Layanan Corridor Gate Bikin Proses Kedatangan Haji di Bandara Soetta 90 Persen Lebih Cepat

HIMPUHNEWS — Proses kepulangan puluhan ribu jamaah haji melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini berlangsung lebih cepat berkat penerapan teknologi corridor gate atau sistem pemeriksaan keimigrasian berbasis seamless. Inovasi tersebut diklaim mampu memangkas waktu layanan hingga 90 persen dibandingkan prosedur pemeriksaan konvensional.
Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat arus kedatangan jamaah haji yang mulai kembali ke Indonesia sepanjang Juni 2026 melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, mengatakan tingkat keberhasilan penggunaan corridor gate saat ini mencapai sekitar 90 persen dari total jamaah yang dilayani.
"Tingkat keberhasilan penggunaan corridor gate saat ini mencapai sekitar 90 persen. Sedangkan 10 persen sisanya menggunakan pemeriksaan manual pada counter imigrasi akibat kendala teknis yang terjadi saat proses pengambilan data biometrik," katanya di Tangerang, Kamis (11/06).
Menurut Galih, teknologi tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah yang baru menyelesaikan perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Tanah Air.
Bagi jamaah yang mengalami kendala saat proses verifikasi biometrik, petugas langsung mengarahkan ke konter pemeriksaan manual yang berada di dekat area corridor gate.
"Untuk yang belum berhasil, kami langsung arahkan ke konter manual yang berada di dekat corridor gate agar tidak mengganggu antrean jemaah lainnya," ujarnya.
Hanya Butuh 3-5 Detik per Orang
Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Jerry Prima, menjelaskan sistem seamless menawarkan kecepatan layanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan auto gate yang selama ini digunakan di sejumlah bandara internasional.
Jika auto gate memiliki standar waktu layanan maksimal 15 detik per orang, corridor gate hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima detik untuk setiap pengguna.
"Artinya prosesnya bisa lebih dari tiga kali lebih cepat dibandingkan auto gate. Ini sangat membantu dalam mengurai antrean, terutama saat kedatangan jemaah haji dalam jumlah besar," ujar Jerry.
Hingga hari ke-10 fase debarkasi, teknologi tersebut telah digunakan untuk melayani kedatangan jamaah Kloter 25 yang berjumlah sekitar 441 orang.
Menurut Jerry, sebagian besar kendala yang muncul selama penggunaan sistem bukan berasal dari gangguan teknis besar, melainkan posisi wajah pengguna yang belum tertangkap kamera secara optimal saat proses identifikasi biometrik berlangsung.
"Biasanya karena angle wajah yang ditampilkan kurang tepat sehingga tidak terbaca oleh sistem. Ini murni persoalan teknis dan bukan kendala yang signifikan karena langsung dapat ditangani melalui pemeriksaan manual," katanya.
Layani Kepulangan Lebih dari 34 Ribu Jamaah
Penerapan corridor gate dilakukan seiring berlangsungnya fase pemulangan jamaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi salah satu pintu masuk utama kedatangan jamaah dari Arab Saudi.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, sebelumnya mengungkapkan sebanyak 34.853 jamaah haji dijadwalkan tiba melalui bandara tersebut selama periode 1 hingga 30 Juni 2026.
Kedatangan jamaah diawali oleh dua kelompok debarkasi, yakni Debarkasi Pondok Gede dan Debarkasi Bekasi, dengan total 836 jamaah.
"Jumlah tersebut terdiri atas 391 haji Debarkasi Pondok Gede dan 445 haji Debarkasi Bekasi, yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines," katanya.
Secara keseluruhan, Bandara Soekarno-Hatta akan melayani kedatangan 84 kelompok terbang (kloter) selama fase pemulangan haji tahun ini.
Jumlah tersebut terdiri atas 8.701 jamaah Debarkasi Pondok Gede, 12.092 jamaah Debarkasi Bekasi, 9.096 jamaah Debarkasi Banten, serta 4.964 jamaah asal Lampung.
Galih menegaskan, penerapan corridor gate menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan negara kepada jamaah haji, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.
"Negara harus selalu hadir dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mulai dari keberangkatan melalui kerja sama Makkah Route hingga saat kepulangan," kata dia.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
