Bangun Layanan Haji Terpadu, Kemenhaj Targetkan 40 PLHUT Rampung Tahun Ini

HIMPUHNEWS – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi memulai pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di sejumlah daerah sebagai bagian dari penguatan layanan publik bagi calon jemaah haji dan umrah. Pada tahap awal, pembangunan fisik telah dimulai di tiga lokasi dari total 40 kabupaten/kota yang menjadi target pembangunan pada tahun anggaran 2026.
Program pembangunan PLHUT ini menjadi salah satu upaya Kemenhaj untuk memperkuat infrastruktur pelayanan sekaligus menghadirkan layanan haji dan umrah yang lebih mudah dijangkau, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.
Tiga Lokasi Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Kepala Biro Perencanaan Kementerian Haji dan Umrah, M. Noer Alya Fitra, menjelaskan bahwa penetapan satuan kerja (satker) penerima alokasi proyek yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dilakukan secara bersama-sama antara Biro Perencanaan Kemenhaj, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian Keuangan.
"Penetapan satker ini ditentukan bersama oleh Biro Perencanaan bekerjasama dengan Bappenas dan Kemenkeu, sementara untuk seluruh proses pengadaannya berada di bawah koordinasi Biro Umum guna menjamin tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku," terang Noer Alya Fitra di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Ia menambahkan, seluruh proses pengadaan paket pekerjaan pembangunan PLHUT dilaksanakan melalui mekanisme E-purchasing Mini Kompetisi untuk memastikan proses berjalan secara transparan, akuntabel, dan efisien.
Jabar dan Kalsel Jadi Percontohan
Sementara itu, Kepala Biro Umum Kementerian Haji dan Umrah, Slamet, mengatakan pembangunan fisik saat ini telah dimulai di tiga lokasi yang tersebar di dua provinsi.
"Pembangunan PLHUT ini sudah dimulai di 3 lokasi dari total 40 Kabupaten/Kota yang ditargetkan di seluruh Indonesia. Seluruh mekanisme pengadaannya kami jalankan secara ketat dan transparan melalui sistem E-purchasing Mini Kompetisi guna menjamin efisiensi serta kualitas hasil bangunan," ujar Slamet.
Ia merinci, tiga lokasi tersebut berada di Kota Cimahi dan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, serta Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut Slamet, pembangunan PLHUT bertujuan mendekatkan layanan administrasi haji dan umrah kepada masyarakat melalui pusat pelayanan terpadu satu pintu.
Nantinya, gedung PLHUT akan melayani berbagai kebutuhan calon jemaah, mulai dari pendaftaran haji dan umrah, pelaksanaan bimbingan manasik, hingga koordinasi layanan dengan perbankan penerima setoran haji.
Kementerian Haji dan Umrah menargetkan pembangunan PLHUT di 40 kabupaten/kota pada tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, Kemenhaj menyatakan akan terus mengakselerasi proses pengadaan dan pelaksanaan konstruksi di lokasi-lokasi lainnya agar seluruh pembangunan dapat terealisasi sesuai rencana.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
