
HIMPUHNEWS - Niat merupakan landasan paling mendasar dalam setiap amalan ibadah, termasuk saat menunaikan umrah ke Tanah Suci.
Dalam ajaran Islam, niat tidak sekadar berupa ucapan di lisan, melainkan bentuk kehendak dan kesadaran di dalam hati untuk menyucikan tujuan ibadah murni demi menggapai rida Allah SWT.
Tanpa didasari niat yang tulus dan sesuai dengan tuntunan syariat, amalan umrah yang dikerjakan berisiko tidak sah.
Berdasarkan Buku Pintar Muslim dan Muslimah susunan Rina Ulfatul Hasanah, jemaah dapat melafalkan niat umrah dalam bentuk ringkas maupun lengkap:
Bacaan Niat Umrah (Ringkas)
لَبَيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbayka Allāhumma 'umratan
Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk umrah."
Bacaan Niat Umrah (Lengkap)
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul 'umrata wa ahramtu biha lillāhi ta'ālā
Artinya: "Aku niat umrah dengan berihram karena Allah ta'ala."
Waktu dan Titik Lokasi Pembacaan Niat (Miqat)
Pelaksanaan niat ihram umrah terikat oleh dua jenis miqat, yaitu miqat zamani (batas waktu) dan miqat makani (batas lokasi geografis):
Miqat Zamani
Berbeda dengan haji yang memiliki waktu khusus, miqat zamani untuk umrah berlaku sepanjang tahun. Hal ini menandakan bahwa berniat dan berihram umrah pada bulan apa saja dinyatakan sah secara syariat.
Miqat Makani
Merupakan batas garis geografis yang mewajibkan jemaah berniat ihram sebelum memasuki kawasan Kota Suci Makkah. Penentuannya disesuaikan dengan arah kedatangan jemaah:
Zul Hulaifah (Bir 'Ali)
Titik miqat bagi jemaah Indonesia yang berkunjung ke Kota Madinah terlebih dahulu.
Jeddah
Titik miqat bagi jemaah yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz atau Pelabuhan Luar Jeddah.
Dzatu 'Irqin
Ditujukan untuk jemaah dari arah timur.
Qarnul Manazil
Ditujukan untuk jemaah dari arah Hijaz dan Yaman.
Yalamlam
Ditujukan untuk jemaah dari arah selatan.
Juhfah dan Rabigh
Ditujukan untuk jemaah dari arah Mesir, Libya, Tunisia, Maroko, dan sekitarnya.
Bagi jemaah yang melintas secara sejajar atau garis lurus dengan jalur miqat berdekatan, titik miqat makani berada di garis sejajar tersebut atau miqat terdekat.
Syarat, Wajib, dan Rukun Umrah
Sementara itu, tata cara ibadah umrah dilaksanakan mengacu pada tuntunan Rasulullah SAW.
Seseorang yang hendak menunaikan umrah diwajibkan memenuhi syarat utama, yakni beragama Islam, baligh, berakal sehat (aqil), merdeka, serta mampu (istitha'ah) baik secara fisik, psikis, maupun materi.
Setelah syarat terpenuhi, jemaah wajib menjalankan ketentuan wajib umrah dan rukun umrah:
1. Wajib Umrah
Meliputi pelaksanaan niat ihram di lokasi miqat yang telah ditentukan serta menjaga diri dari segala larangan selama masa ihram. Apabila jemaah melanggar atau meninggalkan wajib umrah, maka ia dikenakan denda (dam).
2. Rukun Umrah
Rangkaian amalan utama yang tidak boleh ditinggalkan, meliputi:
Niat ihram
Tawaf mengelilingi Ka'bah di Baitullah
Sa'i antara Bukit Safa dan Marwah
Tahallul (mencukur atau memotong sebagian rambut)
Tertib (melaksanakan seluruh rangkaian rukun secara berurutan). (MHS)
Bagikan:
Komentar
Belum ada komentar pada posting ini.