Ini 7 Bandara Alternatif Saat Sejumlah Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau

HIMPUHNEWS — Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional sejumlah bandar udara di Indonesia. Sebaran abu vulkanik yang terdeteksi di beberapa wilayah membuat sejumlah penerbangan harus dihentikan sementara demi memastikan keselamatan penerbangan.
Kondisi tersebut turut berdampak pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Berdasarkan informasi terbaru, penutupan operasional Soetta bahkan mengalami beberapa kali perpanjangan seiring masih terdeteksinya abu vulkanik di sekitar wilayah bandara.
Situasi ini berpotensi memengaruhi perjalanan calon penumpang, termasuk jamaah umrah yang memiliki jadwal keberangkatan maupun kepulangan melalui Soekarno-Hatta.
Sebagai langkah antisipasi, InJourney Airports membagikan tujuh bandara alternatif yang masih beroperasi secara normal dan dapat menjadi pilihan bagi maskapai maupun calon penumpang selama terjadi penghentian operasional di sejumlah bandara.
Tujuh bandara tersebut yakni:
1. Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) — Kulon Progo, DI Yogyakarta
2. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) — Denpasar, Bali
3. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani (SRG) — Semarang, Jawa Tengah
4. Bandara Adi Soemarmo (SOC) — Solo, Jawa Tengah
5. Bandara Internasional Juanda (SUB) — Surabaya, Jawa Timur
6. Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (PKU) — Pekanbaru, Riau
7. Bandara Internasional Kertajati (KJT) — Kertajati, Jawa Barat
Informasi tersebut disampaikan InJourney Airports melalui akun Instagram resminya pada Minggu (6/9/2026), di tengah meningkatnya gangguan penerbangan akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penumpang Diminta Pantau Informasi Maskapai
Di tengah kondisi yang masih dinamis, calon penumpang diimbau tidak langsung menuju bandara tanpa memastikan terlebih dahulu status penerbangannya.
Penumpang disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing, terutama terkait perubahan jadwal, pembatalan, pengalihan penerbangan, maupun kemungkinan penggunaan bandara alternatif.
Bagi jamaah umrah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah, kondisi ini juga perlu menjadi perhatian khusus. Perubahan jadwal penerbangan dapat berdampak pada rangkaian perjalanan, mulai dari keberangkatan menuju Arab Saudi hingga penerbangan kepulangan ke Indonesia.
Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama, sementara perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu vulkanik masih terus dipantau oleh otoritas terkait.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
