Update: 8 Bandara Ditutup dan 789 Penerbangan Terdampak Akibat Erupsi Anak Krakatau

HIMPUHNEWS — Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandar udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memperbarui status penutupan sejumlah bandara pada Minggu (6/9/2026) pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan pembaruan tersebut, sedikitnya delapan bandar udara terdampak penutupan operasional akibat aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Delapan bandara tersebut yakni Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Halim Perdanakusuma (HLP), Radin Inten II (TKG), Budiarto (RTO), Pondok Cabe (PCB), Husein Sastranegara (BDO), Atung Bungsu (PXA), serta Muhammad Taufiq Kiemas (TFY).
Soekarno-Hatta Ditutup hingga 17.30 WIB
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara dengan dampak terbesar. Berdasarkan pembaruan pukul 15.00 WIB, operasional bandara tersebut ditutup hingga pukul 17.30 WIB.
Penutupan dilakukan berdasarkan NOTAM Nomor A3348/26 NOTAMR A3344/26.
Pada periode pemantauan tersebut, tercatat 712 penerbangan terdampak di Bandara Soekarno-Hatta. Rinciannya terdiri atas:
1. 652 penerbangan dibatalkan
2. 44 penerbangan mengalami keterlambatan
3. 9 penerbangan ditunda
4. 5 penerbangan dialihkan
Sebelumnya, Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik melalui koordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, penyedia layanan navigasi penerbangan dan BMKG. Hasil pengujian menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Bandara Lain Turut Ditutup
Selain Soekarno-Hatta, sejumlah bandara lainnya juga mengalami perpanjangan penutupan operasional.
Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP) ditutup hingga 18.00 WIB. Berdasarkan pembaruan pukul 15.00 WIB, terdapat 37 penerbangan terdampak, seluruhnya berstatus dibatalkan.
Kemudian Bandar Udara Radin Inten II (TKG) juga ditutup hingga 18.00 WIB. Sebanyak 31 penerbangan terdampak dan seluruhnya berstatus dibatalkan.
Sementara Bandar Udara Budiarto (RTO) ditutup hingga 17.30 WIB, dengan 9 penerbangan terdampak, terdiri atas 8 pembatalan dan 1 keterlambatan.
Adapun Bandar Udara Pondok Cabe (PCB) ditutup hingga 16.00 WIB.
Pada pembaruan yang sama, Ditjen Perhubungan Udara juga mencatat:
1. Bandar Udara Husein Sastranegara (BDO) ditutup hingga 16.00 WIB.
2. Bandar Udara Atung Bungsu (PXA) ditutup hingga 16.00 WIB.
3. Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (TFY) ditutup hingga Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.
Sedikitnya 789 Penerbangan Terdampak
Dari empat bandara yang mencantumkan rincian jumlah penerbangan dalam pembaruan pukul 15.00 WIB, terdapat sedikitnya 789 penerbangan terdampak.
Jumlah tersebut berasal dari:
Soekarno-Hatta: 712 penerbangan
Halim Perdanakusuma: 37 penerbangan
Radin Inten II: 31 penerbangan
Budiarto: 9 penerbangan
Angka tersebut belum mencakup penerbangan terdampak di bandara lain yang terhubung dengan bandar udara yang ditutup.
Dampak penutupan juga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap jadwal penerbangan berikutnya, termasuk rotasi pesawat, ketersediaan armada, serta kapasitas terminal. Kondisi serupa sebelumnya telah menjadi perhatian Ditjen Perhubungan Udara dalam penanganan dampak erupsi Anak Krakatau.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
