himpuh.or.id

Tak Terlihat, Tapi Krusial: Kerja Senyap Petugas Jaga Bagasi Jemaah di Madinah

Kategori : Berita, Topik Hangat, Haji 1447 H / 2026 M, Ditulis pada : 25 April 2026, 13:20:52

FotoJet - 2026-04-25T133419.045.jpg

HIMPUHNEWS - Di balik kelancaran kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah, terdapat peran penting petugas bandara yang bekerja di balik layar memastikan seluruh barang bawaan jemaah tetap aman dan terdistribusi dengan baik.

Pengawasan dilakukan di area Drop Baggage Zone Bandara AMAA Madinah, Jumat (24/04/2026), melalui sistem kerja tiga shift. Pada setiap shift, lima petugas ditugaskan sebagai checker bagasi untuk memantau berbagai barang bawaan jemaah, mulai dari koper besar, koper kabin, hingga alat bantu seperti kursi roda dan tongkat.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa pengawasan bagasi menjadi bagian penting dari pelayanan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Setiap barang bawaan jemaah harus dimonitor secara cermat, mulai dari koper besar, koper kabin, kursi roda, sampai tongkat. Barang-barang itu merupakan kebutuhan jemaah yang akan mereka gunakan selama di Tanah Suci,” ujar Abdul Basir.

Ia menjelaskan, tugas checker bagasi menuntut ketelitian tinggi di tengah kondisi lapangan yang cukup berat, mengingat area kerja berada di ruang terbuka dengan paparan panas ekstrem di siang hari serta suhu dingin dan angin kencang pada malam hari.

“Kalau ada selisih jumlah atau ada bagasi jemaah yang tidak sampai, itu harus segera kami laporkan kepada pihak maskapai. Karena itu, pengawasan pada area bagasi harus dilakukan dengan sangat teliti dan tidak boleh lengah,” lanjutnya.

Menurutnya, pengawasan bagasi tidak hanya dilakukan oleh petugas haji Indonesia, tetapi juga melibatkan pihak maskapai. Karena itu, koordinasi antarpihak menjadi kunci agar distribusi bagasi berjalan lancar hingga ke hotel jemaah.

“Bukan hanya petugas kita yang mengawasi, pihak maskapai juga ikut memantau bagasi jemaah. Maka koordinasi satu sama lain harus terus dijaga supaya seluruh bagasi jemaah bisa sampai dengan baik ke hotel masing-masing,” katanya.

Kerja pengawasan ini memang jarang terlihat oleh publik, namun memiliki peran krusial dalam menjaga kenyamanan jemaah sejak awal kedatangan. Hal ini juga ditegaskan Abdul Basir bahwa pelayanan tidak berhenti pada proses penyambutan, tetapi mencakup kepastian keamanan dan kelengkapan barang bawaan.

“Yang kami jaga bukan hanya jumlah bagasi, tetapi juga ketepatan dan kelancaran prosesnya. Harapannya, saat jemaah tiba di hotel, barang-barang mereka juga sudah termonitor dengan baik sehingga jemaah merasa tenang dan nyaman,” tandasnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id