Lewati ke konten utama

Canggih! Teknologi Payung Masjid Nabawi Bisa Lindungi Jemaah dari Hujan dan Panas

Kategori: Berita · Ditulis pada: 03 November 2026, 12:00:00

WhatsApp Image 2026-11-03 at 09.04.03.jpeg

HIMPUHNEWS - Jemaah yang beraktivitas di pelataran Masjid Nabawi, Madinah, tidak hanya terlindungi dari terik matahari. Di kawasan masjid ini, ratusan payung raksasa juga dirancang untuk memberikan perlindungan saat hujan, sekaligus membantu menjaga kenyamanan jemaah ketika cuaca berubah.

Menurut Laporan Kantor Berita Saudi SPA yang dilansir himpuhnews Selasa (03/11), Masjid Nabawi memiliki 250 payung yang dapat dibuka dan dilipat secara otomatis. Sistem tersebut menaungi area lebih dari 143.000 meter persegi dan secara keseluruhan dapat menampung lebih dari 228.000 jemaah di bawah kawasan yang terlindungi.

Payung-payung ini menjadi bagian penting dari infrastruktur pelayanan di masjid, terutama di pelataran yang digunakan jemaah untuk beribadah dan bergerak di antara area masjid. Desainnya memadukan fungsi perlindungan cuaca, teknologi operasional, dan elemen arsitektur yang selaras dengan lingkungan Masjid Nabawi.

Dirancang Hadapi Perubahan Cuaca

Ukuran setiap payung menunjukkan besarnya skala rekayasa yang digunakan. Masing-masing memiliki panjang dan lebar sekitar 25,5 meter, tinggi kurang lebih 22 meter, serta bobot sekitar 40 ton. Meski berukuran besar, payung tersebut dapat dioperasikan melalui sistem mekanis dan kendali khusus.

Strukturnya dirancang untuk menghadapi angin, hujan, dan risiko kebakaran. Saat hujan turun, sistem drainase membantu mengalirkan air agar tidak menggenang di pelataran. Fitur ini juga ditujukan untuk mengurangi risiko jemaah terpeleset akibat permukaan yang tergenang.

Perlindungan tersebut penting karena pelataran Masjid Nabawi menjadi area aktivitas ribuan jemaah. Infrastruktur yang mampu merespons perubahan cuaca membantu menjaga kenyamanan mereka saat beribadah maupun berpindah tempat.

Kipas Kabut dan Ribuan Lampu Jadi Fitur Pendukung

Payung raksasa Masjid Nabawi tidak hanya berfungsi sebagai peneduh. Sistem ini juga dilengkapi 436 kipas kabut atau misting fans yang tersebar di sepanjang struktur payung. Setiap kipas memiliki 16 nosel untuk menyemprotkan air yang telah diolah, sebagai bagian dari sistem pendukung kenyamanan di area masjid.

Selain itu, terdapat lebih dari 1.000 unit pencahayaan untuk mendukung aktivitas jemaah dan pengunjung. Kombinasi kipas kabut dan lampu membuat fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi pada siang hari, tetapi juga mendukung pelayanan di kawasan masjid sepanjang waktu.

Pengoperasian payung diatur melalui unit kendali khusus. Sistem ini memungkinkan payung dibuka secara otomatis saat matahari terbit dan ditutup sebelum matahari terbenam, dengan pengaturan yang mempertimbangkan kebutuhan operasional serta kondisi cuaca.

Di balik pergerakan ratusan payung tersebut, terdapat ruang kontrol pusat yang memantau dan mengatur pengoperasiannya. Sistem ini memungkinkan petugas menyesuaikan operasional berdasarkan kebutuhan pelataran dan jumlah jemaah, sekaligus merespons perubahan cuaca secara lebih cepat.

Dari sisi konstruksi, payung menggunakan penyangga dan lengan berbahan logam yang diperkuat serat kaca atau fiberglass serta serat karbon. Sejumlah bagian dihiasi pola mosaik, sementara unsur tembaga berlapis emas digunakan pada elemen dekoratif.

Perpaduan material tersebut mempertemukan kebutuhan teknis dengan estetika arsitektur. Payung raksasa ini bukan sekadar fasilitas peneduh, melainkan bagian dari infrastruktur Masjid Nabawi yang menggabungkan perlindungan cuaca, pengendalian teknologi, dan desain untuk mendukung kenyamanan jemaah.

Bagikan:

Komentar

Mohon login atau registrasi untuk mengirimkan komentar Anda.

Komentar yang sudah Anda ketik tetap tersimpan selama proses login.

Belum ada komentar pada posting ini.