himpuh.or.id

Pemerintah Saudi Pastikan Persiapan Haji 2026 Lancar dan Tidak Terpengaruh Perang Timur Tengah

Kategori : Berita, Topik Hangat, Haji 1447 H / 2026 M, Ditulis pada : 12 Maret 2026, 06:44:56

FotoJet - 2026-03-12T073948.873.jpg

HIMPUHNEWS — Pemerintah Arab Saudi memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 tetap berjalan normal dan tidak terdampak langsung oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, komunikasi intensif terus dilakukan dengan otoritas haji Arab Saudi untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Alhamdulillah kami selalu berkomunikasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi dan sampai hari ini mereka tetap memastikan semuanya berjalan dengan baik,” kata Irfan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu (11/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sejak 28 Februari 2026 memicu gangguan pada jalur transportasi udara internasional.

Irfan menjelaskan, eskalasi konflik di kawasan tersebut berdampak pada stabilitas keamanan regional serta aktivitas penerbangan internasional.

Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah bahkan telah menutup ruang udara, terutama pada jalur penerbangan yang selama ini menjadi lintasan utama menuju kawasan Teluk.

Penutupan tersebut menyebabkan terganggunya penerbangan internasional, khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di Timur Tengah.

Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai skenario penyelenggaraan haji guna memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan perubahan situasi keamanan kawasan.

Menurut Irfan, penyusunan skenario tersebut dilakukan dengan prinsip utama menjaga keselamatan dan keamanan jemaah haji sebagai prioritas tertinggi.

Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah memastikan keamanan jemaah haji Indonesia.

“Yang penting dipastikan keamanan bagi semua jemaah kita,” ujar Irfan mengutip arahan presiden.

Dalam merumuskan kebijakan penyelenggaraan haji di tengah potensi krisis kawasan, pemerintah berpegang pada beberapa prinsip utama, yakni:

  1. Keselamatan jemaah sebagai prioritas utama

  2. Kehati-hatian dalam pengambilan keputusan

  3. Koordinasi erat dengan pemerintah Arab Saudi serta berbagai pemangku kepentingan

  4. Kesiapan mitigasi risiko transportasi dan keamanan

  5. Transparansi informasi kepada publik dan jemaah haji

Koordinasi juga terus dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, maskapai penerbangan, serta otoritas internasional untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan kawasan Timur Tengah sekaligus memastikan seluruh langkah mitigasi disiapkan guna melindungi jemaah haji Indonesia.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id