HIMPUHNEWS – Persiapan biaya menjadi salah satu pekerjaan penting bagi calon jemaah yang akan menunaikan ibadah haji, terutama karena waktu tunggu keberangkatan dapat berlangsung bertahun-tahun. Risiko perubahan nilai tukar dan kenaikan biaya selama masa tunggu membuat perencanaan finansial perlu dilakukan sejak jauh hari.
Hal itu menjadi salah satu fokus kerja sama Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) dengan CIMB Niaga Syariah dalam menyambut penyelenggaraan Haji 2027.
CIMB Niaga Syariah menawarkan sejumlah instrumen dan layanan perbankan yang dapat digunakan untuk membantu perencanaan biaya haji, termasuk tabungan dalam dolar Amerika Serikat (USD), program berbasis emas, hingga pembiayaan untuk kebutuhan pendaftaran dan pelunasan.
Head of Sharia Network CIMB Niaga Syariah Evita Barliana mengatakan salah satu persoalan yang perlu diperhatikan calon jemaah adalah kesenjangan antara dana yang disiapkan sejak awal dengan kebutuhan pelunasan ketika waktu keberangkatan tiba.
“Karena kita lihat banyak Tour & Travel ini hampir 30% bahkan data terbaru nih Pak yang kita dapat hampir 50% itu jumlahnya gagal berangkat karena terkait finansial,” kata Evita.
Risiko Kurs Jadi Perhatian
Evita menjelaskan salah satu pilihan yang ditawarkan adalah menyiapkan dana pelunasan dalam USD. Pilihan tersebut dikaitkan dengan kebutuhan pelunasan haji khusus yang menggunakan mata uang tersebut.
“Mulai dari mau pendaftaran hajinya mungkin gak ada biaya boleh ada program di kita untuk pembiayaan pendaftaran porsi hajinya haji khusus ataupun haji reguler kemudian untuk pelunasannya juga kita punya programnya,” ujarnya.
Menurut Evita, jemaah juga dapat menggunakan skema Goal Savers iB untuk mengumpulkan dana pelunasan secara bertahap.
“Kita ada cicilan gold saver namanya itu secara bertahap tiap bulan sampai sesuai misalnya dia harus pelunassn berapa lagi 20 ribu lagi misalnya, atau 15 ribu lagi tinggal dipandang dia per bulan harus cicil berapa kita namanya Goal Savers,” kata Evita.
Ia mengatakan strategi tersebut ditujukan agar ketika waktunya berangkat, dana yang terkumpul sudah disesuaikan dengan kebutuhan pembayaran dalam USD.
“Sehingga pada saat berangkat itu sesuai dengan jumlah USD yang dipumpulkan yang harus dibayarkan,” ujarnya.
Pilihan Lain Lewat Emas
Selain mata uang asing, CIMB Niaga Syariah juga memperkenalkan program berbasis emas untuk membantu perencanaan pelunasan haji.
Evita menyebut program tersebut sebagai X-Tra Gold. Skemanya memungkinkan jemaah mencicil emas yang kemudian dapat digunakan untuk kebutuhan finansial di masa mendatang.
“Kemudian kita juga ada buat pelunasan haji itu kita juga ada program yang namanya X-Tra gold jadi emas di depan,” kata Evita.
Menurut dia, pilihan instrumen perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing jemaah. Diversifikasi menjadi salah satu pendekatan yang juga dibahas dalam podcast tersebut.
Ia menilai perencanaan finansial untuk haji tidak bisa ditempatkan dalam satu pilihan investasi saja. Menurut dia, preferensi setiap orang berbeda sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhannya.
“Jadi terkadang kalau kita berinvestasi, kita nggak bisa put investor dalam satu bucket ya, kita mesti lakukan satu diversifikasi,” kata dia.
Ia menambahkan, keputusan menggunakan instrumen tertentu tetap bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing.
HIMPUH Dorong Literasi bagi Jemaah
Kerja sama HIMPUH dan CIMB Niaga Syariah tidak hanya diarahkan kepada biro perjalanan. Literasi keuangan bagi jemaah juga menjadi bagian dari kolaborasi.
Moh. Akbarrizky, Sharia Community Partnership Head, CIMB Niaga Syariah mengatakan CIMB Niaga Syariah dapat hadir dalam kegiatan manasik yang digelar anggota HIMPUH untuk memberikan edukasi mengenai perencanaan keuangan.
“Kita juga bisa melakukan semacam literasi keuangan,” ujarnya.
Menurut dia, edukasi tersebut penting karena jemaah yang sudah mendapatkan kepastian keberangkatan perlu mempersiapkan kebutuhan finansial sejak jauh hari.
Sementara itu, Ketua Umum HIMPUH Muhammad Firman Taufik mengatakan persiapan Haji 2027 memang sudah mulai dilakukan oleh penyelenggara haji khusus. Tahapan tersebut mengikuti timeline yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi dan mencakup sejumlah kebutuhan yang membutuhkan pembiayaan.
“Jadi kalau bicara persiapan tahun ini sudah dimulai mas Rizky haji itu kita sangat tergantung dengan timeline yang disampaikan sama pemerintah Saudi Arabia,” kata Firman.
Ia menyebut tahapan persiapan antara lain meliputi pemilihan syarikah, kontrak hotel dan penyiapan penerbangan.
“2026 udah makin ketat, kali ini ketat banget, dan sudah akan sampai ke, mulai dari kita akan masuk ke pemilihan syarikat kita syarikat, kemudian kita akan berkontrak dengan pihak hotel kemudian menyiapkan penerbangan dan lain sebagainya yang notabene itu semua butuh biaya,” ujarnya.
Karena itu, kebutuhan perencanaan finansial tidak hanya berada di sisi jemaah, tetapi juga pada sisi biro perjalanan sebagai penyelenggara. HIMPUH menyebut kebutuhan anggota antara lain bank garansi, funding dan pembiayaan.
“Kebutuhan kami yang paling kecil contohnya bank garansi Pak Kiki karena perizinan umroh umpun haji ini butuh bank garansi kemudian kami juga tentunya butuh funding,” kata Firman.
Melalui kerja sama dengan CIMB Niaga Syariah, kebutuhan tersebut diharapkan dapat diikuti dengan penguatan literasi sehingga anggota HIMPUH dan jemaah memiliki pemahaman lebih baik mengenai pilihan layanan keuangan untuk mempersiapkan penyelenggaraan dan keberangkatan haji.
Bagikan:
Komentar
Belum ada komentar pada posting ini.
