Arab Saudi Wajibkan Vaksin Meningitis bagi Seluruh Petugas Haji 2026
HIMPUHNEWS — Pemerintah Arab Saudi mewajibkan seluruh personel yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M untuk menerima vaksin meningokokus atau vaksin meningitis sebelum mulai bertugas. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari penguatan langkah pencegahan penyebaran penyakit menular di tengah tingginya kepadatan selama musim haji.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Abdulaziz Abdulbaqi, mengatakan kewajiban tersebut merupakan tindak lanjut arahan Komite Tertinggi Haji untuk meningkatkan perlindungan kesehatan bagi petugas maupun jemaah.
Menurut dia, vaksin meningokokus menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi seluruh petugas sebelum memperoleh izin kerja selama musim haji.
“Ini juga meningkatkan keselamatan petugas dan jemaah, mengurangi penularan infeksi di antara mereka, serta berkontribusi positif terhadap perlindungan masyarakat yang lebih luas setelah musim haji berakhir,” ujarnya dikutip dari saudigazette Rabu (13/05).
Jadi Syarat Izin Kerja Petugas Haji
Abdulbaqi menjelaskan vaksin meningitis yang telah disetujui memiliki masa berlaku hingga lima tahun. Artinya, petugas yang sudah menerima vaksin dalam periode tersebut tidak diwajibkan menjalani vaksinasi ulang.
“Workers who received vaccination within this timeframe are not required to receive another dose, in accordance with approved health regulations,” katanya.
Ia menegaskan penyelesaian vaksinasi menjadi prasyarat penerbitan izin kerja selama musim haji. Petugas juga diminta menerima vaksin setidaknya 10 hari sebelum mulai bertugas agar perlindungan optimal dapat terbentuk.
Selain vaksin meningitis, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mendorong seluruh petugas melengkapi vaksinasi lain yang direkomendasikan, terutama vaksin influenza musiman dan vaksin COVID-19.
Booster COVID-19 Juga Dianjurkan
Abdulbaqi mengatakan petugas yang belum menerima vaksin COVID-19 versi terbaru yang mencakup varian baru—yang telah tersedia sejak 2025—disarankan segera mendapatkan dosis penguat atau booster.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan imunitas sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kesehatan sepanjang musim haji.
Untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi, Kementerian Kesehatan Arab Saudi disebut telah menggandeng berbagai institusi layanan kesehatan, termasuk sektor keamanan, militer, hingga universitas, agar vaksinasi bisa dilakukan langsung di tempat kerja masing-masing petugas.
Kebijakan ini ditujukan untuk mempercepat akses layanan preventif sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap persyaratan kesehatan.
Pendaftaran Lewat Aplikasi Sehhaty
Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga meminta petugas melakukan pemesanan jadwal vaksinasi melalui aplikasi Sehhaty pada layanan Adult Vaccination Clinic.
Abdulbaqi menyebut layanan vaksinasi haji bagi calon jemaah juga telah dibuka sejak bulan Syaban, berlanjut sepanjang Ramadan hingga saat ini melalui aplikasi yang sama maupun pusat layanan kesehatan primer.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menyeluruh Arab Saudi dalam memperkuat kesiapan kesehatan publik selama musim haji.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

