himpuh.or.id

Persiapan Wukuf, Satgas Pastikan Layanan di Arafah Optimal

Kategori : Berita, Ditulis pada : 04 Mei 2026, 08:30:37

cc310eda-4248-4c8e-9fb2-0eed16b81a01-1777828480039.jpeg

HIMPUHNEWS - Menjelang fase puncak ibadah haji, kesiapan layanan di kawasan Arafah menjadi krusial bagi jutaan jamaah, termasuk dari Indonesia. Pemerintah melalui Satuan Tugas Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai memastikan seluruh aspek layanan berjalan optimal, mulai dari markas hingga sistem evakuasi.

Peninjauan lapangan dilakukan secara menyeluruh di Arafah pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini dipimpin Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna Surnadi bersama tim, dengan fokus pada kesiapan fasilitas dan sistem layanan bagi jamaah Indonesia menjelang wukuf.

Dalam peninjauan tersebut, tim menyisir berbagai titik penting, termasuk posisi markas, rute murur, serta skema evakuasi di 10 sektor Adhoc yang telah disiapkan.

"Fokus kami hari ini memastikan posisi-posisi atau kedudukan-kedudukan markas, rute murur, dan sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc. Jangan sampai ada yang terlewat," tegas Surnadi, dikutip dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah.

Hasil pengecekan menunjukkan masih ada beberapa titik markas yang perlu dikoordinasikan kembali dengan pihak syarikah agar penempatannya lebih optimal. Selain itu, kesiapan petugas murur dan jalur bus taraddudi untuk mobilisasi jamaah pada 9 Zulhijah juga menjadi perhatian utama.

586 Personel Disiagakan di 10 Sektor

Satgas Arafah mengerahkan total 586 personel untuk mendukung operasional di lapangan. Para petugas dijadwalkan mulai menempati pos masing-masing pada 7 Zulhijah pukul 15.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Setiap sektor Adhoc akan menjadi pusat layanan utama bagi jamaah, mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan selama berada di Arafah.

Surnadi menegaskan bahwa peninjauan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah penting untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

"Ini bukan sekadar peninjauan, tapi ini keharusan kami dalam meyakinkan dan memastikan jemaah Indonesia dapat menempati tenda-tenda, sehingga jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan aman, nyaman, dan khusyuk," ungkapnya.

Peninjauan ini menjadi bagian dari rangkaian tahap perencanaan dan persiapan Satgas Armuzna yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 Mei 2026.

Selanjutnya, Satgas akan melanjutkan persiapan melalui sosialisasi di sektor-sektor Makkah, apel gelar pasukan, serta rapat koordinasi akhir sebelum puncak haji dimulai.

 

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id