himpuh.or.id

345 Jemaah 2026 Gagal Berangkat, Istithaah Kesehatan Kini Jadi Alarm Jelang Haji 2027

Kategori : Berita, Ditulis pada : 29 September 2026, 10:51:47

jemaah haji lansia akmal mch 2026.jpg

HIMPUHNEWS — Sudah mempersiapkan keberangkatan hingga tiba di asrama haji ternyata belum menjamin seorang calon jemaah dapat terbang ke Tanah Suci. Pada penyelenggaraan haji sebelumnya, sekitar 345 calon jemaah harus dipulangkan dari embarkasi setelah kondisi kesehatannya dinilai tidak memenuhi persyaratan.

Pengalaman tersebut kini menjadi peringatan bagi calon jemaah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan meminta jemaah tidak menunggu mendekati keberangkatan untuk mulai menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran.

Menurutnya, ibadah haji menuntut kondisi tubuh yang prima karena jemaah harus menjalani rangkaian aktivitas dengan mobilitas tinggi, sekaligus beradaptasi dengan kondisi cuaca Arab Saudi yang berbeda dengan Indonesia.

"Kesehatan ini tidak kalah penting. Ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Karena masih ada waktu sekitar enam sampai tujuh bulan, saya berharap mulai sekarang jemaah sudah mempersiapkan kesehatan dan kondisi fisiknya," kata Gus Irfan, dikutip dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Jangan Tunggu Jelang Berangkat

Dengan waktu persiapan sekitar enam hingga tujuh bulan, Gus Irfan meminta calon jemaah mulai membangun kebiasaan berolahraga. Salah satu latihan sederhana yang dianjurkan adalah berjalan kaki secara rutin setiap hari.

Latihan tersebut dinilai dapat membantu tubuh beradaptasi dengan kebutuhan fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Terlebih, aktivitas jemaah selama berada di Arab Saudi akan menuntut ketahanan tubuh yang baik.

"Mulai hari ini latihan fisik. Setiap hari bisa dibiasakan berjalan kaki. Kita harus mempersiapkan diri karena kondisi di Arab Saudi juga membutuhkan ketahanan fisik yang baik," katanya.

Pesan tersebut bukan tanpa alasan. Faktor kesehatan dapat menentukan apakah seorang calon jemaah pada akhirnya dapat diberangkatkan atau justru harus menunda perjalanan ke Tanah Suci.

345 Jemaah Dipulangkan dari Embarkasi

Gus Irfan mengingatkan pengalaman penyelenggaraan haji sebelumnya ketika ratusan calon jemaah telah berada di asrama haji embarkasi, tetapi akhirnya tidak bisa melanjutkan keberangkatan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan kembali.

"Terdapat sekitar 345 calon jemaah yang harus dipulangkan setelah pemeriksaan kesehatan kembali dilakukan ketika mereka tiba di asrama haji embarkasi," kata dia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Haji dan Umrah mendorong persiapan kesehatan dilakukan jauh sebelum hari keberangkatan.

Menhaj tidak ingin calon jemaah telah menjalani berbagai tahapan persiapan, meninggalkan rumah, hingga tiba di embarkasi, tetapi akhirnya batal terbang akibat kondisi kesehatan.

"Kami tidak ingin Bapak dan Ibu mengalami hal seperti itu. Sudah melakukan persiapan, sudah sampai asrama haji, tetapi kemudian tidak dapat melanjutkan keberangkatan karena kondisi kesehatan," ucapnya.

Manasik Bukan Cuma Belajar Rukun Haji

Persiapan haji 2027, menurut Gus Irfan, juga tidak cukup hanya berfokus pada pemahaman tata cara ibadah. Aspek kesehatan harus semakin diperkuat dalam rangkaian manasik calon jemaah.

Manasik selama ini menjadi sarana bagi jemaah memahami rukun, wajib, dan sunah haji. Namun, Kemenhaj menginginkan persiapan tersebut sekaligus membangun kesiapan fisik dan mental sebelum calon jemaah memasuki fase keberangkatan.

"Yang kami inginkan adalah jemaah berangkat dalam keadaan siap. Siap ibadahnya, siap pemahamannya dan siap kesehatannya," ujar Menhaj.

Dengan masih tersedianya waktu beberapa bulan menuju penyelenggaraan haji 2027, calon jemaah pun diminta menjadikan kesehatan sebagai bagian utama dari persiapan. Sebab, kesiapan menjalankan ibadah di Tanah Suci tidak hanya ditentukan oleh pemahaman manasik, tetapi juga kemampuan tubuh menjalani rangkaian aktivitas selama berhaji.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id