Lewati ke konten utama

Travel Haji Butuh Modal, Transaksi Valas hingga Bank Garansi? Danamon Syariah Punya Solusinya

Kategori: Berita,Kegiatan · Ditulis pada: 03 November 2026, 15:30:00

images-29.jpeg

HIMPUHNEWS – Bisnis perjalanan haji dan umrah memiliki kebutuhan keuangan yang jauh lebih luas daripada sekadar menerima setoran jemaah dan melakukan pembayaran operasional. Transaksi lintas negara, kebutuhan valuta asing, pembiayaan modal kerja, hingga pengembangan usaha menjadi bagian dari aktivitas yang harus dikelola penyelenggara perjalanan.

Kebutuhan tersebut mendorong Bank Danamon Syariah memperluas dukungan layanan keuangan bagi industri haji dan umrah. Pendekatan yang ditempuh tidak hanya menyediakan produk perbankan yang sudah ada, tetapi juga mempelajari kebutuhan spesifik pelaku usaha agar solusi yang ditawarkan sesuai dengan karakter bisnisnya.

Syariah Funding Product Head Bank Danamon Syariah, Dwi Rachmawati Suryani, mengatakan ekosistem haji dan umrah melibatkan banyak pihak. Bukan hanya perusahaan travel dan jemaah, melainkan juga asosiasi serta mitra penyedia layanan di Arab Saudi.

“Kalau di industri haji dan umrah ini memang ekosistem bisnisnya sangat luas. Bukan hanya travel, bukan hanya jemaahnya, tetapi juga asosiasi terkait, kemudian pelayanan haji dan umrah baik di Indonesia maupun mitra di Arab Saudi. Berarti di situ butuh banyak dukungan layanan perbankan, baik layanan transaksi FX, remittance, pembiayaan, bahkan termasuk pengembangan untuk bisnisnya,” ujar Dwi.

Menurut dia, kebutuhan yang beragam tersebut membuat pendekatan perbankan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pelaku industri. Karena itu, Danamon Syariah mulai lebih intensif berdiskusi dengan HIMPUH sejak 2023 untuk memetakan tantangan sekaligus merancang solusi yang relevan.

Tak Sekadar Menawarkan Produk

Dwi menjelaskan, proses diskusi dengan HIMPUH menjadi salah satu dasar pengembangan layanan bagi penyelenggara haji dan umrah. Kebutuhan perusahaan yang menangani haji khusus, misalnya, tidak selalu sama dengan travel umrah maupun kebutuhan finansial jemaah.

Salah satu hasil pengembangan tersebut adalah pembiayaan modal kerja Armuzna yang dirancang untuk mendukung kebutuhan penyelenggara haji khusus. Produk ini disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional yang dihadapi travel, termasuk kebutuhan pendanaan selama proses persiapan layanan di Arab Saudi.

“Sejak tahun 2023, kami dari Danamon Syariah lebih intens untuk banyak berdiskusi dengan HIMPUH. Kami mencoba memahami sebenarnya apa saja kebutuhan riil di industri haji dan umrah, sekaligus mencari tahu tantangan apa saja yang dihadapi,” kata Dwi.

Dia menegaskan, tujuan pendekatan tersebut adalah menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bukan sekadar menawarkan produk yang telah tersedia. Pembiayaan modal kerja Armuzna menjadi salah satu contoh produk yang dikembangkan melalui proses diskusi tersebut.

Dari Valuta Asing hingga Bank Garansi

Selain pembiayaan, Danamon Syariah juga menyiapkan dukungan untuk transaksi internasional yang menjadi aktivitas rutin perusahaan travel. Layanan yang disediakan mencakup transaksi valuta asing atau foreign exchange (FX), pengiriman dana atau remittance, serta rekening giro dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan riyal Arab Saudi.

Untuk mempermudah transaksi, perusahaan juga menyediakan Danamon Cash Connect yang dapat diakses melalui aplikasi. Dwi menyebut aspek kurs dan kecepatan proses menjadi perhatian karena keduanya berpengaruh terhadap kebutuhan transaksi travel.

“Kami juga menyiapkan layanan untuk FX dan remittance. Kemudian, untuk giro sendiri, kami sudah menyediakan giro dalam mata uang rupiah, USD, maupun SAR. Jadi, jika diperlukan juga sudah ready,” ujarnya.

Dari sisi layanan, Danamon Syariah juga menyiapkan komunikasi melalui grup WhatsApp yang menghubungkan masing-masing travel dengan tim Treasury Bank Danamon. Kanal tersebut dapat digunakan untuk memperoleh informasi hingga melakukan transaksi, sehingga komunikasi dan proses penyelesaian transaksi diharapkan lebih praktis.

“Bukan hanya kompetitif, tetapi juga kecepatan. Kecepatan proses itu kami upayakan dengan mempermudah medianya. Nanti kami berikan kemudahan komunikasi dari teman-teman travel melalui WhatsApp Group dengan tim Treasury Bank Danamon,” kata Dwi.

Dukungan perbankan juga mencakup kebutuhan pengembangan usaha. Untuk perusahaan yang memerlukan bank garansi dalam kerja sama dengan mitra atau keperluan perizinan, tersedia fasilitas dengan akad kafalah bil ujrah. Sementara itu, kebutuhan investasi, seperti pembelian kantor, dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan dengan akad Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) atau Musyarakah Mutanaqisah (MMQ).

Menurut Dwi, kebutuhan travel memang tidak berhenti pada transaksi sehari-hari. Ada pula kebutuhan ekspansi dan dukungan operasional yang perlu diperhitungkan agar bisnis dapat berkembang.

Melalui rangkaian layanan transaksi, pembiayaan, dan fasilitas pengembangan usaha, Danamon Syariah berupaya memperkuat perannya dalam ekosistem haji dan umrah. Kolaborasi dengan HIMPUH menjadi ruang untuk terus memahami kebutuhan pelaku industri, sekaligus mendorong dukungan keuangan yang semakin sesuai dengan aktivitas bisnis travel.

Bagikan:

Komentar

Mohon login atau registrasi untuk mengirimkan komentar Anda.

Komentar yang sudah Anda ketik tetap tersimpan selama proses login.

Belum ada komentar pada posting ini.