Lewati ke konten utama

Jemaah Perempuan Bisa Ikut Kajian di Masjid Nabawi, Ini Titik Lokasinya!

Kategori: Berita · Ditulis pada: 02 November 2026, 08:00:00

Women?s Eastern Section Floor Map.png

HIMPUHNEWS - Jemaah perempuan yang berkunjung ke Masjid Nabawi, Madinah, tidak hanya bisa beribadah, tetapi juga berkesempatan menyimak kajian Islam yang disampaikan para ulama. Meski posisi pemateri berada di area laki-laki, suara kajian dapat terdengar hingga sejumlah titik di bagian perempuan.

Lokasi untuk menyimak kajian ini tidak selalu mudah ditemukan, terutama bagi jemaah yang baru pertama kali datang. Ada beberapa titik di area perluasan timur dan barat Masjid Nabawi yang dapat dijadikan panduan untuk mencari tempat mendengarkan kajian.

Empat Akses untuk Menyimak Kajian

Melansir The Islamic Information pada Senin (02/11) titik masuk tersebut salah satunya terletak di bagian perluasan timur, dimana jemaah perempuan dapat masuk melalui Gerbang 26, kemudian berjalan ke bagian paling depan hingga mendekati dinding timur, di sekitar kubah geser. Alternatifnya, masuk melalui Gerbang 24, lalu berjalan menyerong ke kanan sampai menemukan pembatas berwarna cokelat dengan kisi-kisi kayu.

Sementara itu, di bagian perluasan barat, jemaah dapat masuk melalui Gerbang 17 dan menuju kubah geser pertama di depan, kemudian mengambil posisi di sisi kirinya. Pilihan lain adalah melalui Gerbang 16, berjalan lurus ke depan hingga mencapai pembatas berkisi-kisi cokelat di bawah dua kubah.

Di titik-titik tersebut, suara kajian dari area laki-laki dapat terdengar melalui sistem pengeras suara. Pembatas berkisi-kisi memisahkan kedua area sehingga jemaah perempuan umumnya dapat menyimak materi tanpa melihat langsung ulama yang menyampaikannya.

Kajian Digelar Setelah Tiga Waktu Salat

Kajian dapat berlangsung setelah salat Subuh, Asar, dan Magrib. Jadwal serta ulama yang mengisi kajian bisa berbeda, sehingga jemaah sebaiknya memastikan informasi terkini di Masjid Nabawi setibanya di lokasi.

Sejumlah ulama yang disebut mengisi kajian antara lain Syekh Abdul Razzaq Al-Badr, Syekh Sulaiman Ar-Ruhaili, Syekh Abdullah Zahim, Syekh Hasan Bukhari, dan Syekh Abdul Latif Asy-Syamaani. Imam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, termasuk Syekh Abdurrahman As-Sudais, juga disebut dalam daftar tersebut.

Bagi jemaah perempuan yang ingin memanfaatkan kesempatan ini, datang lebih awal dan menanyakan lokasi kajian kepada petugas masjid dapat membantu menemukan titik yang tepat. Perlu diingat, akses, lokasi, dan jadwal bisa berubah mengikuti pengaturan operasional masjid.

Bagikan:

Komentar

Mohon login atau registrasi untuk mengirimkan komentar Anda.

Komentar yang sudah Anda ketik tetap tersimpan selama proses login.

Belum ada komentar pada posting ini.