himpuh.or.id

Menhaj Ancam Putus Kerja Sama dengan Syarikah yang Tak Maksimal Layani Jemaah Haji

Kategori : Berita, Ditulis pada : 13 Juli 2026, 08:00:19

WhatsApp Image 2026-07-13 at 10.57.06.jpeg

HIMPUHNEWS - Pemerintah Indonesia memberikan peringatan keras kepada penyedia layanan (Syarikah) di Arab Saudi menyusul sejumlah catatan dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, khususnya terkait pelayanan kepada jemaah di Mina. Evaluasi tersebut akan menjadi pertimbangan dalam penentuan mitra penyedia layanan pada musim haji berikutnya.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Muhammad Irfan Yusuf menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengganti Syarikah apabila kualitas pelayanan yang dijanjikan tidak diperbaiki.

"Kita punya catatan, 'Kamu kemarin melayani kami janjinya segini kok segini,' itu menjadi catatan kami dan saya ingatkan juga kepada mereka, kalau memang enggak bisa memperbaiki ya sudah tahun depan kita cari yang lain," ujar Irfan Yusuf dalam acara On Point Kompas TV, Jumat (10/7/2026).

Mina Dinilai Menjadi Titik Paling Krusial

Menurut Irfan, pelayanan di kawasan Arafah dan Mina sepenuhnya menjadi tanggung jawab Syarikah. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia hanya bertindak sebagai pengguna jasa yang memesan layanan sesuai kesepakatan.

Ia menjelaskan, persoalan pelayanan di Mina menjadi perhatian utama karena kapasitas kawasan yang terbatas, sementara jemaah harus bermukim lebih lama dibandingkan saat berada di Arafah.

"Arafah-Mina itu pure murni kekuasaan bukan kekuasaan kita. Kita hanya bisa pesan, kita hanya bisa minta begini begini, tapi pelayanannya murni dari Syarikah," ucap Irfan.

Skema Tanazul Diterapkan Kurangi Kepadatan

Untuk mengurangi kepadatan tenda di Mina, pemerintah pada penyelenggaraan haji 2026 menerapkan skema tanazul. Melalui mekanisme tersebut, sebagian jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel atau penginapan yang berada dekat dengan lokasi pelaksanaan lempar jumrah.

Menurut Irfan, langkah tersebut menjadi salah satu solusi teknis untuk mengatasi keterbatasan ruang di Mina.

"Kemarin kita mensiasatinya dengan tanazul. Artinya mereka tidak tinggal di tenda tapi tinggal di penginapannya masing-masing yang dekat dengan tempat melempar jumrah itu," jelasnya lebih lanjut.

Ia menambahkan, seluruh catatan mengenai kekurangan pelayanan selama musim haji 2026 telah disampaikan secara resmi kepada Kementerian Haji Arab Saudi dan ditembuskan kepada masing-masing Syarikah sebagai bahan evaluasi menjelang penyelenggaraan haji tahun berikutnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id