Rupiah Melemah Hingga Rp17.400, Pemerintah Jadikan Musim Haji Sebagai Alasan

HIMPUHNEWS - Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp17.455 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Di tengah pelemahan mata uang Garuda yang terus berlanjut, pemerintah justru menyinggung meningkatnya kebutuhan dolar AS selama musim haji sebagai salah satu penyebab tekanan terhadap rupiah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut permintaan dolar AS biasanya meningkat saat musim ibadah haji berlangsung. Pernyataan itu muncul ketika rupiah ditutup melemah di level Rp17.424 per dolar AS atau turun 30 poin dibanding perdagangan sebelumnya.
"Berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap US dollar dan biasanya juga pada saat ibadah haji demand (permintaan) terhadap dolar itu meningkat," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena musim haji kembali dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan valuta asing di tengah tekanan rupiah yang makin dalam.
Musim Haji Disebut Dorong Permintaan Dolar
Setiap musim haji, kebutuhan valuta asing memang meningkat seiring keberangkatan ratusan ribu jemaah Indonesia ke Arab Saudi. Selain kebutuhan biaya perjalanan, transaksi konsumsi, akomodasi, layanan ibadah hingga pembelian oleh-oleh juga ikut mendorong permintaan dolar AS maupun riyal Saudi.
Indonesia sendiri menjadi salah satu negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia. Kondisi tersebut membuat kebutuhan devisa untuk penyelenggaraan haji menjadi cukup besar setiap tahunnya.
Di sisi lain, pelemahan rupiah kali ini terjadi ketika dolar AS global juga masih menguat terhadap sejumlah mata uang negara berkembang.
Namun, Airlangga menegaskan faktor musim haji bukan satu-satunya penyebab tekanan terhadap rupiah.
Selain permintaan dolar untuk kebutuhan haji, pemerintah juga menyoroti tingginya kebutuhan valuta asing pada kuartal II akibat pembayaran dividen perusahaan.
"Jadi nanti kita juga akan monitor kebutuhan tersebut dan juga biasanya di kuartal kedua itu juga ada pembayaran dividen," ujar Airlangga.
Pembayaran dividen oleh perusahaan asing maupun perusahaan domestik kepada investor luar negeri memang kerap meningkatkan permintaan dolar AS di pasar domestik.
Kondisi itu dinilai turut memperbesar tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah dan BI Siapkan Langkah Stabilitas
Di tengah pelemahan rupiah yang terus berlanjut, pemerintah mengaku telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah kerja sama swap currency dengan sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.
"Kita sudah mempersiapkan dengan Bank Indonesia terkait dengan swap currency dengan China kemudian dengan berbagai negara lain termasuk Jepang, Korea, dan yang lain," ucap Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga berencana memperbesar komposisi penerbitan surat berharga dalam mata uang selain dolar AS seperti yuan China dan yen Jepang.
"Ke depan, kita juga akan terus mempersiapkan komposisi terkait dengan tingkat utang yang kita bisa, surat berharga yang kita bisa terbitkan, yang sifatnya seperti dari China ataupun dari Yen (Jepang). Itu untuk menjaga tekanan terhadap US dollar," ujar Airlangga.
Sementara itu, Bank Indonesia menegaskan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah agar tetap bergerak sesuai fundamental ekonomi nasional.
Pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.400 per dolar AS kembali memunculkan perhatian publik terhadap kondisi ekonomi domestik dan ketergantungan terhadap mata uang asing.
Pernyataan pemerintah yang mengaitkan musim haji dengan kenaikan permintaan dolar juga menjadi perhatian karena ibadah tahunan tersebut kembali disebut sebagai salah satu faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan rupiah.
Meski demikian, pemerintah menilai tekanan terhadap mata uang tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi di berbagai negara lain akibat penguatan dolar AS global.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
