menangani pembuatan Kiswah Ka'bah. Sebelum diterima, ia harus menjalani proses seleksi dan pengujian yang ketat, termasuk ujian kaligrafi di Universitas Umm Al-Qura, Makkah.

Setelah berhasil melewati seluruh tahapan tersebut, Mukhtar Alam resmi bergabung dengan Pabrik Kiswah Ka'bah pada Jumadal Awal 1423 Hijriah atau Juli 2002. Sejak saat itu, ia menjadi bagian dari tim yang bertanggung jawab menjaga salah satu simbol paling penting dalam dunia Islam.

Menggabungkan Tradisi dan Teknologi

Sebagai kaligrafer utama, tugas Mukhtar Alam bukan sekadar menulis ayat-ayat Al-Qur'an yang akan menghiasi Kiswah. Ia juga berperan dalam memastikan setiap detail kaligrafi memiliki proporsi, keseimbangan, dan keindahan yang sesuai dengan standar tinggi yang telah diwariskan selama puluhan tahun.

Menariknya, Mukhtar Alam termasuk sosok yang berhasil memadukan tradisi seni kaligrafi klasik dengan perkembangan teknologi modern.

Salah satu kontribusinya yang cukup penting adalah memperkenalkan penggunaan program kaligrafi elektronik khusus berbasis komputer dalam proses desain Kiswah. Pemanfaatan teknologi tersebut membantu meningkatkan tingkat akurasi, konsistensi, dan kualitas tulisan sebelum diterapkan pada kain Kiswah yang nantinya akan disulam menggunakan benang emas dan perak.

Meski menghadirkan berbagai pembaruan, Mukhtar Alam tetap menjaga desain dasar Kiswah yang telah dirancang oleh kaligrafer legendaris Sheikh Abdul Rahim Amin Bukhari menggunakan khat Tsuluts (Thuluth), salah satu gaya kaligrafi paling indah dan kompleks dalam tradisi Islam.

Ia tidak mengubah karakter utama desain yang selama ini menjadi identitas Kiswah. Sebaliknya, ia melakukan sejumlah penyempurnaan untuk meningkatkan kualitas visualnya, seperti memperbesar ukuran huruf, memperlebar bidang tulisan, menyempurnakan proporsi ornamen geometris, serta memperindah dekorasi pada sitarah atau tirai pintu Ka'bah.

Menjaga Warisan Seni yang Mendunia

Bagi banyak orang, Kiswah mungkin hanya terlihat sebagai kain hitam yang menyelimuti Ka'bah. Namun di baliknya terdapat proses panjang yang melibatkan keahlian tinggi, ketelitian luar biasa, dan dedikasi dari para pengrajin serta seniman yang mengerjakannya.

Kaligrafi yang menghiasi Kiswah bukan sekadar elemen dekoratif. Tulisan-tulisan tersebut berisi ayat-ayat Al-Qur'an dan kalimat-kalimat tauhid yang menjadi bagian penting dari identitas spiritual Ka'bah.

Karena itu, setiap goresan huruf harus dibuat dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Kesalahan sekecil apa pun tidak memiliki tempat dalam proses pembuatan Kiswah.

Selama lebih dari dua puluh tahun mengabdi di Pabrik Kiswah Ka'bah, Mukhtar Alam telah menjadi salah satu penjaga warisan seni Islam yang paling dikenal di dunia. Melalui sentuhan dan keahliannya, keindahan kaligrafi Kiswah terus terjaga dari tahun ke tahun, menyambut jutaan jamaah yang datang ke Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Meski namanya mungkin tidak seterkenal para ulama atau imam Masjidil Haram, karya Mukhtar Alam setiap hari disaksikan oleh jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia. Melalui tangannya, ayat-ayat suci yang menghiasi Kiswah Ka'bah terus tampil dengan keindahan yang mencerminkan kemuliaan rumah Allah dan kekayaan tradisi seni Islam yang telah diwariskan selama berabad-abad.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id