Lewati ke konten utama

Mengenal Askar Masjidil Haram: Tugas, Sejarah, hingga Besaran Gajinya

Kategori: Khazanah · Ditulis pada: 03 November 2026, 13:00:00

WhatsApp Image 2026-10-27 at 10.50.37.jpeg

Bagi jutaan jemaah haji dan umrah yang pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci, sosok bertubuh tegap dengan seragam khas yang berjaga di sudut-sudut Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tentu bukan hal yang asing.

Mereka dikenal dengan sebutan Askar (Askari), yaitu petugas keamanan institusi Kerajaan Arab Saudi yang memegang peran sentral dalam menjaga ketertiban umum dan kelancaran arus ibadah di kawasan tempat suci umat Islam.

Sejarah Singkat dan Asal-Usul Istilah Askar

Kata askar atau askari berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti "tentara" atau "prajurit".

Sistem pengamanan kawasan suci di Makkah dan Madinah telah mengalami evolusi panjang seiring pertumbuhan fasilitas masjid dan peningkatan volume jemaah dari tahun ke tahun.

Pada era awal berdirinya Kerajaan Arab Saudi modern di bawah kepemimpinan Raja Abdulaziz Al Saud, pengamanan kawasan Masjidil Haram masih menggunakan sistem penjagaan militer tradisional.

Seiring berjalannya waktu dan modernisasi penataan kawasan ibadah, institusi ini ditata kembali secara profesional di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi serta Kepolisian Khusus Pengamanan Masjidil Haram (Special Forces for Hajj and Umrah Security).

Jenis Seragam dan Variasi Tugas Utama di Lapangan

Peran askar tidak hanya terbatas pada pengamanan fisik, melainkan mencakup manajemen arus massa yang sangat kompleks.

Satuan askar terbagi dalam beberapa klasifikasi tugas yang dapat dikenali melalui seragam dan atribut yang mereka kenakan:

  1. Askar Pengatur Arus dan Keamanan (Seragam Cokelat/Krem)

Bertanggung jawab mengarahkan alur pejalan kaki, membuka dan menutup pintu masuk masjid, mengatur barisan shaf salat, serta mengamankan area vital seperti Hajar Aswad, Maqam Ibrahim, dan area Raudhah di Masjid Nabawi.

  1. Askar Pengawasan Kebersihan dan Fasilitas (Seragam Tosca/Hijau)

Mengawasi kelancaran tim kebersihan, sterilisasi pelataran tawaf, serta penataan karpet dan fasilitas teknis ibadah.

  1. Askar Perempuan (Female Askari)

Ditugaskan khusus di area ibadah wanita untuk mengawasi ketertiban jemaah perempuan, memeriksa tas bawaan di pintu masuk khusus wanita, serta mengatur akses menuju Raudhah khusus jemaah putri.

Selain mengatur alur massa, askar juga dilatih untuk bertindak tegas terhadap potensi gangguan keamanan, larangan mengambil foto berlebihan di area steril, serta membantu jemaah lansia atau terpisah dari rombongan.

Syarat Perekrutan dan Estimasi Besaran Gaji

Proses pendaftaran untuk menjadi seorang askar di Arab Saudi relatif lebih fleksibel dibandingkan persyaratan militer di banyak negara lain.

Calon petugas umumnya tidak mensyaratkan tingkat pendidikan tinggi yang rumit; lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat mendaftar dan mengikuti pelatihan khusus selama kurang lebih enam bulan sebelum diterjunkan ke lapangan.

Faktor fisik yang sehat jasmani dan rohani serta loyalitas menjadi kriteria paling utama. Dari segi penghasilan, gaji bulanan seorang askar di Arab Saudi tergolong cukup memadai.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, pendapatan seorang askar berkisar antara 4.000 hingga 7.000 Riyal Saudi per bulan (atau sekitar Rp16 juta hingga Rp28 juta, tergantung kurs mata uang dan tingkat senioritas).

Pada musim puncak ibadah haji, ketika pemerintah Arab Saudi mengerahkan hingga ribuan personel keamanan tambahan, para askar juga berkesempatan memperoleh insentif serta tunjangan kerja ekstra.

Dengan jam kerja dinas rutin sekitar 6 jam per shift, profesi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dipandang terhormat di kalangan masyarakat lokal Arab Saudi karena bersentuhan langsung dalam melayani para tamu Allah (Dhuyufurrahman).

Bagikan:

Komentar

Mohon login atau registrasi untuk mengirimkan komentar Anda.

Komentar yang sudah Anda ketik tetap tersimpan selama proses login.

Belum ada komentar pada posting ini.