
HIMPUHNEWS - Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci merupakan impian banyak umat Islam.
Selain menjadi rukun Islam kelima, ibadah haji juga menjadi kesempatan bagi seorang muslim untuk menyempurnakan salah satu kewajiban agama bagi yang mampu.
Namun, keinginan untuk berangkat haji tidak selalu dapat diwujudkan dalam waktu singkat.
Dikutip dari berbagai sumber, ada berbagai hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari kemampuan finansial, kesehatan, hingga kesempatan mendapatkan jadwal keberangkatan.
Dalam Islam, umat muslim dianjurkan untuk terus berdoa dan memperbanyak amalan sebagai bentuk ikhtiar agar diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji.
Meski tidak ada amalan khusus yang menjamin seseorang bisa segera berangkat ke Tanah Suci, terdapat sejumlah doa dan kebiasaan baik yang dapat dilakukan.
Memperbanyak Istigfar
Salah satu amalan yang dapat dibiasakan adalah memperbanyak istigfar atau memohon ampun kepada Allah SWT.
Istigfar merupakan bentuk pengakuan seorang hamba atas kesalahan sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10–12, Allah SWT menjelaskan seruan Nabi Nuh AS kepada kaumnya agar memohon ampun.
Ayat tersebut juga menyebutkan bahwa Allah akan melimpahkan hujan, harta, dan keturunan sebagai bentuk karunia-Nya.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullaahal ‘azhiim.
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung."
Memperbanyak istigfar dapat menjadi kebiasaan sehari-hari, termasuk setelah salat fardu dan ketika memiliki waktu luang.
Namun, ayat tentang istigfar tersebut tidak boleh dipahami sebagai jaminan bahwa seseorang yang membacanya pasti segera memperoleh kesempatan berangkat haji.
Memanjatkan Doa agar Diberi Kemudahan
Selain istigfar, umat Islam dapat memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam mewujudkan keinginan menunaikan ibadah haji.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa Nabi Musa AS dalam Surah Taha ayat 25–28. Doa ini berisi permohonan agar Allah melapangkan dada dan memudahkan urusan.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
Rabbisyrah lii shadrii, wa yassir lii amrii.
"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku."
Doa tersebut bukan doa khusus untuk berangkat haji. Namun, kandungannya dapat diamalkan ketika seseorang memohon kemudahan dalam berbagai urusan, termasuk mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Umat Islam juga dapat berdoa menggunakan bahasa sendiri, misalnya memohon agar diberi kesehatan, rezeki yang halal, kemampuan finansial, serta kesempatan untuk menunaikan haji.
Menjaga Salat dan Memperbanyak Ibadah Sunah
Keinginan menunaikan ibadah haji juga dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Salah satunya dengan menjaga salat lima waktu dan memperbanyak ibadah sunah sesuai kemampuan.
Salat merupakan kewajiban utama yang harus dijaga setiap muslim. Selain itu, seseorang dapat membiasakan salat tahajud, salat duha, membaca Al-Qur'an, dan bersedekah.
Amalan-amalan tersebut bukan syarat khusus agar seseorang bisa berangkat haji lebih cepat.
Akan tetapi, kebiasaan beribadah dapat membantu memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT sekaligus membentuk kesungguhan dalam menjalani kehidupan beragama.
Memperbanyak Sedekah dan Mencari Rezeki Halal
Sedekah juga menjadi amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain membantu orang lain, sedekah dapat menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT.
Bagi seseorang yang memiliki keinginan menunaikan haji, sedekah dapat dilakukan sesuai kemampuan tanpa mengabaikan kebutuhan pokok keluarga maupun kewajiban lainnya.
Di sisi lain, mempersiapkan dana haji perlu dilakukan melalui cara yang halal dan bertanggung jawab.
Menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin dapat menjadi langkah nyata untuk mengumpulkan biaya perjalanan ibadah.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 172 agar orang-orang beriman memakan rezeki yang baik yang telah diberikan-Nya dan bersyukur kepada-Nya.
Membaca Doa Nabi Ibrahim untuk Keturunan dan Ibadah
Doa Nabi Ibrahim AS dalam Surah Ibrahim ayat 40 juga dapat diamalkan sebagai permohonan agar diri dan keluarga senantiasa menjaga ibadah.
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Rabbij‘alnii muqiimash-shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du‘aa.
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)
Walaupun ayat tersebut tidak secara khusus membahas ibadah haji, doa ini mengandung permohonan agar seseorang dan keturunannya senantiasa menjadi hamba yang menjaga salat. (VD)
Bagikan:
Komentar
Belum ada komentar pada posting ini.